Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tips menghadapi pemadaman listrik akibat blackout dengan aman

    27 Mei 2026

    Legasi Pemimpin Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban

    27 Mei 2026

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Atlet Setelah Berhenti Merokok

    27 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 27 Mei 2026
    Trending
    • Tips menghadapi pemadaman listrik akibat blackout dengan aman
    • Legasi Pemimpin Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban
    • Ini yang Terjadi pada Tubuh Atlet Setelah Berhenti Merokok
    • 12 Makanan Khas Kalimantan Barat yang Menggugah Selera
    • Kakanwil Kemenhaj Kalsel H Eddy Khairani Ungkap Perjuangan Petugas Haji dalam Mengawal Jemaah Lansia
    • Film Pesta Babi Viral di YouTube, Ditonton 1,5 Juta Kali dalam Sehari
    • UEA Bergabung dengan Arab dan Qatar Minta Trump Berhentikan Perang dengan Iran
    • BrightspotCITY 2026 Siap Berlangsung, Undang Semua Hadir
    • Honda CRF 150L Tampil Gahar di Medan Off-Road, Cek Spesifikasi dan Harga Terbaru
    • Kunci Jawaban PAI Kelas 5 Halaman 102-104: Soal Pilihan Ganda Bab 4
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Legasi Pemimpin Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban

    Legasi Pemimpin Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban

    adm_imradm_imr27 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Hidup Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari

    Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari adalah tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Lahir pada tahun 1626, ia lahir di Moncong Loe, wilayah Kesultanan Gowa-Tallo yang merupakan salah satu kerajaan terkuat di Nusantara. Kehidupannya berawal dari lingkungan aristokrasi, namun jiwa mudanya tidak tersita oleh kemewahan istana.

    Pada usia sekira delapan belas tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya demi menuntut ilmu. Keputusan ini akan membentuk seluruh perjalanan hidupnya. Dalam beberapa literatur sejarah, I Lo’mo Ri Antang dan Datuk Ri Panggentungan dikenal sebagai teman seperguruan Syekh Yusuf. Ia lalu berlayar ke Banten, kemudian meneruskan pengembaraan spiritualnya hingga ke Aceh, Yaman, Mekkah, dan Madinah.

    Di Timur Tengah, ia berguru kepada para ulama besar dan mendalami berbagai tarekat sufi. Akhirnya, ia menjadi mursyid yang diakui dalam Tarekat Khalwatiyah, Qadiriyah, Naqsyabandiyah, dan jalur sufisme lainnya. Ketika kembali ke Nusantara, ia tidak hanya membawa gelar, tetapi juga khazanah keilmuan yang kemudian ia semai di berbagai penjuru.

    Peran sebagai Pejuang dan Pemimpin Spiritual

    Pada dekade 1670-an, Syekh Yusuf tiba di Kesultanan Banten dan disambut dengan penghormatan tinggi. Ia menjadi mufti kesultanan, penasihat spiritual, serta guru bagi ribuan santri. Namun peran terbesarnya justru lahir dari krisis: ketika VOC mulai mencengkeram Nusantara, Syekh Yusuf tidak memilih jalan kompromi.

    Ia memimpin perlawanan terhadap VOC bersama Sultan Ageng Tirtayasa, menjadikan ruang pengajian sebagai pusat konsolidasi perjuangan. Baginya, jihad bukan hanya perang fisik, melainkan perjuangan total untuk martabat manusia dan kedaulatan bangsa.

    Ketika Banten akhirnya takluk pada 1682, Syekh Yusuf ditangkap. Namun penangkapannya justru menjadi babak baru dalam sejarah perlawanannya yang tidak pernah padam. VOC menyadari bahwa semangat perlawanan Syekh Yusuf tidak akan pernah mati. Strategi pengasingan pun ditempuh dengan mengasingkannya jauh dari tanah yang ia cintai.

    Pengasingan dan Penyebaran Semangat

    Pertama ke Ceylon (1684), lalu ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan (1694), bersama ratusan pengikutnya. VOC salah menghitung. Pengasingan tidak mematikan api, justru menyebarkan semangatnya ke tanah-tanah baru. Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf mendirikan komunitas Muslim di Faure, di luar Cape Town.

    Ia mengajar, memimpin shalat, menulis risalah, dan menjaga kohesi masyarakat Muslim yang terdiri dari masyarakat lokal dan pengikutnya dari Nusantara. Komunitas inilah yang kelak menjadi fondasi Islam di Afrika Selatan, agama yang kini dipeluk oleh jutaan jiwa di seluruh benua hitam itu.

    Warisan dan Pengaruh Jangka Panjang

    Di sinilah keagungan sejati Syekh Yusuf terungkap: ia tidak sekadar bertahan dalam pengasingan, ia mengubah pengasingan menjadi misi perjuangan peradaban. Di tanah yang asing, ia menanam benih-benih spritulisme yang tumbuh melampaui generasinya. Para sejarawan Afrika Selatan mengakuinya sebagai Sheikh of Islam atau bapak spiritual Islam di Afrika Selatan.

    Nelson Mandela sendiri pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu pahlawan yang mengilhami semangat perlawanan. Di tengah pengejaran, peperangan, dan pengasingan, Syekh Yusuf juga tidak pernah berhenti menulis. Puluhan karya diwariskannya yang mencakup tasawuf, fikih, akidah, hingga surat-surat untuk menjaga semangat pengikutnya.

    Tradisi dan Warisan Budaya

    Tradisi keilmuan yang ia tanamkan di Sulawesi Selatan, khususnya melalui Tarikat Khalwatiyyah, hidup dan berkembang hingga hari ini. Ratusan ribu orang di Sulawesi dan sekitarnya masih mengamalkan ajaran tarikat yang berakar juga pada tradisi yang ia bawa dari Timur Tengah, yang telah ia racik dengan kearifan lokal Nusantara.

    Empat ratus tahun setelah kelahirannya, nama Syekh Yusuf menggema di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, di Ceylon (kini Sri Lanka), hingga di ruang-ruang akademis dunia. Ia adalah manusia yang hidupnya menjadi jembatan antara spritulisme, perjuangan, dan cita-cita kemanusiaan yang melampaui zamannya.

    Makam dan Pengakuan

    Bagi masyarakat Sulawesi Selatan-Barat, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh sejarah, ia adalah waliyullah, kekasih Allah yang kehadirannya tetap dirasakan lintas generasi. Makamnya di Gowa, tak pernah sepi dari peziarah. Sementara makamnya di Faure, Afrika Selatan, telah ditetapkan sebagai situs warisan nasional oleh pemerintah Afrika Selatan.

    Meskipun masyarakat juga meyakini makam dan petilasan yang terdapat ditempat lain. Gelar Pahlawan Nasional Indonesia yang diberikan pemerintah pada 1995 adalah sebagian kecil dari pengakuan yang layak ia terima. Sesungguhnya, legasinya jauh lebih besar dari sekadar gelar.

    Pesan dan Ajaran

    Syekh Yusuf mewariskan sebuah cara hidup: bahwa iman bukan pelarian dari dunia, melainkan kekuatan untuk mengubahnya. Bahwa keilmuan merupakan pelita untuk menerangi jalan. Bahwa pengasingan sejauh apapun tidak mampu memadamkan nyala kebenaran pada dada seorang yang telah bulat niatnya.

    Ia membuktikan menjadi panglima harapan di saat fajar, dan penyair doa di saat malam. Hingga menjadi cahaya di dua Benua. Al-fatihah.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cara menyembelih hewan kurban lengkap: niat, doa, makna, dan amalan penting menjelang Idul Adha

    By adm_imr27 Mei 20261 Views

    Arab Saudi: 1,5 Juta Jemaah Berhaji di Tengah Konflik

    By adm_imr26 Mei 20263 Views

    Syarat Usia Hewan Kurban Idul Adha: Aturan Kambing dan Sapi dalam Islam

    By adm_imr26 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tips menghadapi pemadaman listrik akibat blackout dengan aman

    27 Mei 2026

    Legasi Pemimpin Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban

    27 Mei 2026

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Atlet Setelah Berhenti Merokok

    27 Mei 2026

    12 Makanan Khas Kalimantan Barat yang Menggugah Selera

    27 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?