Perayaan Ulang Tahun Pertama SWK Ahmad Dahlan
Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ahmad Dahlan, Kabupaten Jombang, telah genap berusia satu tahun sejak mulai beroperasi. Momentum ini diperingati melalui agenda tasyakuran sederhana yang digelar di kawasan SWK, Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Jombang, Sabtu (24/1/2026) malam.
Meskipun kegiatan tersebut dikemas tanpa konsep perayaan besar, suasana tetap semarak. Warga tampak memadati area sentra kuliner, menikmati aneka sajian sekaligus hiburan budaya yang ditampilkan oleh Kumpulan Jombang Carnival. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menjadikan acara ini sebagai ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Bupati Jombang Warsubi hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Forum Rembuk Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fattah Rochim, serta para pedagang yang beraktivitas di SWK.
Rangkaian acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan satu tahun SWK.
SWK sebagai Ruang Bersama yang Produktif
Ketua FRMJ Joko Fattah Rochim menyampaikan bahwa seluruh pedagang yang tergabung dalam SWK ikut berpartisipasi dalam peringatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan para pelaku usaha menjadi bukti bahwa SWK telah menjadi ruang bersama yang hidup dan produktif.
“Semua pedagang ikut hadir dan meramaikan. Puncaknya ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur,” ucapnya dalam keterangan yang diterima Infomalangraya.com pada Minggu (25/1/2026).
Fattah juga mengatakan jika SWK kini bertransformasi menjadi pusat kuliner bagi masyarakat Jombang. Perputaran ekonomi kerakyatan juga terus bergeliat sejak diresmikan pada Jumat (17/1/2025) silam oleh Penjabat (Pj) Bupati Jombang kala itu, Teguh Narutomo.
“SWK ini sudah jadi ruang bersama yang hidup produktif. Keterlibatan pelaku usaha dan terus berputarnya roda ekonomi jadi bukti kalau di Jombang, ekonomi kerakyatan bisa berputar konsisten,” ungkapnya.
Komitmen Pemkab Jombang untuk SWK
Sementara itu, Bupati Warsubi dalam sambutannya malam itu, menilai usia satu tahun merupakan tahap awal bagi pengelolaan sentra kuliner. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dibenahi agar SWK dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta evaluasi secara berkala agar SWK tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” kata Warsubi.
Warsubi juga menegaskan bahwa SWK memiliki peran sosial dan kultural. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat serta sarana pelestarian kuliner khas Jombang.
Ia pun mengajak para pedagang menjaga kekompakan demi menciptakan lingkungan usaha yang aman dan kondusif.
Kebijakan dan Kondisi SWK
Pada kesempatan itu, Bupati turut memaparkan sejumlah kebijakan daerah, salah satunya penurunan ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan nilai total sekitar Rp15,1 miliar. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial.
Selain itu, Warsubi juga menjelaskan pembagian kewenangan dalam penanganan infrastruktur, khususnya terkait jalan dan penerangan umum, yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Meski demikian, koordinasi lintas pemerintahan terus dilakukan guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Serikat Pedagang Kaki Lima (Spekal) atas perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia berharap SWK Ahmad Dahlan terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Jombang.
“Semoga SWK Ahmad Dahlan semakin maju, ramai pengunjung, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Jombang,” pungkas Warsubi.
Data dan Sejarah SWK
Terdapat ratusan PKL yang menempati kawasan SWK yang dikhususkan untuk kuliner dan memiliki luas 17.832 meter persegi tersebut. Sentra PKL ini juga menandai babak baru bagi para pedagang dengan membawa konsep ‘Food Colony’.
Pembangunan sentra PKL ini sempat mengalami kendala pada tahun 2023 akibat masalah kontrak. Namun berkat kerja keras berbagai pihak, proyek ini berhasil dilanjutkan dan diselesaikan pada tahun 2024 dan diresmikan pada tahun 2025.







