Wacana Hibah Motor Listrik MBG untuk Guru Honorer
Sejumlah motor listrik yang telah dibeli oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini menumpuk di gudang setelah tiga pejabat BGN ditangkap karena dugaan korupsi. Hal ini memicu wacana untuk menghibahkan ribuan motor tersebut kepada guru honorer di berbagai daerah.
Dukungan dari Anggota DPR
Anggota DPR menyambut baik rencana penghibahan motor listrik tersebut. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap rencana BGN untuk memberikan motor listrik kepada guru honorer. Menurutnya, langkah ini menjadi pilihan yang tepat agar aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal.
Yahya menjelaskan bahwa usulan hibah ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam rapat bersama Komisi IX DPR. Ia mengatakan bahwa rencana ini dinilai memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama guru honorer yang tinggal di daerah-daerah.
Kritik Terhadap Pengadaan Kendaraan
Meski mendukung pemanfaatan aset tersebut, Yahya tetap menegaskan kritiknya terhadap pengadaan kendaraan untuk kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, tugas dan aktivitas SPPG tidak memerlukan tingkat mobilitas yang tinggi. Oleh karena itu, ia merasa pengadaan kendaraan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan kerja para pengelola dapur program makan bergizi.
Evaluasi Aset yang Telah Dibeli
Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN, menyatakan bahwa motor listrik untuk operasional SPPG telah dibeli pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Ia menekankan bahwa aset yang telah dibelanjakan menggunakan uang negara harus dimaksimalkan kegunaannya. Namun, BGN akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung.
Agustina juga menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya berlaku untuk motor listrik, tetapi juga untuk seluruh barang yang telah dibeli pada 2025. Termasuk perangkat teknologi informasi seperti laptop, IoT, dan CCTV. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan barang-barang yang telah dibeli menjadi salah satu upaya BGN menyisir anggaran pada 2026.
Penampakan Gudang Motor Listrik BGN
Di sisi lain, gudang motor listrik BGN di Sentul, Bogor, disegel oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Penyegelan dilakukan buntut dugaan korupsi tata kelola makan bergizi gratis (MBG).
Dari luar pagar, terlihat kendaraan yang akan didistribusikan untuk SPPG masih menumpuk. Deretan motor jenis trail dan skuter matic masih berderet rapi di area depan dan samping gudang tertutup kain jaring warna hitam.
Beberapa pegawai nampak meninggalkan pergudangan di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor tersebut pada jam pulang kerja. Namun, awak media tidak diperkenankan masuk ke dalam area gudang oleh salah satu pegawai yang membuka tutup pagar. Pria berbaju kuning itu meminta awak media untuk mengambil gambar dari luar pagar.







