Pelatihan Vertical Rescue di Kediri, Mengedukasi Generasi Muda tentang Keselamatan Vertikal
Vertical Rescue Indonesia (VRI) terus memperluas perannya dalam memberikan edukasi keselamatan dan penyelamatan vertikal bagi generasi muda. Dalam upaya ini, VRI Regional Kediri menggelar pelatihan vertical rescue yang melibatkan ratusan siswa pecinta alam (Sispala) dan anggota Organisasi Pecinta Alam (OPA). Kegiatan ini berlangsung di SMK Chanda Bhirawa Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama antara pelajar dan komunitas dalam memahami teknik dasar penyelamatan di medan vertikal secara aman dan terstandar. Peserta berasal dari berbagai sekolah dan komunitas pecinta alam se-Kabupaten dan Kota Kediri hingga OPA dari Kabupaten Jombang. Sebanyak sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini.
Materi yang diberikan mencakup penyelamatan di gedung tinggi, tebing perbukitan, hingga lokasi berketinggian lainnya yang membutuhkan teknik khusus dan standar keselamatan yang ketat. Salah satu lokasi penting di Kabupaten Kediri adalah Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Keling, Kecamatan Kepung. Jembatan tersebut telah beroperasi sejak awal tahun 2026 dan menjadi salah satu ikon infrastruktur penghubung masyarakat setempat, sekaligus simbol kolaborasi antara TNI dan Vertical Rescue Indonesia.
Wakil Koordinator VRI Regional Kediri, Ahmad Faisol, menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan peralatan, perlengkapan, serta teknik-teknik dasar penyelamatan di situasi vertikal kepada peserta, khususnya para pelajar dan komunitas pecinta alam. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bersama agar para peserta tidak hanya memiliki semangat petualangan, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan keselamatan, kedisiplinan, serta kemampuan teknis yang memadai saat berada di lapangan.
Pelatihan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan sesi pemaparan materi di dalam ruangan. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai standar keselamatan, fungsi alat vertical rescue, serta prosedur penyelamatan yang benar dalam situasi darurat. Usai sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Peserta tampak antusias mencoba berbagai teknik vertical rescue dengan pendampingan instruktur dari VRI Regio Kediri. Suasana belajar bersama terasa hidup, penuh semangat, dan interaktif.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Mereka aktif bertanya dan berani mencoba langsung di lapangan,” ujar Faisol. Menurutnya, pelatihan semacam ini penting untuk terus digalakkan, terutama bagi pelajar Sispala dan komunitas OPA. Sehingga ke depan semakin banyak relawan muda yang siap membantu dalam situasi penyelamatan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan, kerja tim, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko di alam maupun lingkungan perkotaan yang memiliki tantangan vertikal. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan teknik penyelamatan khusus.







