Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Nasib 1.000 Motor Listrik MBG Rp1 T Terlantar di Gudang

    12 Juni 2026

    Kota Batu Jadi Sorotan Olahraga Anak: 565 Rider Ikuti AF71 Military Race Vol 2

    12 Juni 2026

    Pengacara Sony Sonjaya: Otak Korupsi MBG Bukan Dia

    12 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • Nasib 1.000 Motor Listrik MBG Rp1 T Terlantar di Gudang
    • Kota Batu Jadi Sorotan Olahraga Anak: 565 Rider Ikuti AF71 Military Race Vol 2
    • Pengacara Sony Sonjaya: Otak Korupsi MBG Bukan Dia
    • Bocor! Alasan Utama Malik Risaldi Bertahan di Persebaya Surabaya
    • Prospek IHSG Terus Tertekan, Saham Ini Layak Diperhatikan
    • Kisah menyedihkan putri Rubiyah Kartini ditemukan tewas di Sungai Enim, batal nonton bioskop bersama
    • Soal Ujian SD Kelas 1 Agama Islam dan Kunci Jawaban
    • RS Kanker Dharmais Tingkatkan Diagnostik Presisi dengan NGS
    • AceKid resmi hadir, susu formula anak dengan konsep susu segar terlacak
    • Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu 7-5 Juli: Diskon Tiket Semua Rute, Maumere-Balikpapan, Pantoloan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Malaysia batasi impor mobil listrik mulai Juli untuk lindungi industri lokal

    Malaysia batasi impor mobil listrik mulai Juli untuk lindungi industri lokal

    adm_imradm_imr15 Mei 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Pemerintah Malaysia mengumumkan perubahan kebijakan terkait impor kendaraan listrik (EV) yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Aturan baru ini mencakup dua poin utama, yaitu batasan harga minimum dan standar teknis tertentu untuk model EV yang diimpor.

    Batasan Harga Minimum dan Standar Teknis

    Dari tanggal tersebut, setiap unit kendaraan listrik yang diimpor harus memiliki nilai Cost, Insurance, and Freight (CIF) minimal sebesar RM200.000 atau sekitar Rp888 juta. Selain itu, kendaraan tersebut juga harus memenuhi standar teknis, seperti output motor minimal sebesar 180kW. Kebijakan ini diperkirakan akan memengaruhi model-model EV dari China yang selama ini mendominasi pasar dengan harga lebih terjangkau.

    Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri, Sim Tze Tzin menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan pengembangan industri otomotif lokal. Pemerintah ingin produsen asing bekerja sama dengan pemasok lokal dalam ekosistem otomotif, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas dan memposisikan Malaysia sebagai eksportir komponen otomotif.

    Akses Konsumen dan Kebijakan Produksi Lokal

    Meski ada aturan harga minimum, Sim menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan membatasi akses konsumen terhadap model EV murah. Produsen tetap diizinkan memasarkan kendaraan listrik dengan rentang harga RM100.000 hingga RM200.000, asalkan proses produksinya dilakukan melalui perakitan lokal di Malaysia.

    Analis TA Securities, Angeline Chin menyatakan bahwa kebijakan ini akan memperkuat posisi pemain rakitan lokal dan pemasok domestik dalam jangka panjang. Hal ini karena produsen lokal saat ini lebih fokus pada pengembangan kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

    Dampak pada Distributor dan Produsen Asing

    Aturan baru ini diperkirakan akan memengaruhi distributor besar seperti Sime Darby yang menangani merek BYD. Analisis dari portal otomotif Paultan menunjukkan bahwa BYD kemungkinan hanya bisa menjual 2 dari 7 model yang saat ini ditawarkan di Malaysia jika tidak beralih ke perakitan lokal.

    Tesla juga akan terdampak karena selama ini mengimpor seluruh unitnya dengan harga di bawah RM300.000. Namun, produsen nasional seperti Proton dan Perodua justru mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang tanpa tekanan langsung dari model impor entry-level asal China.

    Pertumbuhan Pasar dan Kontribusi Sektor Otomotif

    Proton telah memasarkan model e.MAS 7 dengan kisaran harga RM100.000 hingga RM120.000. Model budget e.MAS 5 yang dibanderol RM56.800 tercatat sebagai EV paling populer di Malaysia sepanjang tahun 2026. Sementara itu, Perodua menawarkan model QV-E seharga RM80.000 atau sekitar Rp355 juta melalui skema sewa baterai.

    Sektor otomotif memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Malaysia, dengan nilai estimasi mencapai RM80 miliar hingga RM95 miliar terhadap PDB pada 2025. Industri ini juga menyerap lebih dari 750.000 tenaga kerja dan didukung oleh lebih dari 640 produsen suku cadang otomotif di seluruh negeri.

    Kritik dan Tantangan Transisi Energi Hijau

    Namun, kebijakan ini tidak luput dari kritik para ahli bisnis yang khawatir akan konsistensi transisi energi hijau di Malaysia. Senior Analyst BowerGroupAsia, Timothy Wong menilai kejutan regulasi ini bisa membuat konsumen yang berniat beralih ke EV menjadi ragu atau membatalkan rencana pembelian mereka.

    Malaysia memiliki target ambisius untuk mencapai 15% populasi EV di jalanan pada 2030 dan meningkat hingga 80% pada 2050. Data pemerintah menunjukkan registrasi EV baru di tahun 2025 mencapai 44.813 unit, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 21.789 unit.

    Integrasi dengan Sektor Semikonduktor

    Integrasi dengan sektor semikonduktor menjadi kunci Malaysia dalam persaingan mobilitas masa depan. Sim Tze Tzin menekankan bahwa sebagai eksportir semikonduktor terbesar keenam di dunia, Malaysia memiliki basis manufaktur dan kapabilitas desain yang kuat untuk mendukung teknologi kendaraan otonom.

    “Tujuan kami jelas untuk menciptakan ekosistem terintegrasi di mana industri otomotif dan semikonduktor bekerja secara sinergi guna menangkap nilai ekonomi yang lebih besar,” ujar Sim Tze Tzin.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Nasib 1.000 Motor Listrik MBG Rp1 T Terlantar di Gudang

    By adm_imr12 Juni 20260 Views

    Ribuan Motor Listrik MBG Rp1 T Teronggok di Gudang, Buang Anggaran?

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    Omoway Omo X: Mobil Listrik Masa Depan dengan Teknologi Canggih

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Nasib 1.000 Motor Listrik MBG Rp1 T Terlantar di Gudang

    12 Juni 2026

    Kota Batu Jadi Sorotan Olahraga Anak: 565 Rider Ikuti AF71 Military Race Vol 2

    12 Juni 2026

    Pengacara Sony Sonjaya: Otak Korupsi MBG Bukan Dia

    12 Juni 2026

    Bocor! Alasan Utama Malik Risaldi Bertahan di Persebaya Surabaya

    12 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?