Kondisi Listrik di Ciputat Timur Terganggu, Warga Keluhkan Ketidaknyamanan
Pemadaman listrik terjadi di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (3/8/2026) sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Gangguan listrik yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB membuat aktivitas warga di awal pekan terganggu, terutama saat bersiap mengantar anak ke sekolah dan berangkat bekerja.
Suasana yang biasanya mulai sibuk selepas Subuh mendadak berubah ketika aliran listrik padam. Salah seorang warga Pondok Ranji, Awsatun, mengaku sempat mengira token listrik di rumahnya habis. Namun, setelah memastikan kondisi sekitar, ia baru mengetahui bahwa pemadaman terjadi secara menyeluruh di wilayahnya.
“Tadi mati lampu jam 5, habis Subuh tadi mati. Kirain token listrik, eh ternyata memang mati listrik,” ujar Awsatun kepada Infomalangraya.com, Senin (3/8/2026). Pemadaman pada jam-jam sibuk itu membuat rutinitas pagi di rumahnya menjadi lebih rumit. Ia harus menyiapkan bekal anak sekolah, memandikan anak, sekaligus bersiap berangkat kerja tanpa dukungan listrik.
“Waduh ribet banget karena harus masak bekal anak sekolah dalam keadaan mati lampu, mandiin anak, dan harus siapin anak, sementara saya sendiri juga harus berangkat kerja,” katanya. Hingga sekitar pukul 06.30 WIB, listrik di rumah Awsatun belum juga menyala. Setelah meninggalkan rumah untuk bekerja, ia baru mengetahui melalui kamera CCTV bahwa aliran listrik kembali normal sekitar pukul 07.00 WIB.
Awsatun berharap jika memang harus dilakukan pemadaman, pelaksanaannya tidak dilakukan pada jam-jam paling sibuk masyarakat. “Harapannya kalau mati lampu jangan jam genting pas orang mulai hari, karena riwehh,” tuturnya. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab padamnya listrik karena tidak menerima informasi sebelumnya mengenai adanya gangguan.
Keluhan serupa disampaikan Fatara Mega, warga Cireundeu. Menurut dia, listrik padam sekitar pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 06.35 WIB atau berlangsung sekitar satu setengah jam. Ia mengaku sempat mencoba menghubungi PLN, tetapi tidak mendapat jawaban.
“Lama mati lampunya, sempet kontak PLN enggak ada jawaban. Lumayan 1,5 jam ada,” ujar Fatara. Menurut Fatara, pemadaman dirasakan di sebagian besar wilayah Ciputat Timur, meski ia mendengar ada beberapa kawasan yang tidak terdampak gangguan listrik.
“Katanya ada beberapa wilayah yang enggak mati, tapi mostly pada mati se-Ciptim,” katanya. Selain menghambat aktivitas memasak dan bersiap berangkat sekolah maupun bekerja, pemadaman juga mengganggu kebutuhan air dan pengisian daya perangkat elektronik. Kondisi itu semakin terasa karena terjadi pada jam-jam ketika aktivitas masyarakat sedang padat.
“Riweh pasti karena mau sekolah, kerja jadi ribet. Yang pasti air sama buat nge-charge juga jadi susah. Panas, enggak bisa tidur lagi, banyak nyamuk, enggak ada pemberitahuan sebelumnya juga,” ujar Fatara. Fatara berharap ada pemberitahuan resmi setiap kali terjadi pemadaman listrik, meski durasinya hanya berlangsung singkat.
Menurutnya, informasi tersebut penting agar masyarakat dapat mengantisipasi kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas sebelum berangkat bekerja atau sekolah. “Harus ada konfirmasi ke masyarakat terkait pemadaman, berapa lama pun durasinya. Jangan sampai tiba-tiba blackout tanpa pemberitahuan, apalagi PLN juga enggak bisa dihubungi,” ujar Fatara. Ia berharap kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat ditingkatkan.
“Kita telat bayar listrik saja bisa langsung kena tindakan. Jadi, pelayanan juga harus dibenahi supaya masyarakat mendapat informasi yang jelas saat terjadi gangguan,” tutupnya.
Penjelasan dari PLN
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyatakan tim teknis segera melakukan penanganan setelah memastikan kondisi keamanan di lapangan. Proses pemulihan awal mulai dilakukan pada pukul 05.14 WIB untuk mengembalikan suplai listrik secara bertahap. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika mengatakan, proses normalisasi berlangsung secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali menikmati aliran listrik pada pukul 07.00 WIB.
“Hingga pukul 07.00 WIB, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan telah kembali normal,” ujar Haris Andika dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026). PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan juga memastikan telah mengupayakan penanganan secepat mungkin agar gangguan tidak berlangsung lebih lama.
PLN mengimbau pelanggan yang masih mengalami kendala layanan kelistrikan setelah proses normalisasi untuk menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti.




