Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes

    27 Juni 2026

    Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A

    27 Juni 2026

    Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?

    27 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 28 Juni 2026
    Trending
    • Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes
    • Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A
    • Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?
    • Pilkades Kota Batu 2027, Komisi A DPRD Mulai Persiapkan Regulasi dan Anggaran
    • Libur Sekolah Tiba, Ajak Anak Eksplorasi Tanpa Khawatir dengan Cara Ini
    • Belanja APBD Tojo Una Una 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    • Jadwal Padat PSMS Medan: Fokus Promosi ke Liga 1
    • Pemkab Empat Lawang Lantik Pejabat, Bupati Joncik Pimpin Sumpah
    • Jatim Terpopuler: Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Polisi, Isu Kursi SPMB Hilang
    • Dugaan Suap dalam Kasus Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Sebut Ada Paket Kilat, Minta Penyelidikan Dilanjutkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Pengakuan korban kiai cabul di Pati, disuruh tidur bareng saat SMP, modus sembuhkan penyakit: takut

    Pengakuan korban kiai cabul di Pati, disuruh tidur bareng saat SMP, modus sembuhkan penyakit: takut

    adm_imradm_imr13 Mei 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengakuan Mantan Santriwati tentang Dugaan Pelecehan di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo

    Seorang mantan santriwati dari Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati akhirnya berani membuka mulut dan menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya selama tinggal di lingkungan pesantren tersebut. Ia mengaku pernah menjadi korban tindakan tidak pantas dari pengasuh pesantren, yang dikenal dengan nama Kiai Ashari.

    Kisah ini terungkap setelah ia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Setelah bertahun-tahun menyimpan trauma, Tari—nama samaran dari mantan santriwati itu—akhirnya memutuskan untuk berbicara. Keputusan ini diambil setelah enam tahun ia memendam pengalaman pahit yang dialaminya sendiri.

    Tari disebut sebagai salah satu dari puluhan santriwati yang diduga pernah mengalami perlakuan serupa dari Kiai Ashari. Cerita ini menarik perhatian publik setelah disampaikan dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo.

    Awal Mula Peristiwa

    Menurut Tari, peristiwa pertama terjadi ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 9 SMP dan tinggal di lingkungan pesantren. Saat itu, ia sudah cukup dekat dengan Kiai Ashari sehingga sering diminta membantu berbagai hal.

    Pada suatu hari, Tari mengaku tiba-tiba diminta memijat Kiai Ashari. Setelah selesai memijat, ia mengaku wajahnya dicium oleh Ashari. Namun, menurut pengakuannya, tindakan tersebut saat itu dianggap biasa di lingkungan pesantren bagi santri yang dekat dengan sang kiai.

    “Awal mulanya disuruh mijetin. Terus dicium. Kalau udah selesai kan pamitan, terus dicium (pipi kanan kiri bibir), di situ biasa, kalau sudah ndalem sama pak Kiai biasa. Tapi kalau santri biasa cuma salam tangan,” ungkap Tari.

    Diminta Tidur Bareng

    Seiring berjalannya waktu, Tari tidak hanya disuruh memijat Ashari. Ia juga sering diajak berziarah atau menghadiri acara sholawatan. Di situlah ia mendapatkan perlakuan tak biasa, yaitu disuruh menemani Kiai Ashari tidur di kamar.

    “Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu,” ujar Tari.

    Dalam sesi wawancara, Denny Sumargo menanyakan apakah ada perbuatan aneh saat berziarah atau sholawatan. Tari menjelaskan bahwa setelah acara, ia sering diajak menemani Kiai Ashari tidur di kamar.

    “Kalau kesannya itu, katanya, di sana kan ada guru torikoh, bilangnya disuruh guru torikoh itu, ini bagian dari nyembuhin sakit,” jawab Tari.

    Berdalih Sembuhkan Penyakit

    Menurut Tari, Kiai Ashari menyebut bahwa dengan tidur bareng dengannya, penyakit iri dengki di hati Tari bisa sembuh. “Katanya gitu, saya banyak iri, saya banyak penyakit dalam, semacam iri dengki, banyak fitnah,” ujar Tari.

    Densu pun bertanya apakah itu artinya Kiai Ashari melihat Tari dan menerawang. “Iya. (Kata kiai) ‘kamu itu banyak sakitnya, kamu itu iri dengki, obatnya gini’,” ucap Tari.

    “Oh obatnya tidur bareng?” tanya Densu.

    “Iya, salah satu obat. Aku enggak nangkepnya gimana gimana. Cuma aku mikir ‘emang aku seburuk itu’. Kadang mau kadang menolak juga. Takut sih pak, aku enggak pernah tidur beneran, cuma merem aja,” ungkap Tari.

    Tindakan yang Lebih Menjijikan

    Setelah sering diajak tidur bareng, Tari kian syok saat diminta melakukan hal menjijikan. Yaitu, Tari disuruh memasukkan alat kelamin Kiai Ashari ke mulutnya.

    Lagi-lagi, Ashari mengurai alasan aneh agar santriwatinya melakukan hal tak senonoh tersebut.

    “Pernah satu kejadian pak Kiai sampai bilang disuruh emut (alat kelamin), biar nanti ada darah daging di tubuh saya,” ungkap Tari.

    “Inisial A ini keinginanya itu memasukkan alat kelaminnya di mulut, ditelan, agar diakui nabi dan umat dan guru torikohnya,” tambah pengacara Tari.

    Pelaku Ditangkap

    Sementara itu, Kiai Ashari kini resmi ditangkap. Sebelumnya, ia sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan. Namun setelah ditangkap, Ashari dilepaskan meskipun berstatus tersangka.

    Saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan, Ashari justru melarikan diri. Polisi akhirnya melakukan pengejaran hingga berhasil melacak keberadaannya di wilayah Wonogiri. Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro, Wonogiri.

    “Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak untuk bersembunyi,” kata Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi.

    Atas kelakuan bejatnya, Ashari terancam dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya Undang-Undang Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta pasal persetubuhan terhadap anak dalam KUHP.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kasus Dugaan Pemerasan Wamen Imipas Silmy Karim Terhadap Izin Tinggal WNA jadi Bukti Gagalnya Pengawasan di Kemenimipas

    By adm_imr25 Juni 20262 Views

    Ibu 2 anak tewas setelah digigit kucing liar saat mencuci baju, luka kecil jadi maut

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    Asosiasi Kecam Rencana Permenkes, Minta Pemerintah Perlindungi Petani Tembakau

    By adm_imr25 Juni 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes

    27 Juni 2026

    Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A

    27 Juni 2026

    Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?

    27 Juni 2026

    Pilkades Kota Batu 2027, Komisi A DPRD Mulai Persiapkan Regulasi dan Anggaran

    27 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?