Gugatan Perdata terhadap Erin Wartia Trigina dari Mantan ART
Setelah sebelumnya muncul dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga bernama Herawati, kini muncul gugatan terhadap Erin Wartia Trigina dari mantan ART lainnya. Gugatan ini diajukan oleh Nur Rohmah, yang mengklaim adanya kekerasan verbal, penahanan barang miliknya, penahanan gaji, hingga tindakan intimidasi selama bekerja di bawah naungan Erin.
Nur Rohmah memilih menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Langkah ini menjadi upaya untuk mencari penyelesaian melalui proses hukum. Dalam gugatan tersebut, Nur mendalilkan adanya perlakuan tidak wajar yang dialaminya selama bekerja. Ia juga mengajukan tuntutan ganti rugi immaterial sebesar Rp 1 miliar.
Nilai ganti rugi tersebut berkaitan dengan trauma psikologis yang diklaim Nur alami selama bekerja. Pihak kuasa hukum Nur, Basuki, menyatakan bahwa kondisi psikologis Nur belum pulih dan membutuhkan biaya medis serta transportasi sekitar Rp 100 juta. “Kami bawa ke rumah sakit, kami pertemukan dengan psikolog. Itu sudah beberapa kali kami lakukan. Tentu dari peristiwa ini ada biaya yang timbul, seperti perjalanan bolak-balik dan lain sebagainya,” ujar Basuki.
Selain tekanan verbal, Nur juga mengaku ponselnya disita oleh Erin, membuatnya terisolasi dan tidak bisa menghubungi anaknya yang masih kecil. Situasi ini, ditambah kondisi orang tuanya di kampung yang semakin sakit, membuat Nur akhirnya nekat melarikan diri karena merasa haknya ditahan.
“Saya sudah berusaha buat baik-baik. Ibu juga kan. Sudah bilang izin baik-baik. Kata ibu, kalau mau keluar baik-baik. Tapi ternyata susah juga. Malah orangtua makin parah sakitnya, jadi saya terpaksa kabur,” beber Nur mengurai alasannya melarikan diri dari rumah Erin.
Menurut Nur, dirinya dilarang pulang ke Cianjur sebelum ada pekerja pengganti yang siap. “Sebelumnya udah bilang mau baik-baik, mau keluar dari sana. Tapi ibu enggak izinin kayak gitu. Jadi harus nunggu dulu ada ganti, ada ganti, kayak gitu. Makanya saya kabur,” pungkasnya.
Sikap Erin pada Nur Rohmah
Nur Rohmah turut menjadi sorotan setelah suaminya Rahmat dan keluarganya yang ada di Cianjur kesulitan menghubunginya. Rahmat menemui media dengan diliputi perasaan cemas, apalagi pemberitaan terkait dugaan penganiayaan Erin pun kian santer.
Kala itu karena enggan membuat suaminya panik, Nur menegaskan kondisinya bekerja di rumah Erin baik-baik saja. Dia juga memuji Erin sebagai pribadi majikan yang baik. “Sekarang sudah ketemu (sama suami) jadi saya bisa jelasin sama dia kalau saya enggak kenapa-kenapa, di sini baik-baik aja gitu,” terangnya.
“Ibu Erin di sini baik, enggak apa-apa. Yang punya masalah kan Mbak Hera sama Ibu, saya enggak,” tandasnya. Namun, ketika berusaha menegaskan dirinya betah kerja di sana, Rahmat sang suami langsung membantahnya. “Saya enggak jadi masalah di sini, enggak apa-apa. Baik-baik aja. Ya (betah),” selorohnya.
“Kalau betah mah enggak. Yakin, enggak betah,” timpal Rahmat. Mendapati ucapan suaminya, Nur pun terdiam seolah membenarkan. “Ya maksudnya enggak betah itu apa ya, traumalah lihat yang udah-udah,” tukas Rahmat.
Nur lantas memastikan akan segera keluar jika sudah ada ART pengganti. “Ya saya paling nunggu-nunggu penggantinya. Saya penginnya secepatnya diusahain sama penyalurnya gitu. Karena saya kan juga sudah lama enggak ketemu, enggak komunikasi sama anak, apalagi keluarga, sama ibu saya,” beber Nur.
Hatinya kian sedih ketika mendengar sang ibu jatuh sakit. “Apalagi dengar ibu saya sakit kan, jadi saya pengin ketemu langsung. Pengin pulang,” imbuhnya. “Iya karena saya kaget dengar ibu saya sakit gitu,” kata Nur lagi.
Seolah takut akan salah bicara, Nur terlihat buru-buru menyudahi klarifikasinya pada awak media. “Sudah ya, Kak. Makasih. Semuanya sudah baik-baik, aman-aman aja ya,” pungkasnya berusaha menarik suaminya masuk ke rumah mewah Erin.








