Perayaan Idul Adha di Berbagai Negara dengan Tradisi Unik
Idul Adha merupakan perayaan besar yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap negara memiliki cara sendiri dalam menyambut dan merayakan hari raya kurban ini, yang mencerminkan kekayaan budaya lokal serta nilai-nilai keislaman. Berikut adalah enam tradisi unik perayaan Idul Adha dari berbagai negara di dunia.
Filipina
Umat Muslim di Filipina cenderung mengurbankan kambing atau sapi, bukan domba seperti di banyak negara lain. Hari libur Idul Adha biasanya hanya diumumkan di wilayah mayoritas Muslim seperti Mindanao dan Sulu. Momen ini menjadi ajang penting untuk mempererat silaturahmi antarumat Islam di negara yang mayoritas penduduknya beragama non-Muslim.
Maroko
Di Maroko, Idul Adha dikenal sebagai “lebaran agung” dan dirayakan selama tiga hari penuh dengan berbagai kegiatan. Salah satu kekhasan di sini adalah mengoleskan henna pada tanduk hewan kurban, biasanya domba, sebagai simbol doa dan penghormatan. Keluarga-keluarga berkumpul untuk menyembelih hewan kurban lalu menyajikan hidangan seperti kebab, tagine, dan couscous.
Pakistan
Masyarakat Pakistan menghias hewan kurban seperti sapi dan kambing dengan cat, pita, dan pernak-pernik berwarna-warni menjelang Idul Adha. Kegiatan ini dipandang sebagai bentuk penghormatan sekaligus cara untuk menambah semarak suasana hari raya. Setelah penyembelihan, daging dibagikan kepada keluarga, teman, dan mereka yang membutuhkan.
Singapura
Kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai menjadi pusat keramaian saat Idul Adha tiba, dengan bazar makanan yang ramai dikunjungi warga. Bazar ini menawarkan berbagai bumbu daging dan bahan masakan khas untuk mempersiapkan hari raya kurban. Usai salat, keluarga-keluarga berkumpul untuk memasak, makan bersama, dan berbagi daging kurban dengan tetangga serta yang membutuhkan.
Malaysia
Kuala Lumpur tampil lebih semarak saat Idul Adha karena jalan-jalan ibu kota dihiasi dengan rangkaian bunga. Ada juga kebiasaan membuka rumah untuk menyambut tamu, mirip dengan konsep open house saat Idul Fitri. Para tamu dijamu dengan hidangan tradisional Kelantan yang kaya rasa dan rempah-rempah dalam suasana penuh kebersamaan.
Bangladesh
Berbeda dengan Indonesia yang mudik saat Idul Fitri, warga Bangladesh justru mudik besar-besaran menjelang Idul Adha. Arus mudik ini kerap menimbulkan kepadatan luar biasa, bahkan banyak warga yang nekat menaiki perahu kecil saat tiket feri habis terjual.
Turkmenistan
Perayaan Idul Adha di Turkmenistan tidak hanya diisi ibadah, tetapi juga dimeriahkan dengan konser dan berbagai acara hiburan. Warga setempat juga memasang ayunan besar di berbagai sudut wilayah karena percaya penggunanya akan dibersihkan dari dosa.
Kaukasus
Kawasan Kaukasus, meliputi Azerbaijan, Georgia, dan Armenia, memiliki sejarah Islam panjang yang sempat terhenti di era Soviet. Sejak 1995, setelah runtuhnya Uni Soviet, umat Muslim di kawasan ini kembali bebas merayakan Idul Adha secara terbuka dan meriah. Kini banyak pasar hewan didirikan, dan warga berkumpul untuk salat, menyembelih hewan kurban, serta berbagi daging.
Aljazair
Pada hari pertama Idul Adha, warga Aljazair biasa menghabiskan waktu untuk membeli batu bara dan kayu bakar. Kedua bahan itu digunakan untuk mempersiapkan melfut, yaitu panggangan tradisional khusus untuk memasak daging kurban. Keluarga-keluarga berkumpul di sekitar panggangan untuk menikmati daging kurban bersama dalam suasana hangat penuh kebersamaan.
Nigeria
Di wilayah utara Nigeria, Idul Adha disambut dengan parade bertajuk Hawwan Sallah dan Daushe yang melibatkan kuda-kuda berhias. Kuda-kuda tersebut didekorasi dengan aksesori berwarna-warni dan ornamen tradisional sebagai simbol kemegahan dan kegembiraan hari raya. Selain parade, warga berkumpul untuk menyembelih hewan kurban dan menikmati hidangan khas bersama keluarga.
Kazakhstan
Warga Kazakhstan merayakan Idul Adha dengan saling bertukar hadiah dan berbagi makanan dengan sesama yang kurang mampu. Rumah-rumah dibuka lebar untuk menerima tamu, dan hidangan dari daging kurban disiapkan untuk semua yang datang berkunjung.
Arab Saudi
Penyembelihan unta menjadi salah satu ciri khas Idul Adha di Arab Saudi yang membedakannya dari banyak negara lain. Daging unta tidak hanya dibagikan kepada warga setempat, tetapi juga disumbangkan ke negara-negara di Asia Tengah, Asia Selatan, dan Afrika.
Mesir
Di Mesir, penyembelihan hewan kurban kerap dilakukan di tepi jalan atau di depan rumah, menjadikan sudut-sudut kota tampak berwarna merah. Warga Mesir juga merayakan Idul Adha dengan hidangan khas seperti fatta, yaitu nasi yang dimasak dengan saus tomat, yang wajib hadir di meja makan. Daging olahan lainnya seperti iga kambing dan ro’a, sejenis pai daging, turut melengkapi sajian hari raya yang meriah ini.
Kosovo
Di Kosovo, Idul Adha dikenal dengan nama Kurban Bajramit dan ditandai dengan kehadiran anak-anak berpakaian tradisional berwarna cerah. Busana yang mereka kenakan bukan sekadar pakaian pesta, melainkan simbol warisan budaya dan identitas lokal yang dijaga turun-temurun.
Turki
Idul Adha di Turki berlangsung selama empat hari dan dikenal dengan sebutan Kurban Bayrami oleh masyarakat setempat. Sebelum disembelih, hewan kurban dihias terlebih dahulu menggunakan henna dan pita sebagai bagian dari kekhasan perayaan.
India
Di Srinagar, ibu kota Jammu dan Kashmir, festival tiga hari digelar menjelang Idul Adha jika momen ini bertepatan dengan musim liburan. Warga menyebut perayaan kurban ini dengan nama Bakrid, dan jalanan kota pun ramai dipenuhi turis yang berbaur bersama warga lokal. Berbagai pilihan makanan seperti roti, daging, dan kudapan manis turut memeriahkan festival tersebut.
Inggris
Idul Adha di Inggris dijuluki “Savory Eid” atau “Eid Gurih” karena sebagian besar hidangan yang disajikan bercita rasa gurih. Menu yang umumnya hadir adalah makanan khas Timur Tengah dan India seperti kebab, nasi biryani, dan bistik haleem. Makanan penutup seperti kue-kue dan baklava asal Turki selalu hadir melengkapi meja makan saat hari raya ini.
Uni Emirat Arab
Idul Adha di Uni Emirat Arab menjadi momen untuk tampil dengan busana baru dan penampilan terbaik, terutama bagi kaum wanita. Para wanita biasanya mengecat rambut, memakai parfum, dan menghias tangan dengan henna sebagai bagian dari persiapan hari raya. Saat bersilaturahmi, tuan rumah menyambut tamu dengan sajian manis, buah-buahan, kurma, kopi, dan teh.






