Pentingnya Jurnalisme Berkualitas di Era Digital
Di era digital yang semakin berkembang, jurnalisme berkualitas menjadi semakin dibutuhkan. Hal ini terkait dengan maraknya berita hoaks dan disinformasi yang bisa merusak pemahaman masyarakat tentang realitas. Jurnalisme berkualitas tidak hanya bertugas menyajikan informasi, tetapi juga memastikan bahwa informasi tersebut relevan, akurat, dan bermanfaat bagi publik.
Fransiskus Surdiasis, seorang wartawan senior sekaligus anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas, menegaskan bahwa praktek jurnalisme berkualitas bergantung pada komitmen seorang wartawan. Jika ingin menghadirkan jurnalisme berkualitas, maka wartawan harus melayani publik dengan memberikan berita yang terkait dengan kepentingan publik.
Tiga Alasan Mengapa Jurnalisme Berkualitas Dibutuhkan
Frans menjelaskan tiga situasi utama yang membuat jurnalisme berkualitas semakin penting:
- Kelimpahan Informasi
Perkembangan teknologi telah membuat informasi dapat diproduksi lebih cepat dan dalam jumlah yang besar. Namun, hal ini juga menciptakan tantangan bagi masyarakat dalam memilah informasi yang benar dan relevan. Frans menyatakan bahwa teknologi memiliki dua sisi, yaitu kemudahan dan kecepatan, tetapi juga menyebabkan kelimpahan informasi yang bisa membingungkan publik.
“Teknologi selalu punya efek membuat sesuatu lebih cepat dan lebih banyak. Di tengah kelimpahan informasi tersebut, publik memiliki kebutuhan yang semakin besar tentang apa yang penting,” ujarnya.
- Maraknya Praktik Disinformasi
Disinformasi adalah informasi yang salah dan sengaja disebarkan untuk mengelabui atau merugikan pihak tertentu. Frans menilai bahwa maraknya disinformasi di ruang digital memperkuat kebutuhan akan jurnalisme berkualitas yang mampu membedakan fakta dari kebohongan.
“Dalam situasi seperti ini, jurnalisme berfungsi sebagai pembawa kejernihan dengan menyingkap berbagai distorsi dan kebohongan,” katanya.
- Gejala Kemunduran Demokrasi
Frans menegaskan bahwa saat ini sedang terjadi gejala kemunduran demokrasi di tingkat global, termasuk di Indonesia. Jurnalisme berkualitas diperlukan sebagai infrastruktur pengetahuan yang mampu mendukung kehidupan demokrasi yang lebih baik.
“Jurnalisme berkualitas bisa kita anggap sebagai salah satu infrastruktur epistemik (pengetahuan yang benar). Ini bukan infrastruktur fisik, tetapi infrastruktur pengetahuan. Infrastruktur yang berkaitan dengan cara kita memahami lingkungan kita,” jelasnya.
Kembali pada Komitmen Wartawan
Frans menuturkan bahwa praktik jurnalisme berkualitas bergantung pada komitmen seorang wartawan. Ia menyoroti tiga hal utama yang harus dilakukan oleh wartawan:
Melayani Publik
Wartawan harus memberikan berita yang relevan dengan kepentingan publik. Ini merupakan dasar dari komitmen jurnalisme berkualitas.Mengungkap Kebenaran
Wartawan harus berusaha mengungkap kebenaran melalui upaya terbaik mereka. Misalnya, melalui jurnalisme data yang mampu membantu orang memahami masalah secara lebih jelas.Berpegang pada Etika Jurnalistik
Kerja jurnalistik harus dilakukan dengan sepenuhnya berpegang teguh pada etika. Ini merupakan kunci untuk menjaga integritas dan kredibilitas jurnalisme.
Frans menekankan bahwa komitmen pada jurnalisme berkualitas dimulai dari pemahaman dasar tentang tanggung jawab dan peran wartawan dalam masyarakat. Dengan komitmen ini, jurnalisme berkualitas bisa menjadi alat yang kuat dalam melawan disinformasi dan mendukung demokrasi.







