Korban Pelecehan Seksual Saat Jogging di Surabaya
LR (23), seorang karyawan swasta, menjadi korban pelecehan seksual saat sedang berolahraga jogging di kawasan Jalan Tengger Kandangan, Kandangan, Benowo, Kota Surabaya, sekitar pukul 05.46 WIB, Kamis (20/8/2026). Kejadian tersebut terjadi saat korban sedang berjalan sendirian di jalur yang biasanya ditutup karena proyek perbaikan drainase.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan LR, ia sedang menjalani rutinitas jogging di jalan yang baru ia coba. Ia mengatakan bahwa ia biasanya berolahraga di rute lain, tetapi kali ini memilih jalur yang berbeda karena rute lama sedang dalam proses perbaikan. Selama berjalan, ia sesekali berhenti untuk berjalan kaki menyusuri pinggiran jalan.
Tiba-tiba, dari arah belakang muncul seorang pria yang mengendarai motor matik. Pria tersebut mendekati LR dan langsung meremas bagian belakang tubuhnya. LR mengaku kaget dan tidak sempat bereaksi dengan cepat. Ia hanya bisa berteriak sebelum pelaku langsung melarikan diri.
“Saya kaget, hanya beberapa detik bingung dan cuma teriak. Dia langsung pergi kencang,” ujar LR saat dihubungi Infomalangraya.com.
Kejadian tersebut terjadi di area yang cukup ramai, karena berdekatan dengan lingkungan SMAN 11 Surabaya dan SD Kandangan. Namun, meskipun ada banyak pengendara motor yang lewat, tidak ada yang berhenti untuk menanyakan kondisi LR.
Ciri-ciri Pelaku
Dari pengamatan LR, pelaku memiliki postur tubuh pendek dan mengenakan jaket berwarna cokelat serta helm berwarna hitam. Motor yang dikendarai pelaku diduga merupakan Yamaha NMax berbodi merah. Sayangnya, LR tidak dapat melihat wajah pelaku karena tertutup helm.
“Hanya dipegang saja lalu orangnya pergi. Untuk detail wajahnya nggak keliatan karena tertutup helm,” tambahnya.
Dampak Trauma
Akibat kejadian tersebut, LR mengaku mengalami trauma berat. Ia mulai merasa takut jika harus bepergian sendirian dan bahkan memutuskan untuk tidak berolahraga pagi selama beberapa waktu ke depan.
“Kaget dan trauma, kalau ada motor di belakang saya. Mungkin beberapa waktu ini nggak olahraga dulu,” katanya.
Belum Melaporkan ke Polisi
Meski kejadian tersebut sangat mengganggu psikologinya, LR belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Alasannya adalah karena ia merasa ragu apakah laporannya akan diproses atau tidak akibat minimnya bukti yang tersedia.
“Ia hanya upload di story saja. Jujur saya bingung untuk lapor atau tidak karena saya kurang yakin CCTV di situ menangkap kejadian saya,” ujarnya.







