Majelis Zikir sebagai Taman Surga
Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan menjelaskan bahwa majelis zikir merupakan “taman surga” sebagaimana sabda Rasulullah SAW dan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Manisnya zikir dirasakan oleh orang yang menyadari zikir sebagai nikmat Allah, menjaga adab berzikir, menghayati kebersamaan dengan Allah, serta menghadirkan hati saat berzikir.
LDRQ terus menyebarkan pesan-pesan dakwah melalui berbagai platform digital dan membuka layanan tanya jawab keagamaan bagi masyarakat. Salah satu tujuan kita berzikir adalah ingin dekat dengan Allah SWT. Sehingga, Rasulullah SAW menggambarkan halaqah zikir adalah taman surga. Kalau kamu melewati sebuah majelis zikir, maka bergabunglah karena majelis zikir adalah taman surga.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) zikir.” (HR. Tirmidzi). Makanya kalau kita paham berzikir itu pasti manis dan lezat, kita tidak akan meninggalkan zikir.
Sebagai contoh orang minum obat. Kenapa orang mau minum obat? Karena tahu efek dari minum obat bagi orang sakit itu dalah sembuh dari penyakitnya.
Nikmat Allah dalam Berzikir
Kedua, bahwa orang merasakan lezatnya zikir karena ia sadar bahwa zikir adalah bagian dari nikmat Allah SWT yang paling agung. Untuk mengetahui rahasia di balik lezatnya berzikir, berikut ini penjelasan Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA.
Menurut Abu alumnus Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan dan Dayah Budi, Lamno, Aceh Jaya ini, tidak semua orang diizinkan oleh Allah SWT untuk bergabung dalam majelis zikir. “Sebab, berzikir adalah nikmat yang Allah berikan untuk hamba-Nya yang dicintai,” timpal Tgk. Sulfanwandi yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh ini.
Adab dalam Berzikir
Ketiga, menjaga adab dan etika dalam berzikir. Lebih lanjut, Tgk. Sulfanwandi yang juga mutawif (pembimbing) travel umrah PT Al Azhar Laris, Banda Aceh, ini menyebutkan, di antara adab berzikir adalah menghadap kiblat, berwudhuk, tidak menjulurkan kaki ketika sedang berzikir, dan penuh rasa takzim. “Orang-orang yang menjaga adab dalam berzikir akan mendapatkan rahasia dari manisnya berzikir,” ujar Tgk. Sulfanwandi yang merupakan suami dari Ummi Hj. Erliyanti Yusuf, SE (Pimpinan Redaksi Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an/LDRQ).
Kebersamaan dengan Allah
Keempat, menghadirkan makna Hadits Qudsi di mana Allah SWT berfirman: “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). Maka, menurutnya, bergabung dengan majelis zikir merupakan bagian ikut bergabung duduk-duduk bersama Allah, karena Allah akan bersama orang-orang yang menyebut-nyebut nama-Nya dalam majelis zikir.
Fokus pada Allah
Kelima, fokus hati dan pikiran kepada Allah SWT ketika sedang berzikir maka akan merasakan manis dan lezatnya zikir. “Ketika kita sedang berzikir menyebut-nyebut nama Allah, usahakan tinggalkan semua urusan dunia, fokus pikiran dan hati kita dalam berzikir serta menghambakan diri kepada Allah,” tutup Abu kelahiran Meukek (Aceh Selatan), 5 Agustus 1969 ini.
Sekilas tentang LDRQ
Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an atau LDRQ adalah lembaga dakwah yang berdiri tahun 2018 di bawah naungan Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, dengan pimpinan Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA. Lembaga ini didirikan dari inisiatif Ummi Hj. Erliyanti Yusuf, SE dan beberapa dewan guru Dayah Raudhatul Qur’an.
Kegiatan dakwah ini bermula dari membagikan beberapa pesan dakwah atau ceramah pimpinan dayah dalam bentuk tulisan dan video ke beberapa media sosial hingga mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para jamaah. Melihat respons dan antusias para sahabat dan jamaah dalam kegiatan ini semakin besar dan berkembang akibat pengaruh media sosial yang begitu cepat, maka terbentuklah lajnah ini dengan struktur organisasi dengan visi, misi dan tujuan yang jelas.
Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an ini fokus membagikan dakwah dan pesan-pesan agama melalui media sosial. Pesan-pesan agama tersebut bersumber dari ceramah pimpinan dayah dan kajian-kajian dari kitab-kitab turats yang dipelajari sehari-hari di dayah. Setiap hari Lajnah akan mengirimkan pesan agama dalam bentuk teks, video, dan poster kepada para jamaah yang tergabung dalam siaran WhatsApp (WA) Lajnah, Website, Instagram, Facebook, Twitter, Telegram, dan YouTube.
Pesan-pesan agama tersebut fokus pada amalan-amalan sehari-hari dan sangat efektif dalam menjawab persoalan-persoalan ummat saat ini. Di samping itu, LDRQ juga membuka layanan tanya jawab, di mana para jamaah diberi kesempatan untuk bertanya mengenai masalah agama yang dihadapi baik mengenai ibadah maupun muamalah-muamalah lainnya.
Untuk itu, mari bergabung dan ikuti kami di media sosial Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an.
‘Karena pengiriman tausiah dengan daftar siaran sudah terbatas sesuai peraturan dari WhatsApp, maka tausiah akan kami bagikan melalui saluran WhatsApp LDRQ. Bagi Bapak Ibu yang masih menginginkan tausiah dari Lajnah Dakwah Raudhatul Qura’an dapat bergabung dengan Saluran WhatsApp LDRQ dengan mengeklik Link berikut ini.’






