Peristiwa sopir mobil Alphard yang menyerang sepeda motor dengan menggunakan batu masih menjadi topik pembicaraan masyarakat. Informasi mengenai kronologi kejadian ini telah terungkap dan menarik perhatian publik.
Beberapa waktu lalu, video yang memperlihatkan insiden tersebut beredar di media sosial dan langsung viral. Dalam video tersebut, tampak seorang pria dewasa duduk di atas sepeda motornya. Selanjutnya, seorang pria lainnya terlihat marah dan menghantamkan batu ke arah sepeda motor tersebut.
Menurut informasi yang didapatkan, pemilik sepeda motor tersebut adalah Mulyadi (53 tahun). Sementara itu, identitas pengemudi mobil Alphard belum diketahui secara pasti.
Dari laporan yang diterima, sopir Alphard akhirnya mengungkap alasan di balik tindakan arogannya. Keluarga Mulyadi menyampaikan bahwa sang sopir mengaku sedang dalam kondisi pikiran yang tidak stabil, sehingga emosinya meledak dan ia melampiaskannya pada Mulyadi.
Bagaimana kronologi lengkap dari peristiwa ini? Awalnya, Mulyadi sedang berkendara di Jalan IKPN, Bintaro, Jakarta Selatan. Ia sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar anaknya ke sekolah. Saat itu, Mulyadi mengambil jalur kiri.
Tiba-tiba, ada seorang pengendara di sebelah kanannya yang ingin berbelok. Hal ini membuat Mulyadi merasa terjepit. Pada saat bersamaan, siku Mulyadi menyentuh bagian depan atau spion mobil Alphard. Sopir mobil langsung membunyikan klakson dan meminta Mulyadi untuk menepi.
Mulyadi mengikuti instruksi tersebut sejauh sekitar 50 meter. Sopir mobil menuduh bahwa Mulyadi menyebabkan goresan pada body mobilnya. Namun, Mulyadi membantah dan mengatakan bahwa ia tidak melakukan hal tersebut.
Amarah sopir Alphard semakin memuncak. Ia meminta ganti rugi kepada Mulyadi. Meskipun merasa tidak bersalah, Mulyadi sempat meminta maaf. Namun, tindakan sopir justru semakin brutal. Ia mengambil batu blok yang ada di tepi jalan dan menghantamkan batu tersebut ke sepeda motor Mulyadi.
Ia menghantam sebanyak tiga kali. Akibatnya, lampu depan sepeda motor Mulyadi pecah. Selain itu, kunci sepeda motor juga diambil oleh sopir mobil tersebut.
Mulyadi menjelaskan bahwa baret pada mobil itu bukan disebabkan olehnya. Ia menunjukkan posisi sepeda motor dan mobil yang tidak sejajar. “Saya lihat ada mobilnya baret, saya bilang kalau memang ini baretnya bukan karena tersenggol motor Mulyadi, saya enggak merasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Sedangkan posisi setang sama mobil, bodi mobil itu, ini baretnya ini di tinggi mobil.”
Pras, anak Mulyadi, menduga bahwa baret di mobil itu kemungkinan besar merupakan goresan lama. “Sebetulnya mobil baret itu bukan karena kejadian tadi, kemungkinan baret spion itu kayaknya baret lama,” katanya.







