Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Terjemahan Lirik Lagu “Intro End of the World” – Ariana Grande: Dan Jika Semua Berakhir Besok

    25 Agustus 2026

    Timnas Putri U-16 Garuda Pertiwi Kalahkan Yordania 3-0, Melangkah ke Final Hadapi Thailand

    25 Agustus 2026

    Pilih Pemain Asing dengan Cermat, Persebaya Tak Ingin Buang-Buang Uang

    25 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 25 Agustus 2026
    Trending
    • Terjemahan Lirik Lagu “Intro End of the World” – Ariana Grande: Dan Jika Semua Berakhir Besok
    • Timnas Putri U-16 Garuda Pertiwi Kalahkan Yordania 3-0, Melangkah ke Final Hadapi Thailand
    • Pilih Pemain Asing dengan Cermat, Persebaya Tak Ingin Buang-Buang Uang
    • BEI Turunkan Batas Minimum Transaksi Jadi Rp 1, Dampak pada GOTO, DADA, dan BTEL?
    • Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen
    • Perayaan Hari Didong Dukung Aturan Daerah
    • Jadwal KM Nggapulu Agustus-September 2026, Cek Rute hingga Bitung
    • Lab Geofisika Untan Tampilkan Pemantauan Kualitas Udara Terintegrasi IQAir ke Semua Kecamatan
    • Asuransi Mobil BYD Sealion 7: Perlindungan Terbaik untuk SUV Listrik
    • Jaga Emosi, Hindari Masalah! Persebaya Surabaya Jadi Tantangan Tavares
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Lab Geofisika Untan Tampilkan Pemantauan Kualitas Udara Terintegrasi IQAir ke Semua Kecamatan

    Lab Geofisika Untan Tampilkan Pemantauan Kualitas Udara Terintegrasi IQAir ke Semua Kecamatan

    adm_imradm_imr25 Agustus 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengembangan Jaringan Pemantauan Kualitas Udara di Pontianak

    Laboratorium Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (Untan) telah mengembangkan jaringan pemantauan kualitas udara yang terhubung dengan jaringan global IQAir. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan informasi akurat dan real-time tentang kondisi polusi udara di Kota Pontianak, khususnya menghadapi masalah kabut asap yang sering melanda Kalimantan Barat.

    Perkembangan Awal dan Strategi Pengadaan

    Sejak 2024, Laboratorium Geofisika Untan mulai membeli perangkat sensor secara bertahap menggunakan dana penelitian fakultas. Perangkat tersebut kemudian dipasang di sejumlah wilayah strategis di Kota Pontianak, seperti Pontianak Kota, Pontianak Timur, dan Pontianak Tenggara. Kepala Laboratorium Geofisika Untan, Dr. Joko Sampurno, menyatakan bahwa pengadaan perangkat dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Tujuan utamanya adalah mencakup seluruh kecamatan di Pontianak.

    “Pengadaan kita terbatas karena menggunakan dana penelitian fakultas. Jadi, kita cicil satu tahun satu alat. Target kita nantinya semua kecamatan bisa ter-cover,” ujar Joko Sampurno.

    Strategi “cicil” ini memungkinkan laboratorium untuk terus memperluas jaringan pemantauan sesuai dengan kemampuan anggaran.

    Integrasi dengan Jaringan Global IQAir

    Salah satu keunggulan dari inovasi Laboratorium Geofisika Untan adalah kemampuan menghubungkan perangkat pemantauan lokal dengan ekosistem IQAir, sebuah perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss. Perangkat sensor tersebut dibeli langsung oleh Untan dan menjadi aset laboratorium. Sementara data yang dihasilkan dibagikan ke jaringan global IQAir sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pemantauan kualitas udara dunia.

    “Kita beli alat itu dari mereka dan menjadi milik kita. Namun, datanya kita sharing secara global agar menjadi model kualitas udara sedunia, sekaligus bisa langsung diakses oleh masyarakat,” ungkap Joko.

    Melalui integrasi tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi kualitas udara secara real-time melalui platform AirVisual milik IQAir. Informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

    Data yang Komprehensif dan Terpadu

    Sistem pemantauan tidak hanya menampilkan angka indeks kualitas udara. Data yang tersedia juga dipadukan dengan berbagai sumber informasi, termasuk data satelit dan model simulasi angin. Perpaduan data tersebut dapat membantu melihat pola pergerakan polusi udara, arah angin, hingga potensi penyebaran asap antarwilayah.

    “Visual data di situs itu sangat lengkap. Jadi selain angka kualitas udara, kita bisa memprediksi ke mana arah pergerakan kabut dan angin. Kita juga bisa melihat wilayah mana yang berwarna hitam pekat, yang menandakan daerah dengan asap tebal,” jelas Joko.

    Berangkat dari Persoalan Lingkungan

    Pengembangan jaringan pemantauan kualitas udara tersebut tidak terlepas dari persoalan lingkungan yang berulang setiap tahun di Kalimantan Barat. Sebagai peneliti di bidang geofisika lingkungan sekaligus lulusan program doktor Bioscience Engineering dari UCLouvain, Belgia, Joko melihat banjir dan kabut asap sebagai dua persoalan lingkungan yang kerap terjadi di Pontianak mengikuti perubahan musim.

    “Kalau balik ke Pontianak, masalah kita kan tiap tahun cuma dua, yakni musim hujan kita kebanjiran, musim panas atau musim kemarau kita kena asap. Itu saja sebenarnya fokusnya,” katanya.

    Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan sistem pemantauan lingkungan yang mampu menyediakan informasi secara cepat dan mudah diakses masyarakat.

    Kolaborasi dalam Menjaga Aliran Data

    Perluasan jaringan pemantauan kualitas udara juga membutuhkan dukungan infrastruktur di lokasi pemasangan perangkat. Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan dengan SMA IT Al-Mumtaz Pontianak. Menurut Joko, perangkat sensor membutuhkan pasokan listrik dan koneksi internet yang stabil agar proses pengiriman data ke server dapat berlangsung secara terus-menerus.

    “Soalnya kan alat itu begitu di-install, dia butuh dua source. Satu, butuh listrik 24 jam. Terus yang kedua, butuh Wi-Fi. Wi-Fi-nya harus 24 jam juga, karena komunikasi datanya pakai Wi-Fi, per menit datanya masuk,” jelas Joko.

    Meski demikian, gangguan koneksi internet tidak serta-merta menyebabkan data yang telah direkam hilang. Sensor tersebut dilengkapi memori internal yang dapat menyimpan data sementara ketika koneksi ke server terputus. “Tapi enaknya begini, alat itu kan punya memori internal. Jadi, meskipun putus komunikasi, dia masih bisa menyimpan data. Begitu terkoneksi kembali ke server, semua simpanan data yang tertunda itu akan langsung dikirim. Asal jangan listriknya yang padam. Kalau listrik mati, selesai sudah, enggak ada data,” ungkapnya.

    Selain menjaga ketersediaan listrik dan koneksi internet, sistem yang terhubung dengan jaringan global tersebut juga membantu tim memantau kondisi perangkat. Jika terjadi gangguan pada data maupun koneksi, tim dapat menerima pemberitahuan sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.

    “Kalau ada masalah, biasanya kita diberi tahu jika ada data yang bermasalah atau terputus. Jadi kita bisa langsung mengoreksinya. Tugas kita sekarang lebih ke arah pemeliharaan (maintenance), instalasi, dan sharing data saja,” pungkasnya.

    Ke depan, Laboratorium Geofisika Untan akan terus memperluas jaringan pemantauan kualitas udara melalui pengadaan perangkat secara bertahap dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya, jaringan tersebut tidak hanya mencakup beberapa titik yang telah tersedia saat ini, tetapi dapat menjangkau setiap kecamatan di Kota Pontianak. Upaya ini diharapkan dapat menghadirkan data kualitas udara secara real-time sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi lingkungan yang terbuka dan mudah dipantau.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Nagan Juara Inovasi di TTG Aceh 2026

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    Teknologi Pertanian Tingkatkan Produksi Padi di Lampung Tengah

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    Bioskop Inggris Pertimbangkan Larangan Kacamata AI Meta Akibat Kekhawatiran Pemalsuan Film

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Terjemahan Lirik Lagu “Intro End of the World” – Ariana Grande: Dan Jika Semua Berakhir Besok

    25 Agustus 2026

    Timnas Putri U-16 Garuda Pertiwi Kalahkan Yordania 3-0, Melangkah ke Final Hadapi Thailand

    25 Agustus 2026

    Pilih Pemain Asing dengan Cermat, Persebaya Tak Ingin Buang-Buang Uang

    25 Agustus 2026

    BEI Turunkan Batas Minimum Transaksi Jadi Rp 1, Dampak pada GOTO, DADA, dan BTEL?

    25 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?