Ringkasan Berita:
- Minat masyarakat Trenggalek dalam mengirimkan anak mereka ke madrasah terus meningkat.
- Kementerian Agama menganggap pendidikan agama sebagai salah satu faktor utama yang menarik perhatian.
- Madrasah juga diarahkan untuk mengikuti perkembangan digital dengan menggunakan inovasi, pemrograman, dan kecerdasan buatan.
- Beberapa madrasah dikabarkan telah terisi penuh sebelum masa pendaftaran berakhir.
Laporan Jurnalis Infomalangraya.com, Madchan Jazuli
Infomalangraya.com, TRENGGALEK– Jika beberapa sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Trenggalek mengalami masalah kekurangan siswa, madrasah justru dikatakan semakin diminati oleh masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek Mohammad Nur Ibadi menyampaikan, meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap madrasah tidak dapat dipisahkan dari perubahan lingkungan kehidupan masyarakat, termasuk kemajuan teknologi digital.
Menurutnya, saat ini masyarakat berada dalam lingkungan digital yang tidak memiliki batasan ruang, waktu, dan lokasi.
Situasi ini memudahkan orang tua dalam mengakses berbagai macam informasi.
“Orang tua akhirnya menyadari bahwa untuk melindungi anak-anak adalah pendidikan agama. Salah satu lembaga pendidikan formal yang mengakui dan memiliki kemampuan tafaqquh fiddin, yaitu pendidikan agama, serta penguatan keimanan adalah madrasah,” ujar Mohammad Nur Ibadi, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa madrasah memiliki ciri khas yang membedakannya dari lembaga pendidikan formal lainnya.
Selain pendidikan dasar, sekolah madrasah menekankan pengembangan pendidikan keagamaan, membaca Al-Qur’an, ilmu fikih, hingga pemahaman tentang hukum syariah dan hukum negara.
Hal itu, menurutnya, membuat para orang tua merasa lebih tenang dan nyaman.
“Karena anak-anak memperoleh bekal pendidikan agama di tengah perkembangan ekosistem digital,” katanya.
Ia menyebutkan, madrasah merupakan salah satu satuan pendidikan yang memiliki ciri khas, berbeda dengan pendidikan formal lainnya.
“Yaitu memahami agama secara mendalam, penguatan pendidikan agama, penguatan Al-Qur’an. Juga penguatan pemahaman fiqih, hukum-hukum Islam, dan hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Madrasah Dianjurkan Mengikuti Perkembangan Digital
Ibadi menambahkan, Kementerian Agama Trenggalek mendorong seluruh madrasah agar terus melakukan inovasi.
Sehingga mampu mengikuti perubahan jaman tanpa kehilangan karakteristik pendidikan madrasah.
Ia menyebutkan beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh madrasah, mulai dari layanan antar-jemput siswa hingga konsep pendidikan asrama atau boarding school yang terpadu dengan pesantren.
“Program kami terdiri dari lima budaya kerja, salah satunya adalah inovasi. Harapannya, rekan-rekan madrasah dapat mengembangkan madrasah menjadi sebuah unit pendidikan yang akrab dengan digitalisasi ekosistem,” ujarnya.
Kementerian Agama juga mendorong sekolah madrasah menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan program dan kegiatan pendidikan kepada masyarakat.
Menurut Ibadi, sekolah dasar agama mampu menghasilkan konten inovatif yang tetap memuat unsur pendidikan keagamaan, seperti hafalan Al-Qur’an, Aqidatul Awam, serta aktivitas keagamaan lainnya.
Semakin aktif dalam media digital, menurutnya madrasah mampu memperkuat citra dan posisi di tengah masyarakat.
“Jika kita aktif, teman-teman di madrasah tersebut dapat diberikan pemahaman tentang digital, pemrograman, dan AI, sekaligus bisa melakukan pemasaran madrasah ini agar lebih dikenal di masyarakat,” ujarnya.
Ibadi menyampaikan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terlihat dari cara penerimaan siswa baru.
Beberapa madrasah dilaporkan telah terisi penuh sebelum masa pendaftaran berakhir.
“Secara umum, madrasah kami belum ditutup, tetapi pendaftaran sudah habis sebelum musim pembukaan. Sebagian besar sudah ditutup,” katanya.
Namun demikian, ia menginginkan madrasah tidak merasa cukup dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. Madrasah perlu terus meningkatkan kualitas dan mutu layanan pendidikan.
“Jika sudah dipercaya oleh masyarakat, berikan yang terbaik. Kualitasnya, ya. Jika merasa puas, sampaikan kepada teman, sahabat, dan para hadirin. Jika ada kekurangan, beri masukan kepada kami,” katanya.
Ibadi menekankan bahwa inovasi dan digitalisasi tidak boleh menyebabkan madrasah kehilangan jati dirinya.
Menurutnya, ciri utama madrasah tetap berada pada pemahaman mendalam tentang agama serta penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan.
“Jangan sampai madrasah ini kehilangan identitasnya. Meskipun berada dalam ekosistem digital, jangan sampai kehilangan ciri khas dari pendidikan madrasah. Apa ciri khasnya? Tafaqquh fiddin, penguatan pendidikan Al-Qur’an di dalamnya,” tutupnya.





