Ringkasan Berita:
- AMPB memastikan aksi 27 Agustus di DPR RI tetap berlangsung meskipun menghadapi pembekuan rekening senilai Rp80,9 juta dan tekanan logistik.
- Supriyono yang dikenal dengan nama Botok menegaskan komitmen massa dalam menyampaikan tuntutan UU Pengambilalihan Aset serta hukuman mati bagi pelaku korupsi secara damai.
- Petugas kepolisian melakukan persiapan pengamanan untuk mencegah terjadinya provokasi
Infomalangraya.com– Rencana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 menghadapi beberapa hambatan.
Selain rekening yang berisi dana untuk mendanai kegiatan dilaporkan dibekukan, rombongan AMPB dari Pati juga mengakui harus pindah-pindah tempat untuk beristirahat karena adanya berbagai tekanan.
Pemimpin AMPB, Supriyono yang akrab disapa Botok, menyatakan hambatan tersebut tidak mengurangi rencana mereka dalam menyampaikan aspirasi.
Ia memastikan para anggota AMPB tetap setia melakukan aksi secara damai.
“Kami di Jakarta ini tidak ingin menimbulkan keributan. Kami di Jakarta menjaga aspirasi rakyat Indonesia,” katanya.
Diketahui, rombongan pertama AMPB sudah tiba di Jakarta sejak 21 Agustus 2026. Setelah kembali ke Pati karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, puluhan warga Pati kembali berangkat ke Jakarta pada malam Minggu (23/8/2026).
Mereka naik sebuah bus dengan kapasitas 28 kursi dan akan bergabung dengan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) dalam aksi di depan DPR RI pada 27 Agustus mendatang.
“Kemarin, kami kembali dari Jakarta ke Pati karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan. Malam ini, kami kembali lagi ke Jakarta untuk besok melakukan aksi, sosialisasi, dan pengumpulan dana di depan DPR RI,” kata Botok sebelum berangkat ke Jakarta.
Di tengah masalah pemblokiran rekening, Botok memastikan kelengkapan logistik bagi para peserta demonstrasi tetap terpenuhi. Menurutnya, bantuan jaringan relawan setempat di Jakarta berperan dalam menyediakan kebutuhan makanan dan minuman bagi massa.
Ia menyampaikan bahwa seluruh logistik makanan dan minuman telah disiapkan oleh para aktivis di Jakarta sejak awal kedatangan rombongan AMPB.
Namun, muncul masalah mengenai tempat untuk beristirahat. Botok menyatakan bahwa rombongan dari Pati harus sering berpindah-pindah lokasi selama berada di Jakarta akibat berbagai tekanan.
“Kami di Jakarta ini tidak ingin menimbulkan keributan. Kami di Jakarta tersebut menjaga aspirasi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Rekening Mengandung Dana Sebesar Rp80,9 Juta
Di sisi lain, rekening Bank Mandiri atas nama Supriyono dilaporkan ditutup. Rekening tersebut disebut memiliki dana pribadi serta sumbangan masyarakat yang dikumpulkan untuk menutupi kebutuhan aksi.
Jumlah uang yang terdapat di rekening tersebut mencapai sekitar Rp80,9 juta.
Botok menyatakan pihaknya belum memiliki rencana untuk mengunjungi Bank Mandiri guna meminta penjelasan atau berupaya membuka pembekuan rekening.
“Masih belum ada konsolidasi terkait hal itu. Yang utama, kita fokus bagaimana cara teman-teman dari Pati bisa tiba dengan lancar ke Jakarta,” katanya.
Sebelumnya, Koordinator AMPB Teguh Istianto juga menyebut pemblokiran rekening donasi tersebut mengganggu persiapan aksi. Ia meragukan alasan pemblokiran dan meminta adanya penjelasan mengenai tindakan tersebut.
Meskipun menghadapi keterbatasan dana, AMPB memastikan rencana aksi yang direncanakan pada 27 Agustus 2026 tetap berlangsung.
Bawa Tuduhan RUU Pengambilalihan Aset
Dalam aksi tersebut, warga Pati yang tergabung dalam AMPB menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu meminta pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta mendukung penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Anggota AMPB rencananya akan bergabung dengan beberapa kelompok masyarakat dari berbagai wilayah yang akan melakukan demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus.
Selain kelompok yang mengajukan tuntutan terkait pemberantasan korupsi, juga hadir massa dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang datang untuk menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah.
Kelompok tersebut merupakan bagian dari Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4). Mereka menyediakan sekitar 500 tiket perjalanan bagi warga Bangkalan yang akan mengikuti kegiatan di Jakarta.
RMP4 menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk di dalamnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, mereka menyarankan agar pelaksanaan program tersebut terus dievaluasi dan diperbaiki, bukan dihentikan.
Dengan demikian, aksi yang digelar pada 27 Agustus di Jakarta akan dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat dengan beragam tujuan. AMPB dari Pati mengusung tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset serta hukuman mati bagi pelaku korupsi, sementara massa dari Bangkalan menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah, termasuk MBG.
Di tengah perbedaan tuntutan yang ada, AMPB menegaskan bahwa massa mereka akan menyampaikan aspirasinya dengan cara damai dan tidak bermaksud menimbulkan keributan.
Sumber:
Artikel ini telah dipublikasikan di TribunBanyumas.com dengan judul Warga Pati Terus Menggelar Demonstrasi di DPR RI Meski Rekening Bank Milik Tokoh AMPB Botok Diblokir





