Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 tips pilih mobil rental liburan, aman dan nyaman

    14 Mei 2026

    Dosen FTIK UIN Saizu Masuk Scopus Q1, Dr. Saefudin Soroti Pendidikan Kritis untuk Petani

    14 Mei 2026

    Istri korban KDRT di Mojokerto pamer bukti transfer dari selingkuhan, sering cekcok

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 14 Mei 2026
    Trending
    • 5 tips pilih mobil rental liburan, aman dan nyaman
    • Dosen FTIK UIN Saizu Masuk Scopus Q1, Dr. Saefudin Soroti Pendidikan Kritis untuk Petani
    • Istri korban KDRT di Mojokerto pamer bukti transfer dari selingkuhan, sering cekcok
    • Cara Warung Makan Banyuwangi Pertahankan Rasa Kemiren dengan Masak di Tungku
    • Analisis 6 Rekomendasi Reformasi Polri untuk Prabowo
    • Kemenkes Bantu Ayah Dokter Myta yang Wafat di Jambi
    • Cara Ashari Kiai Asusila Kabur dari Polisi, Tertangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan
    • Resep Bernardo Tavares Bocor! Persebaya Jadi Ancaman Menakutkan di Super League
    • Tonton langsung live stream Bali United vs Borneo FC di Super League
    • Kronologi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Dikritik, MPR RI Minta Maaf Akibat Sikap Juri yang Salah Menilai Jawaban Peserta
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Kemenkes Bantu Ayah Dokter Myta yang Wafat di Jambi

    Kemenkes Bantu Ayah Dokter Myta yang Wafat di Jambi

    adm_imradm_imr14 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Duka di Balik Kehilangan Dokter Muda

    Di tengah duka yang mendalam atas wafatnya dr Myta Aprilia Azmi (25) saat bertugas di Jambi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan komprehensif bagi keluarga almarhumah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab negara atas jasa dan dedikasi yang telah diberikan oleh dr Myta selama masa pendidikannya.

    Beasiswa Penuh untuk Adik Almarhumah

    Kemenkes resmi mengumumkan bahwa adik perempuan dr Myta akan menerima beasiswa penuh hingga lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri). Hal ini dilakukan agar putri kedua keluarga tersebut dapat melanjutkan jejak kakaknya sebagai dokter. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi sulit yang sedang dihadapi keluarga almarhumah, terutama karena ayah almarhumah baru saja terserang stroke.

    “Anak beliau yang kedua ini masih kuliah di FK Unsri. Kami Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan beasiswa kepada putri kedua beliau, sehingga lulus, untuk bisa meneruskan kakaknya yang sudah jadi dokter,” ujar Menkes dalam konferensi pers di Jakarta.

    Pengobatan Gratis untuk Ayah Almarhumah

    Selain beasiswa, Kemenkes juga menjamin pengobatan gratis berkala bagi ayah dr Myta yang kini sedang menjalani pemulihan pasca-stroke. Penanganan medis ini akan difasilitasi langsung oleh rumah sakit milik Kemenkes di Palembang secara rutin dan berkala. Tujuannya adalah agar kondisi kesehatan sang ayah tetap stabil di bawah pengawasan tenaga ahli.

    Doa Ibu dan Harapan Perbaikan Sistem

    Ibu almarhumah, Okta, menyampaikan pesan menyentuh agar kejadian yang menimpa anaknya menjadi momentum terakhir dan tidak ada lagi korban jiwa pada program internsip. “Biarlah Myta tenang di sana dan akan menjadi kenangan indah karena almarhumah dikenal dengan kebaikannya. Hanya doa kami, semoga Myta ditempatkan di surganya Allah. Amin,” ujar Okta dengan penuh ketabahan.

    Tragedi ini menjadi katalisator bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan total terhadap program internsip, terutama terkait praktik perundungan dan beban kerja. Menkes menegaskan bahwa hal ini akan menjadi perbaikan mendasar bagi kegiatan pemahiran pendidikan kedokteran yang dilakukan di seluruh rumah sakit di Indonesia.

    Temuan Hasil Investigasi

    Tim investigasi gabungan yang diterjunkan Kemenkes RI bersama Ikatan Alumni FK UNSRI menemukan indikasi kuat adanya eksploitasi beban kerja yang melampaui batas kemanusiaan. Dalam konferensi pers di Jakarta, Plt Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna, memaparkan temuan awal yang mengonfirmasi kecurigaan publik selama ini.

    “Yang pertama tadi pengaturan jam kerja, jadi memang terdapat indikasi kelebihan jam kerja,” ungkap Rudi. Ia juga menambahkan bahwa dr Myta harus berjuang di ruang ICU hingga wafat dengan kondisi paru-paru berat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang.

    Budaya Kerja Buruk dan Ancaman Sanksi Wahana

    Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan ultimatum keras terhadap manajemen rumah sakit di Jambi dan seluruh Indonesia. Menurutnya, wafatnya dr Myta adalah alarm keras bagi dunia medis yang masih memelihara budaya kerja tidak sehat. Menkes menegaskan bahwa proses investigasi tidak hanya terpaku pada laporan administratif, tetapi juga melibatkan wawancara langsung dengan rekan sejawat almarhumah untuk mendapatkan data yang objektif dan transparan.

    “Tidak boleh ada dokter yang wafat karena adanya budaya kerja yang tidak baik yang dilakukan di rumah sakit, baik itu dalam program koas (ko-asisten), dalam program internship, maupun dalam program PPDS,” tegas Budi Gunadi Sadikin.

    Evaluasi Total: Jam Kerja dan Skrining Kesehatan

    Menanggapi temuan kelebihan beban kerja tersebut, Kemenkes kini menetapkan aturan baru bahwa jam kerja dokter internsip maksimal adalah 40 jam per minggu. Menkes menekankan pentingnya pendampingan bagi dokter muda.

    “Mereka tidak bisa, tidak boleh menggantikan dokter organiknya. Karena itu yang terjadi sekarang, kalau ada dokter internship masuk, dokter yang organik di sana bisa tidak usah hadir. Dokter internship itu prinsipnya harus didampingi,” jelas BGS.

    Selain mengaudit beban kerja, Kemenkes juga menelusuri kembali proses medical check-up (MCU) awal dr Myta untuk memastikan apakah kondisi paru-paru berat tersebut terdeteksi sejak dini atau muncul akibat tekanan kerja yang ekstrem. Jika terbukti ada kelalaian standar pelayanan atau perlindungan, Kemenkes mengancam akan melakukan evaluasi hingga pencabutan izin wahana internship bagi fasilitas kesehatan yang bersangkutan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cara Mengompres Payudara dengan Es, Solusi Alami Atasi Bengkak

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Mengapa Gula Darah Tidak Stabil? Ini Penyebab Utamanya

    By adm_imr14 Mei 20261 Views

    12 Tanda Kuku Orang Sakit Ginjal, Ketahui Jenisnya

    By adm_imr14 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 tips pilih mobil rental liburan, aman dan nyaman

    14 Mei 2026

    Dosen FTIK UIN Saizu Masuk Scopus Q1, Dr. Saefudin Soroti Pendidikan Kritis untuk Petani

    14 Mei 2026

    Istri korban KDRT di Mojokerto pamer bukti transfer dari selingkuhan, sering cekcok

    14 Mei 2026

    Cara Warung Makan Banyuwangi Pertahankan Rasa Kemiren dengan Masak di Tungku

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?