Tradisi Pakaian Bling-Bling Jemaah Haji yang Menarik Perhatian
Tradisi jemaah haji yang pulang dari tanah suci selalu menarik perhatian masyarakat. Salah satu hal yang sering menjadi sorotan adalah penggunaan pakaian yang semarak dan berkilau, terutama di daerah seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Sulawesi Selatan (Sulsel). Fenomena ini tidak hanya sekadar untuk memperingati kepulangan dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi simbol kebahagiaan dan rasa syukur atas selesainya ibadah haji.
Pengalaman Jemaah Haji Asal Gowa
Salah satu jemaah haji asal Gowa, Suryani, menjadi perhatian karena mengenakan pakaian bling-bling yang dihiasi dengan perhiasan emas saat tiba di Tanah Air. Ia mengaku bahwa pakaian khusus ini dibuat dengan biaya mencapai Rp 8 juta. “Ya, lumayan. Ada sekitar 8 juta pakaiannya yang dijahit,” ujarnya kepada wartawan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Jumat (5/6/2026).
Suryani, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar, tiba di Tanah Air sekitar pukul 07.00 Wita. Ia mengungkapkan rasa syukur karena telah menyelesaikan ibadah haji setelah menunggu keberangkatan selama 15 tahun. “Alhamdulillah, sudah sehat-sehat semua bersama-sama rombongan. Ya, betul-betul penuh perjuangan. Alhamdulillah, tapi semuanya dilancarkan,” katanya.
Selama perjalanan, Suryani mengganti pakaian bling-bling saat berada di pesawat. Ia menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakannya di Mekkah berbeda dengan yang dipakai saat tiba di Indonesia. “Ganti pakaian di atas pesawat. Kalau pakaiannya yang dibeli ada di Mekkah, ada di sini,” ujarnya.
Harapan untuk Keluarga
Suryani berharap agar keluarganya bisa diberi rezeki untuk dapat menjalankan haji dan umrah suatu hari nanti. “Saya harapkan semua, untuk anak-anakku dan keluargaku bisa melaksanakan haji dan umrah. Semoga dimudahkan rezekinya. Semua saudara-saudara dan keluargaku,” harapnya.
Persiapan Kostum Khusus
Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pasangan Arifin Zais (53) dan Jati Ayu Awwaliyah (46) juga menunjukkan keunikan dalam tradisi kepulangan jemaah haji. Mereka tampil serasi menggunakan kostum khusus yang terdiri dari gamis putih lengkap dengan sorban merah-putih serta gaun hitam bermotif emas yang dipadukan dengan hiasan ronce melati khas jemaah haji.
Mereka disambut oleh keluarga besar, terutama anak-anak yang langsung memeluk begitu mereka tiba di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. Penampilan mereka ini bukan tanpa persiapan. Arifin mengungkapkan bahwa konsep busana kepulangan sudah mereka rencanakan sejak masih berada di Makkah. “Sudah dari jauh-jauh hari. Dari Masjidil Haram sudah kita rencanakan,” ujar sang suami dengan rona bahagia di wajahnya.
Penyambutan di Kalsel
Penyambutan jemaah haji di Kalsel berlangsung dengan penuh haru dan bahagia. Pasangan Arifin dan Jati Ayu merupakan anggota Kelompok Terbang (Kloter) 1 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin yang mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kamis dini hari.
Penyambutan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel di Aula Asrama Haji Banjarmasin. Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel, Eddy Khairani, menyatakan bahwa 359 jemaah haji kloter 1 telah tiba di Kalsel. “Dari pemberangkatan kemarin sejumlah 359 jemaah dan alhamdulillah kembali ke Banjarmasin 359. Jadi, artinya lengkap kembali, tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang sakit, dan sebagainya,” katanya.
Eddy juga mengimbau jemaah yang telah tiba untuk berkoordinasi dengan tim kesehatan jika merasa sakit atau kurang enak badan. Ia menambahkan bahwa ada lima jemaah haji yang meninggal di tanah suci, dua dari Kalimantan Tengah dan tiga dari Kalimantan Selatan.
Keamanan dan Kesehatan Jemaah
Kepala Kantor Kemenhaj Banjarmasin, H Ahmad Sya’rani, membenarkan bahwa seluruh jemaah haji asal Banjarmasin dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah, untuk Banjarmasin tidak ada yang meninggal dunia. Jadi kita berangkat lengkap, pulangpun lengkap,” ucapnya.
Selain itu, Sya’rani juga menjelaskan bahwa pemeriksaan barang bawaan dan koper jemaah di bandara berjalan lancar. Secara umum, regulasi mengenai berat dan isi koper besar dipatuhi oleh para jemaah. Ia menegaskan tidak ada kendala pada bagasi utama karena jemaah tertib mematuhi aturan penerbangan.







