Negosiasi Damai AS dan Iran dengan Bantuan Pakistan
Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlangsung dengan bantuan Pakistan sebagai mediator. Proses ini dimulai pada hari Kamis (21/5/2026) pekan lalu, namun tidak dilakukan secara langsung. Perwakilan dari kedua negara hanya bertukar pesan melalui Pakistan. Presiden AS, Donald Trump, menyebut proses negosiasi berjalan lancar karena AS dan Iran berhasil menurunkan ego masing-masing sehingga sejumlah kesepakatan bisa diraih.
Berikut adalah beberapa hal yang disepakati dalam negosiasi damai tersebut:
1. Perpanjangan Gencatan Senjata Selama 60 Hari
Dalam negosiasi damai, AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini dilakukan agar perang tidak kembali pecah sampai kesepakatan perdamaian bisa diraih. Ini merupakan kali ketiga AS dan Iran memperpanjang gencatan senjata untuk meredam perang sementara waktu.
Sebelumnya, AS dan Iran juga pernah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan tersebut diraih pada 7 April lalu. Pada awal Mei ini, AS dan Iran juga menyepakati perpanjangan gencatan senjata. Namun, kala itu, tidak ada batasan waktu yang diberikan AS terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
2. Pembukaan Selat Hormuz Secara Penuh
Sebagai balasan atas perpanjangan gencatan senjata, Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. Pembukaan Selat Hormuz ini akan dilakukan selama 60 hari atau sama dengan waktu perpanjangan gencatan senjata yang diberikan AS ke Iran. Pembukaan ini dilakukan agar kapal-kapal bisa berlayar di Selat Hormuz dengan bebas.
Iran sendiri mulai memblokade Selat Hormuz sejak 28 Februari. Blokade ini dilakukan sebagai balasan atas serangan AS dan Israel di Ibu Kota Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pada 17 April, Iran sebetulnya sudah bersedia membuka kembali Selat Hormuz sebagai balasan karena AS bersedia menyetujui gencatan senjata. Namun, sehari setelahnya, Iran memutuskan untuk menutup lagi selat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai protes Iran karena AS tetap memblokade semua pelabuhan miliknya meski sudah ada gencatan senjata.

3. Melonggarkan Sanksi Penjualan Minyak Iran
Lebih lanjut, AS juga sepakat untuk melonggarkan sanksi penjualan minyak Iran selama 60 hari. Jadi, selama 60 hari ke depan, Iran diizinkan untuk mengekspor minyaknya ke luar negeri. Dalam periode waktu tersebut, negara-negara di dunia juga diizinkan untuk membeli atau mengimpor minyak dari Iran.
Sebagai informasi, sanksi penjualan minyak Iran ini sudah diterapkan oleh AS sejak 2025. Saat itu, AS melarang Iran mengekspor minyaknya ke luar negeri dan melarang negara lain untuk membeli minyak dari Iran. Hukuman ini diberikan untuk membuat ekonomi Iran jatuh agar mereka tidak bisa menyerang AS dan sekutunya, Israel.

4. Membuka Blokade Pelabuhan Iran
AS juga sepakat untuk membuka blokade terhadap semua pelabuhan milik Iran. Pembukaan ini dilakukan setelah AS memblokade semua pelabuhan milik Iran selama lebih dari sebulan.
AS sendiri mulai memblokade semua pelabuhan milik Iran, termasuk yang ada di Teluk Arab dan Teluk Oman, pada 13 April. Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM), blokade ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS. Upaya ini praktis membuat kapal-kapal dari seluruh dunia, termasuk kapal Iran sendiri, tidak bisa masuk dan keluar dari pelabuhan milik mereka.

5. Membujuk Israel Berhenti Menyerang Lebanon
Terakhir, AS juga sepakat untuk membujuk Israel agar segera berhenti menyerang Lebanon. Sebab, meski sudah ada gencatan senjata, Israel hingga kini masih menyerang Lebanon untuk membasmi seluruh anggota Hizbullah. Hizbullah dilaporkan bermarkas di wilayah Lebanon selatan.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.100 orang. Jumlah tersebut termasuk 123 tenaga medis, 210 anak-anak, dan hampir 300 perempuan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah tersebut bisa bertambah jika Israel terus menyerang.

Kesepakatan Masih Dalam Diskusi
Semua kesepakatan di atas sebetulnya belum difinalisasi oleh AS dan Iran. Sebab, kedua negara masih ingin berdiskusi agar kesepatakan tadi menguntungkan kedua pihak dan bisa menghasilkan perdamaian. Menurut seorang pejabat AS, kesepakatan tersebut akan difinalisasi dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu, kesepakatan perdamaian bisa segera diraih.







