Tiga Langkah Penting yang Harus Dilakukan Saat Hujan Lebat dan Banjir
PT PLN (Persero) telah merancang tiga langkah penting untuk memastikan keselamatan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem, khususnya saat hujan lebat dan banjir. Langkah-langkah ini dirancang sebagai respons terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menekankan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa saat kondisi alam sedang tidak stabil, masyarakat perlu lebih waspada terhadap risiko bahaya kelistrikan.
Langkah Pertama: Matikan Aliran Listrik
Langkah pertama yang harus dilakukan masyarakat saat air mulai memasuki rumah adalah mematikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) yang berada di meteran atau kWh meter. Tindakan ini sangat penting untuk mencegah risiko tersengat listrik akibat kontak langsung antara air dan instalasi listrik. Dengan mematikan sumber listrik, masyarakat dapat mengurangi potensi kecelakaan yang disebabkan oleh korsleting atau arus pendek.
Langkah Kedua: Cabut Perangkat Elektronik
Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah mencabut seluruh peralatan elektronik yang masih terhubung ke stop kontak. Jika genangan air semakin meningkat, disarankan untuk memindahkan peralatan listrik ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari jangkauan air dan potensi korsleting. Hal ini sangat penting karena air memiliki daya hantar listrik yang kuat. Gregorius menekankan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir.

Foto udara suasana jalur rel kereta api terendam banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). Berdasarkan data PT KAI Daop IV Semarang, hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (16/1) sore menyebabkan sejumlah ruas rel kereta api jalur Stasiun Pekalongan-Sragi terendam banjir dengan ketinggian sekitar 9-20 centimeter di atas bantalan rel, yang berimbas sejumlah perjalanan terganggu atau tidak dapat melintas dari arah Semarang-Jakarta maupun sebaliknya.
Langkah Ketiga: Pastikan Peralatan Kering
Langkah ketiga yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh peralatan listrik dan elektronik benar-benar kering sebelum kembali digunakan setelah banjir surut. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar tidak terjadi gangguan maupun kecelakaan saat aliran listrik kembali dinyalakan. Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan proses pemeriksaan ini karena peralatan yang belum kering bisa menyebabkan korsleting atau bahaya lainnya.
PLN juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam melaporkan potensi ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau dampak cuaca ekstrem lainnya. Laporan tersebut penting untuk mendukung pengambilan langkah pengamanan, termasuk penghentian sementara pasokan listrik di lokasi tertentu.
Tindakan Darurat oleh PLN
Dalam kondisi banjir dengan risiko tinggi, PLN dapat melakukan pemadaman sementara guna mencegah bahaya yang lebih besar. Pengaduan dan informasi terkait potensi gangguan kelistrikan dapat disampaikan melalui fitur pengaduan pada aplikasi PLN Mobile agar segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. Dengan adanya sistem pelaporan ini, masyarakat dapat membantu PLN dalam memantau dan menangani situasi darurat secara efektif.







