Dampak Pemadaman Listrik terhadap Pelaku UMKM di Pontianak
Pemadaman listrik yang berlangsung secara beruntun di sejumlah wilayah Kota Pontianak selama beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini memicu perubahan dalam cara operasional bisnis mereka, termasuk penggunaan alat-alat tambahan seperti generator set (genset) untuk menjaga kelangsungan usaha.
Indra (40), pemilik toko Zona Aquarium yang berlokasi di Jalan A.R. Hakim, Kota Pontianak, mengungkapkan bahwa kawasan tempat usahanya mengalami pemadaman listrik dengan durasi yang cukup panjang dan tidak biasa. Menurutnya, daerah tersebut biasanya jarang mengalami gangguan kelistrikan dalam waktu lama.
“Untuk kita, dari kemarin ini dua kali ya. Kemarin tuh dari jam setengah dua sampai jam setengah limaan. Dua hari yang lalu tuh dari jam-jam sembilinan, setengah sembilanan gitu ya, sampai jam duaan. Untuk daerah sini, pemadaman listrik ini yang lumayan parah. Biasanya untuk daerah sini kan jarang ada pemadaman yang lumayan lama durasinya. Kali ini yang lumayan panjang,” ujarnya.
Konsekuensi Finansial yang Tidak Terduga
Meskipun aktivitas perdagangan di tokonya tetap berjalan, Indra tidak menampik bahwa ketergantungan pada genset menimbulkan konsekuensi finansial tersendiri. Biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional genset menjadi pengeluaran tambahan yang harus ditanggung di luar anggaran bulanan normal.
“Kalau buat ini sih nggak ada sih, cuma kita ada biaya tambahan aja untuk operasional genset kan. Paling itu aja,” katanya.
Namun, manajemen risiko yang baik membuat usaha akuarium dan ikan hias miliknya tidak sampai mengalami kelumpuhan atau kerugian fatal. Informasi awal mengenai jadwal pemadaman listrik yang ia terima sangat membantu dirinya untuk melakukan langkah mitigasi dan persiapan dini.
“Kalau dampaknya dari listrik sih nggak ada sih, jadi kita udah prepare memang. Jadi karena ada informasi ada pemadaman, ya harus kita adakan persiapannya, antisipasinya,” tutur Indra.
Penyebab Gangguan Kelistrikan
Menurut informasi yang berkembang, gangguan kelistrikan yang terjadi belakangan ini dipicu oleh adanya kerusakan teknis pada komponen boiler di pembangkit listrik. Mewakili para pelaku usaha di Pontianak, Indra menaruh harapan besar agar pihak penyedia layanan kelistrikan dapat segera merampungkan proses perbaikan secepat mungkin.
Kekhawatiran Pelaku Usaha
Kekhawatiran terbesar para pelaku usaha, menurut Indra, adalah jika jadwal pemadaman bergilir tersebut justru jatuh pada malam hari. Kondisi itu dinilai akan jauh lebih menyulitkan dan meningkatkan beban kerja, mengingat jam operasional toko fisik umumnya sudah tutup sebelum petang dan tidak ada karyawan yang berjaga.
“Harapan ke depan kami pelaku usaha minta, kalau bisa ya, kan ini infonya ada kerusakan boiler. Mudah-mudahan bisa cepat diatasi. Karena kita takutnya itu pemadaman kena waktunya di malam hari. Sedangkan jam operasional kita dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Jadi kalau ada jadwal pemadaman malam, ya harus sampai kita jadinya untuk jaga gensetnya,” ucapnya penuh harap.
Persiapan yang Efektif Menghindari Kerugian
Sejauh ini, kedisiplinan dalam melakukan langkah antisipasi berhasil menghindarkan Zona Aquarium dari kerugian materiil yang merugikan. Sebagai usaha yang sangat bergantung pada sirkulasi air dan pasokan oksigen konstan untuk makhluk hidup, ketiadaan listrik tanpa persiapan matang bisa berakibat fatal pada komoditas dagangannya.
Namun, berkat kesigapan menyalakan genset tepat waktu, semua risiko tersebut dapat ditekan. “Kebetulan saya pribadi sampai buka dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Iya, karena belum ada kerugian kayak kematian ikan gitu. Karena kita udah prepare sebelumnya untuk menjaga,” pungkasnya.






