Pengadaan Pesawat Pengisian Bahan Bakar di Udara Boeing KC-46 oleh Angkatan Udara Israel
Angkatan Udara Israel (IAF) telah menerima pesawat pengisian bahan bakar di udara Boeing KC-46 yang kedua, memperkuat proses modernisasi salah satu kemampuan kunci dalam operasi udara jarak jauh. Pesawat ini tiba di Pangkalan Udara Nevatim, bagian selatan negara, pada 20 Agustus.
Pesawat baru ini dikenal dengan nama “Gideon” atau “Gidon” dalam bahasa Ibrani. Ini adalah unit kedua dari enam pesawat yang dikontrak untuk Israel. Pesawat pertama KC-46 sudah tiba di Israel pada Mei 2026 dan juga ditempatkan di Nevatim.

Pada tahap awal, pesawat-pesawat baru ini akan dioperasikan oleh Skuadron Pengisian Bahan Bakar ke-46 yang baru dibentuk. Unit ini didirikan khusus untuk menerima dan mengoperasikan KC-46. Menurut Angkatan Udara Israel, struktur ini nantinya akan digabungkan ke dalam Skuadron ke-120 “Desert Giants”, unit tradisional yang bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat angkut besar dan pesawat pengisian bahan bakar negara tersebut.
Penggantian Boeing 707
Masuknya KC-46 menandai perubahan penting dalam penerbangan pendukung Israel. Armada baru ini secara bertahap akan menggantikan pesawat Boeing 707 veteran yang telah dimodifikasi untuk pengisian bahan bakar di udara, yang dikenal sebagai Re’em.

Selain menjadi platform yang lebih baru, KC-46 menawarkan integrasi sistem yang lebih baik, kapasitas angkut yang lebih besar, serta kemampuan perlindungan diri. Bagi Israel, ketersediaan pesawat tanker modern sangat penting karena memungkinkan pesawat tempur bertahan lebih lama di udara dan beroperasi pada jarak yang jauh melampaui jangkauan yang dapat dicapai hanya dengan bahan bakar internal.
KC-46 adalah platform multimisi yang berbasis pada keluarga Boeing 767 dan awalnya dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini dapat melakukan pengisian bahan bakar menggunakan boom kaku yang dikendalikan secara elektronik dan juga menggunakan sistem selang dan keranjang, sehingga dapat melayani berbagai jenis pesawat.

Kapasitas bahan bakar totalnya sekitar 96 ton. Pesawat ini juga dapat dikonfigurasi untuk membawa hingga 18 palet militer standar 463L, penumpang, atau pasien dalam misi evakuasi aeromedis, sehingga model ini dapat menjalankan fungsi sebagai pesawat tanker sekaligus pesawat angkut strategis.
Kemampuan untuk Operasi Jarak Jauh
Bagi Angkatan Udara Israel, kontribusi utama KC-46 terletak pada peningkatan jangkauan dan daya tahan formasi tempurnya. Pengisian bahan bakar di udara memungkinkan perluasan radius operasional pesawat tempur sekaligus meningkatkan waktu mereka berada di atas wilayah tertentu, sehingga mengurangi ketergantungan pada pangkalan perantara.
IAF menyatakan bahwa KC-46 Israel dapat membawa lebih dari 200.000 pon bahan bakar dan menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan armada Boeing 707 yang saat ini digunakan oleh negara tersebut. Platform ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi dan perlindungan diri yang dikembangkan agar dapat beroperasi di lingkungan yang lebih kompleks.
Dengan dua KC-46 yang sudah berada di Israel dan empat unit lainnya direncanakan dalam program saat ini, Angkatan Udara Israel secara bertahap memulai transisi menuju generasi baru pesawat tanker. Lebih dari sekadar menggantikan pesawat lama, program ini memperluas kemampuan logistik dan jangkauan operasi udara Israel, terutama dalam misi yang membutuhkan jangkauan jauh dan waktu terbang yang lama.







