Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Malaysia batasi impor mobil listrik mulai Juli untuk lindungi industri lokal

    15 Mei 2026

    Jika Anda Bekerja Lama di Perusahaan, 7 Perilaku Rekan Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya

    15 Mei 2026

    Haji 2026: 12 Jemaah Surabaya Tunda Keberangkatan, 8 Wafat

    15 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 16 Mei 2026
    Trending
    • Malaysia batasi impor mobil listrik mulai Juli untuk lindungi industri lokal
    • Jika Anda Bekerja Lama di Perusahaan, 7 Perilaku Rekan Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya
    • Haji 2026: 12 Jemaah Surabaya Tunda Keberangkatan, 8 Wafat
    • Dari Tambang ke Wisata, Nafas Baru Ekonomi Belitung
    • Istri yang Dianiaya Badut Mojokerto, Tidak Urus Anak dan Selingkuh
    • Festival Kuliner di Jalan Nani Wartabone dan Agus Salim Gorontalo
    • Manchester United Incar Ander Barrenetxea, Rashford Komentari Masa Depan Barcelona
    • Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat yang Viral dan Berwibawa
    • Doa Setelah Sholat Dzuhur: Tahmid dan Sholawat Nabi
    • Geopolitik Global dan Kekuatan Rupiah yang Menurun
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Wisata»Dari Tambang ke Wisata, Nafas Baru Ekonomi Belitung

    Dari Tambang ke Wisata, Nafas Baru Ekonomi Belitung

    adm_imradm_imr15 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Desa Wisata Terong: Transformasi Bekas Tambang Menjadi Daya Tarik Ekonomi



    Di tangan masyarakat Desa Terong, bekas tambang timah dapat disulap menjadi desa wisata bernilai ekonomi. Dahulunya, Belitung merupakan pemasok 90% timah nasional. Tak heran jika bekas tambang timah tersebar di mana-mana. Dari ketinggian sekitar 1.500 meter di pesawat saja, bekas galian tambang tampak jelas tersebar di sejumlah titik. Namun masyarakat Desa Terong tak mau berlarut-larut hidup di tengah kerusakan alam. Mereka berhasil mengubah desanya menjadi desa wisata. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan citra desa sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

    Desa Terong berada di pesisir utara Kabupaten Belitung. Jaraknya sekitar 27,5 kilometer dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin atau sekitar 40 menit berkendara. Desa ini berlokasi di pesisir pantai utara Kabupaten Belitung. Kepala Desa Terong Iswandi menceritakan bagaimana ia bersama warga setempat bergotong royong merintis Desa Wisata Kreatif Terong sejak 2013. Gagasan ini muncul setelah Belitung ramai dikunjungi wisatawan pasca populernya film Laskar Pelangi. Saat itu, wisatawan banyak berkunjung ke Pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang, sementara Desa Terong belum dilirik.

    “Kita harus membuat sesuatu yang berbeda dari desa lain, termasuk desa Tanjung Kelayang. Akhirnya kita membangun sebuah konsep mengembangkan desa wisata,” kata Iswandi di Belitung saat berbincang dengan Infomalangraya.com akhir April lalu. Iswandi mengatakan, konsep ini terinspirasi dari Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta. Keduanya merupakan desa binaan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perjalanan membangun desa wisata itu tak mudah. Masyarakat bergotong royong saat libur kerja dan sekolah di akhir pekan. Selama sekitar tiga setengah tahun menutup lubang bekas tambang secara manual, hanya dengan cangkul dan sekop.

    Sedikit demi sedikit, galian bekas tambang tersebut mulai tertutup. Warga desa kemudian mulai membangun konsep wisata. Hasilnya mulai terlihat pada 2016 saat Desa Terong mulai bisa menjual paket wisata. Salah satu destinasi unggulannya adalah Wisata Aik Rusa Berehun, kawasan bekas tambang yang direklamasi secara swadaya dan kini dilengkapi fasilitas UMKM, area pertunjukan seni, pondok pertemuan hingga kolam pemancingan.

    Wisata edukasi ini berbasis pengalaman langsung. Seperti pengalaman menikmati kuliner lokal di depan kolam buatan. Kolam itu dibangun warga dari bekas galian tambang. Pengunjung juga bisa menikmati jalur hiking sambil melihat bagaimana kawasan bekas tambang dihidupkan kembali. Wisata lainnya adalah makan bedulang, tradisi makan bersama khas Belitung. Satu paket dulang dihargai Rp 250.000. Isi dulang bermacam-macam, ada ikan kuah kuning, cumi goreng, hingga ayam kecap.

    Makan bedulang memiliki tata cara khusus. Orang yang paling muda bertugas membagikan piring satu per satu kepada peserta yang lebih tua, lalu menyendokkan nasi secara berurutan mulai dari yang tertua. Sementara untuk pengambilan lauk dilakukan sebaliknya, yakni dimulai dari yang paling tua hingga giliran yang paling muda. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan sekaligus penghormatan kepada yang lebih tua.

    Iswandi mengakui, setelah mengubah desanya menjadi desa wisata, pendapatan desa meningkat. Pada 2020, jumlah pendapatan desa bahkan mencapai Rp 500 juta per tahun. Namun angka tersebut susut menjadi Rp 200 juta setelah wabah Covid-19 menyebar, yang menyebabkan pengunjung wisatawan berkurang.

    Bukit Peramun: Destinasi Wisata Alam yang Memukau

    Selain Desa Terong, destinasi lain yang layak dikunjungi saat berada di Belitung adalah Bukit Peramun. Dari puncak bukit setinggi 129 meter di atas permukaan laut ini, wisatawan bisa menikmati bentang alam Belitung, hamparan batu granit khas hingga panorama Laut Cina Selatan. Jika cuaca cerah, Bukit Peramun menjadi spot bagus untuk menikmati matahari terbenam. Jika malam tiba, pengunjung yang beruntung juga bisa melihat Tarsius, primata kecil yang aktif pada sore hingga malam hari.

    Bukit Peramun berada di kawasan strategis, di antara Kota Tanjung Pandan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Lokasinya sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Tanjung Pandan atau sekitar 22 kilometer dari bandara. Kawasan ini dikelola masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006 dan mulai dibuka sebagai destinasi wisata pada 2017 dengan konsep community-based tourism.

    Desa Wisata ini terkenal berkat pengelolaan berbasis teknologi. Kawasan ini bahkan dinobatkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Salah satu inovasi andalannya adalah aplikasi pemandu virtual berbasis Android yang membantu pengunjung mengenali jenis-jenis tanaman di kawasan hutan. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui laman peramun.com.

    IT Support Bukit Peramun Wahyu Ramadhan mengatakan aplikasi ini dikembangkan untuk membantu para pemandu wisata yang sebelumnya kesulitan menjelaskan informasi tanaman secara verbal. Awalnya, sistem informasi menggunakan barcode yang harus dipindai. Namun, model tersebut dinilai kurang praktis karena pengunjung cenderung enggan membaca penjelasan panjang.

    “Jadi awal mulanya itu dari keresahan para guide-guide kita yang agak kesulitan menjelaskan secara verbal. Aplikasi kita yang bikin. Keluarlah audio atau foto atau apa namanya, informasi-informasi yang berupa secara interaktifnya,” kata Wahyu. Menurut dia, seluruh data dalam aplikasi disusun berdasarkan hasil penelitian flora di kawasan Bukit Peramun dan disesuaikan dengan penamaan lokal. Wahyu menambahkan, sistem digital ini juga ramah lingkungan karena tidak merusak pohon. Penanda hanya menggunakan cat hitam-putih yang dapat diperbarui tanpa perlu memasang paku atau kawat pada batang pohon.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    17 destinasi populer di Sentul dengan harga terjangkau

    By adm_imr15 Mei 20261 Views

    Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Selasa (12/5)

    By adm_imr15 Mei 20263 Views

    Jadwal KA Anggrek Gambir-Surabaya Pasar Turi Mei 2026

    By adm_imr14 Mei 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Malaysia batasi impor mobil listrik mulai Juli untuk lindungi industri lokal

    15 Mei 2026

    Jika Anda Bekerja Lama di Perusahaan, 7 Perilaku Rekan Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya

    15 Mei 2026

    Haji 2026: 12 Jemaah Surabaya Tunda Keberangkatan, 8 Wafat

    15 Mei 2026

    Dari Tambang ke Wisata, Nafas Baru Ekonomi Belitung

    15 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?