Penangkapan Bupati Pemalang yang Menggegerkan
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang periode 2025–2030, Anom Widiyantoro, mengungkap fakta-fakta baru yang mengejutkan. Bupati ini ditangkap oleh Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berada di sebuah hotel kawasan Jakarta bersama seorang teman wanitanya. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa (28/7/2026) malam dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Dalam OTT tersebut, total 21 orang diamankan dari berbagai lokasi. Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan penangkapan Anom di hotel dan menyebut bahwa peran pihak-pihak yang bersamanya masih didalami. “Bupati memang diamankan di hotel. Ada 21 orang yang ikut ditangkap, dan peran masing-masing sedang dikonstruksi dalam penyidikan,” ujar Taufik dalam keterangannya.
Dugaan Tindak Pidana Korupsi
KPK mengungkap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemkab Pemalang serta suap kepada oknum pegawai KPK. Anom diduga melancarkan aksi pemerasan melalui orang kepercayaannya, Mohamad Haris, yang berhasil mengumpulkan pungutan liar senilai Rp 1,98 miliar dari perangkat daerah dan pihak swasta. Sebagian uang tersebut digunakan untuk menyuap oknum pegawai KPK agar kasus Anom tidak diproses.
Haris menyerahkan Rp 1,2 miliar kepada Lilik Budi Suprianto, ayah dari staf administrasi KPK, Setya Budi Dias. Dalam OTT, penyidik menyita barang bukti senilai Rp 2,7 miliar, termasuk koper berisi Rp 451 juta dari mobil Anom. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka utama, termasuk seorang staf administrasi KPK.
Istri Bupati Ikut Diperiksa
Selain Anom, KPK juga membawa istrinya, Noor Faizah Maenofie, untuk diperiksa. Ombudsman Jawa Tengah sebelumnya telah menyoroti pengangkatan Noor Faizah sebagai Dewan Pengawas RSUD Pemalang yang dinilai sarat konflik kepentingan. Kepala Perwakilan Ombudsman Jateng, Siti Farida, menyebut pengangkatan tersebut sebagai bentuk maladministrasi yang berpotensi membuka pintu korupsi.
Permintaan Maaf Sang Bupati
Saat digiring ke mobil tahanan, Anom hanya sempat menyampaikan permintaan maaf singkat. “Kita paham situasinya, kita minta maaf semua,” ucapnya dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan.
Profil Lengkap Bupati Anom Widiyantoro
- Nama Lengkap: Anom Widiyantoro
- Jabatan: Bupati Pemalang periode 2025–2030
- Karier Politik: Terpilih sebagai bupati dengan janji membangun tata kelola pemerintahan bersih dan transparan.
- Kontroversi: Terseret kasus dugaan pemerasan, jual beli jabatan, serta suap kepada oknum KPK.
- Keluarga: Istri bernama Noor Faizah Maenofie, yang sempat diangkat sebagai Dewan Pengawas RSUD Pemalang.
- Citra Publik: Pernah dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, namun kini citranya tercoreng akibat kasus korupsi.
Penangkapan Bupati Menambah Daftar Kasus Korupsi
Penangkapan Anom menambah daftar empat bupati yang diciduk KPK sepanjang Juli 2026, bersama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Langkat Syah Afandin. OTT terhadap Anom menjadi OTT kepala daerah ke-12 sepanjang tahun 2026.







