Dampak Pemadaman Listrik pada Usaha Kecil di Sukoharjo dan Karanganyar
Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar pada Jumat (19/6/2026) memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha kecil. Banyak dari mereka mengalami gangguan operasional yang cukup serius, terutama karena ketergantungan terhadap pasokan listrik dan jaringan internet.
Beberapa usaha fotokopi dan sablon terpaksa menghentikan layanan selama beberapa jam. Hal ini menyebabkan banyak pelanggan tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka, seperti fotokopi dokumen atau transaksi digital. Mesin fotokopi, printer, dan komputer menjadi tidak berfungsi, sehingga aktivitas usaha harus dihentikan sementara.
Usaha Fotokopi di Polokarto Terpaksa Tutup Layanan Berjam-jam
Salah satu yang merasakan dampak pemadaman listrik adalah Luluk (25), seorang pekerja di usaha fotokopi dan sablon kaos BRAMASTI PRINTING yang berada di wilayah Wonosari RT 01, RW 13, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Sejak listrik padam sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 14.00 WIB, aktivitas usaha praktis terhenti total.
Berbagai perangkat yang biasa digunakan untuk melayani pelanggan tidak dapat dioperasikan. Kondisi tersebut membuat Luluk bersama suaminya, Jo (29), harus menghadapi situasi yang cukup berat. Mereka terpaksa menolak sejumlah pelanggan yang datang dengan berbagai kebutuhan, mulai dari fotokopi dokumen hingga transaksi digital.
Menurut Jo, bukan hanya listrik yang padam, namun jaringan internet juga ikut terganggu sehingga layanan top up digital tidak dapat dilakukan. “Terpaksa ditolak karena memang sedang mati listrik, selain itu jaringan juga ikut hilang, jadi tidak bisa untuk top up digital,” ujar Jo.
Kondisi Serupa Dialami Usaha Fotokopi di Karanganyar
Nasib yang hampir sama juga dirasakan Hani (25), seorang karyawan jasa fotokopi yang berlokasi di Jalan Mayor Kusmanto, kawasan Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Saat pemadaman terjadi, pihak usaha terpaksa memasang kertas bertuliskan “Mati Lampu” di bagian depan ruko sebagai pemberitahuan kepada pelanggan.
Padahal lokasi usaha tersebut berada di kawasan yang cukup strategis, tidak jauh dari rumah sakit maupun sekolah, sehingga setiap harinya melayani berbagai kebutuhan masyarakat seperti fotokopi, scan dokumen, rental komputer, jasa pengetikan, hingga layanan administrasi lainnya.
Hani mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa akan terjadi pemadaman listrik pada hari itu. Berbeda dengan beberapa pemadaman sebelumnya yang disertai pemberitahuan melalui media sosial, kali ini listrik padam secara mendadak. “Tahunya tiba-tiba mati (listrik),” katanya kepada wartawan, Jumat siang.
Pelanggan Datang, Tetapi Tidak Bisa Dilayani
Akibat pemadaman tersebut, aktivitas usaha nyaris berhenti total. Mesin fotokopi dan perangkat pemindai dokumen tidak dapat digunakan sehingga pelayanan kepada pelanggan terpaksa dihentikan sementara. Hani mengungkapkan bahwa setidaknya ada dua pelanggan yang datang ketika listrik sedang padam. Namun kebutuhan mereka tidak dapat dilayani karena seluruh peralatan bergantung pada pasokan listrik.
“Ya terpaksa ditolak karena tidak bisa melayani,” tuturnya. Situasi itu menjadi dilema tersendiri bagi pelaku usaha. Di satu sisi pelanggan membutuhkan pelayanan, namun di sisi lain tidak ada cara untuk menjalankan operasional tanpa listrik.
Pemadaman Berdampak Langsung pada Pendapatan Usaha
Saat ditanya mengenai kapan listrik akan kembali normal, Hani mengaku belum memperoleh informasi yang pasti. Ia bahkan masih berupaya mencari informasi terkait penyebab maupun durasi pemadaman yang terjadi. Menurutnya, kondisi seperti ini tentu memberikan dampak langsung terhadap pemasukan usaha karena selama listrik padam tidak ada satu pun layanan yang dapat dijalankan.
Kondisi semakin sulit karena tempat usahanya tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi pemadaman. Akibatnya, seluruh aktivitas usaha benar-benar berhenti hingga pasokan listrik kembali menyala.
Harapan Pelaku Usaha Kecil
Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, para pelaku usaha kecil berharap ke depan terdapat perhatian lebih terhadap dampak yang ditimbulkan pemadaman listrik terhadap sektor usaha mikro dan kecil. Bagi mereka, beberapa jam tanpa listrik dapat berarti hilangnya sejumlah pelanggan dan berkurangnya pendapatan harian yang menjadi sumber penghidupan.
“Harapannya semoga ke depannya, kalau pemadaman mungkin karena kebijakan ya, kebijakan apa kurang tahu. Ya lebih memikirkan usaha kecil saja,” pungkas Hani.
Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa pentingnya pasokan listrik yang stabil bagi keberlangsungan usaha kecil. Di era yang semakin bergantung pada teknologi dan layanan digital, gangguan listrik selama beberapa jam saja mampu menghentikan aktivitas usaha, mengganggu pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengurangi pendapatan para pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari usaha sehari-hari.






