Festival Street Food Kota Gorontalo Berlangsung Meriah
Festival Street Food Kota Gorontalo yang digelar di sepanjang Jalan Nani Wartabone hingga kawasan eks Agus Salim berlangsung dengan sangat meriah. Acara ini awalnya hanya direncanakan berlangsung selama dua hari, yaitu sejak 8 Mei 2026. Namun, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat penyelenggara memperpanjang acara hingga 11 Mei 2026.
Pada hari keempat, jalanan depan lokasi festival sudah ditutup, sehingga pengendara hanya bisa menggunakan separuh jalan. Peningkatan volume kendaraan juga terlihat, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya acara.
Suasana Malam yang Dinamis
Menurut laporan, pada malam Senin (11/5/2026), deretan tenda kuliner dan tempat nongkrong outdoor masih ramai didatangi warga dari berbagai kalangan. Suasana malam di kawasan pusat Kota Gorontalo pun terlihat lebih hidup dengan hadirnya ratusan pelaku UMKM kuliner yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Dari depan Kantor Wali Kota Gorontalo hingga Bundaran Saronde, warga mulai mendatangi satu per satu lapak-lapak tersebut. Pengunjung mulai berangsur-angsur datang sejak pukul 20.58 Wita. Di waktu tersebut beberapa lapak baru didirikan sementara lainnya sudah berdiri sejak usai salat Isya.
Keberadaan Petugas Dishub
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo juga terlihat berjaga di beberapa titik mulai dari Bundaran Saronde hingga dengan beberapa simpang empat kawasan kuliner. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan pengunjung.
Di hari ke tiga kemarin malam, festival diisi dengan live musik, sehingga penonton pun membludak di kawasan Bundaran Saronde Kota Gorontalo.
Pengunjung Menyampaikan Kesan Positif
Misran Saleh, salah satu pengunjung, mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali datang ke lokasi ini. Menurutnya, lokasi ini menjadi tempat baru untuk nongkrong.
“Saya sudah dua kali datang, kemarin malam dan hari ini. Meski di hari pertama saya tidak sempat datang,” ungkapnya. Ia mengaku banyak pilihan kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke lokasi tersebut.
“Menurut saya ya lokasi yang bagus dan banyak pilihan makanan jadi daya tarik tersendiri apalagi ditambah live musik,” bebernya. Ia datang bersama satu temannya, mereka ingin menikmati suasana baru dan makanan yang ada di tempat itu.
Pelaku UMKM Merasa Puas
Ardiansyah, pelaku UMKM, mengatakan pendapatannya mengalami peningkatan sejak awal berjualan. Lokasinya berada dekat dengan Masjid Arkam Kota Gorontalo dan Mie Gacoan, sehingga menurutnya menjadi strategis.
“Mengalami peningkatan hampir sejuta bisa didapat hanya dalam waktu semalam,” ungkapnya. Ia pun berharap kegiatan festival seperti ini bisa diselenggarakan setahun sekali untuk mendukung perekonomian di Gorontalo.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota dan semoga festival seperti ini akan terus digelar per tahunnya,” ucapnya.
Tujuan Festival Street Food
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttaqin Adam, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan UMKM yang dilaksanakan pemerintah daerah pada 2026. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Usaha Mikro.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan dan mengembangkan usaha mikro agar mampu naik kelas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan serta mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Tujuan kegiatan ini pertama untuk peningkatan dan pengembangan usaha mikro menuju UMKM naik kelas. Kedua membantu pertumbuhan dan perbaikan ekonomi UMKM yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan Sosialisasi UMKM
Dirinya menambahkan, penguatan UMKM juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu pengendalian inflasi di Kota Gorontalo. Sebanyak sekitar 300 pelaku usaha mikro dijadwalkan mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka juga nantinya akan terlibat dalam kegiatan Street Food yang digelar selama dua hari.
Para peserta berasal dari berbagai jenis usaha mikro yang ada di Kota Gorontalo, mulai dari usaha kuliner, makanan ringan, hingga produk rumahan lainnya. Muttaqin berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memahami strategi pengembangan usaha di tengah persaingan ekonomi saat ini.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas usahanya,” tutupnya.







