Penasaran dengan Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Menteri ESDM Ingin Bertemu Penciptanya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rasa penasaran terhadap sosok pencipta lagu viral yang menggunakan namanya. Lagu berjudul “MBG Mas Bahlil Ganteng” kini menjadi perbincangan hangat di media sosial, dan Bahlil pun ingin mengetahui siapa saja yang menciptakannya.
Bahlil mengaku awalnya tidak tahu tentang lagu tersebut hingga ditelepon oleh anaknya. Ia menyampaikan keinginan untuk bertemu langsung dengan pencipta lagu tersebut. Hal ini disampaikannya saat berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam sebuah kesempatan.
Rasa Penasaran yang Menggebu
Saat berada di Makkah menjalankan ibadah haji, Bahlil mengatakan bahwa ia baru mengetahui adanya lagu tersebut setelah anaknya memberitahukannya. Dalam percakapan itu, ia menyebutkan bahwa anaknya bahkan memanggilnya dengan sebutan “Bapak MBG”.
“Saya sendiri nggak tahu. Dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran. Ini siapa yang buat? Jadi kalau boleh nih, kalau ini bisa temukan, saya pingin sekali ketemu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jika pencipta lagu tersebut datang, ia akan mengundangnya untuk berbincang-bincang dan makan bersama. Selain itu, Raffi Ahmad menyebutkan bahwa putranya, Rafathar, juga menyukai lagu tersebut.
Pentingnya Menghargai Kreativitas Anak Muda
Bahlil menegaskan bahwa kreativitas anak muda harus dihargai, terutama dalam era digital saat ini. Ia menekankan bahwa media sosial memiliki peran penting, tetapi harus digunakan secara terukur agar tidak menyentuh isu sensitif seperti SARA.
“Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya risiko jadi pejabat publik, harus menerima semuanya,” kata Bahlil.
Asal Usul Lagu Viral
Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” ternyata berasal dari karya netizen. Awalnya, akun TikTok @vokaliz_netizen mengunggah video dengan judul “Kanda My Little Bolu Ketan” pada 29 April 2026. Video tersebut cepat menyebar dan mendapat lebih dari satu juta likes serta banyak komentar.
Dalam unggahan tersebut, akun @vokaliz_netizen menampilkan berbagai komentar netizen yang kemudian diolah menjadi lagu parody bernuansa humor. Beberapa komentar yang menjadi sumber lirik antara lain:
- Akun Abiezanel: “MBG = MAS BAHLIL GANTENG”
- Akun Zea: “buah apa yg paling manis buuahlil”
- Akun Alumni Kiamat 2012: “tambah ganteng aja my little bolu ketan”
- Akun BananaSmooties: “oooppsss kanda suka dinda punya gaya”
- Akun AKIRAツ: “sialan dia makin lucu guys”
- Akun non: “Klo diperhatiin lama lama, mirip banget sma zayn malik ih my bahlil gantenggg..”
- Akun michi suka matcha: “makin glowing aja nih koko bahlil kecintaan ku”
- Akun BobonBonitaBalon: “My little cilok pentol kecap dinda”
- Akun Anggi: “maafkan dinda dlu salah paham sm kanda”
- Akun Gina Rose: “Apa itu harta tahta baskara, aku tim harta tahta kakanda”
- Akun Serbinan Sviri: “sah ya, benci dan cinta itu beda tipis”
- Akun Xhieo: “Semenjak kanda bilang matikan kompor kalo masakan sudah matang, dinda memilih untuk tidak memasak kanda ku”
Salah satu komentar yang ikut ramai diperbincangkan berasal dari akun DUNIA IKAN yang menulis: “anjjir berani berani nya kanda gw di buat becandaan”.
Tanggapan Partai Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi santai viralnya lagu tersebut. Menurutnya, fenomena ini merupakan bagian dari kreativitas masyarakat yang tidak perlu disikapi secara berlebihan. Idrus mengatakan bahwa Bahlil Lahadalia menanggapi fenomena ini dengan santai dan penuh humor.
“Kita tidak bisa melarang bagaimana kreativitas masyarakat dan lain-lain sebagainya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bahlil tidak mempermasalahkan munculnya lagu tersebut dan malah menanggapinya dengan santai. “Dan oleh karena itu Pak Bahlil ketum Golkar kalau ada hal seperti itu ketawa-ketawa aja.”
Idrus juga menekankan bahwa dalam dunia politik, viralitas justru menjadi tanda bahwa seorang politisi masih mendapat perhatian publik. “Ya bahkan dalam beberapa pernyataannya kalau kita politisi tidak viral berarti kita tidak jadi perhatian. Syukurlah masih ada yang memperhatikan kita, jadi ini saja,” ujarnya.
Meski demikian, Idrus mengingatkan bahwa setiap kreativitas tetap harus dimaknai secara bijak dan tidak mengarah pada hal-hal sensitif yang dapat memicu persoalan di ruang publik. “Nah, tinggal bagaimana memaknai kreativitas itu. Ya itu penting memaknai kreativitas itu,” katanya.







