Metrodata Electronics kembali menyelenggarakan Metrodata Solution Day pekan lalu di Shangri-La Jakarta. Metrodata Solution Day bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia mengenai perkembangan teknologi terbaru. Dengan tema “Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact”, Metrodata Solution Day 2026 menekankan bagaimana AI (artificial intelligence) dapat memberikan dampak nyata yang menguntungkan bagi perusahaan. Selain Metrodata, sejumlah vendor teknologi informasi ternama di dunia juga ikut berbagi pendapat.
Metrodata Solution Day, yang sering disebut dengan singkatan MSD, merupakan acara tahunan. Pada masa pandemi COVID-19, Metrodata Solution Day 2026—MSD 2026—merupakan edisi ke-21. Tahun-tahun terakhir ini, AI menjadi fokus utama dalam Metrodata Solution Day. Misalnya, pada Metrodata Solution Day 2025, konferensi ini mengusung tema “The Rise of Agentic AI: Balancing Innovation with Security and Governance”. Teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir memang dianggap sebagai inovasi yang sangat penting.
Fokus pada dampak nyata AI yang menguntungkan bisnis sendiri, menurut Metrodata, sejalan dengan perubahan arah perusahaan di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI. Perhatian perusahaan-perusahaan di Indonesia kini tidak hanya terbatas pada penerapan AI, tetapi lebih pada bagaimana AI dapat meningkatkan nilai bisnis dan operasional perusahaan secara efektif dan terukur.
Hari ini Metrodata mengadakan acara yang dikenal sebagai Metrodata Solution Day. Ini adalah yang ke-21 kalinya,” kata Susanto Djaja (Presiden Direktur Metrodata Electronics). “Luar biasa, banyak peserta. Di sini disebutkan sebagai sponsor, sebenarnya mereka adalah peserta, karena mereka mendapatkan kehormatan dan Metrodata juga merasa dihormati dalam berbagi tren teknologi global.
Metrodata menunjukkan pergeseran yang dimaksud juga terlihat dalam IDC Info Snapshot From AI Spending to AI Value Creation, yang dibuat oleh IDC bersama Metrodata dan dirilis pada saat Metrodata Solution Day 2026. Dalam laporan tersebut, IDC mencatat bahwa 56,7% organisasi di Indonesia berencana meningkatkan anggaran AI generatif lebih dari 50%, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata Asia-Pacific sebesar 29,8%. Namun, tingkat kematangan AI di kalangan organisasi di Indonesia secara keseluruhan hanya mencapai 2,03 dari skala 5, masih lebih rendah dibanding rata-rata Asia-Pacific maupun global.
Dengan kata lain, terdapat perbedaan antara meningkatnya investasi dalam AI dan tingkat kematangan penerapan AI di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hal ini juga menunjukkan adanya peluang pertumbuhan yang masih sangat luas bagi perusahaan-perusahaan di tanah air yang siap mengubah AI menjadi dampak bisnis yang nyata dan dapat diukur. Sesuai dengan tema tersebut, Metrodata menyatakan bahwa Metrodata Solution Day 2026 dapat menjadi jalan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mengatasi kesenjangan tersebut serta mencapai pertumbuhan yang diharapkan dan mendapatkan dampak positif dari AI dalam bisnis mereka.
Tetapi, permasalahannya yang sudah memanfaatkan Asia Pasifik, GenAI sebesar 53%, hanya 34% di Indonesia yang terlibatproduction. Maksudnya productionitu yang … digunakan oleh perusahaan. Jika hanya untuk PoC saja, bagaimanatesting, semuanya itu, itu belum masuk. Jadi, 34%production. Sayangnya, yang masukproductionAI, mungkin karena hal ini juga, masih, AI ini masih tahap awal juga ya, 6 dari 10 itu tidakmeet target, tidak meetKPI. Artinya ada hal yang perlu kita tingkatkan, benar kan? Harus diperbaiki. Nah, hari ini, Metodata hadir … kami ingin membantu,” jelas Susanto.
Solusi Teknologi Informasi dan Contoh Penerapan
Seperti diberitakan di sini, Metrodata menyediakan solusi teknologi informasi yang komprehensif. Dengan berbagai mitra vendor TI, Metrodata menawarkan berbagai solusi terkaitcloud, data dan kecerdasan buatan, platform bisnis digital, keamanan siber, aplikasi perusahaan, infrastruktur teknologi informasi hibrida, konsultasi dan panduan, sertamanaged service. Meskipun memiliki banyak mitra, Metrodata juga memastikan memiliki solusi yang merupakan inovasinya melalui kerja sama dengan pihak lain.
Khusus untuk AI, Metrodata mengklaim telah berkontribusi dalam penerapan teknologi AI di berbagai sektor, terutama perbankan dan layanan keuangan, telekomunikasi, manajemen rantai pasok seperti manufaktur dan ritel, serta energi—minyak dan gas. Metrodata menambahkan bahwa solusi-solusi AI yang ditawarkan dapat bersifat basiscloud, on-premises, maupun hybrid sehingga mampu memenuhi berbagai kebutuhan perusahaan di Indonesia terkaitdata residency.
Metrodata juga mengklaim telah memiliki lebih dari seratususe caseimplementasi kecerdasan buatan yang setidaknya cukup memadai di perusahaan-perusahaan di tanah air. Metrodata menyebutkan suatuuse casePenerapan AI yang setidaknya cukup baik di sebuah perusahaan dapat menjadi contoh penerapan AI di perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama, industri yang serupa, atau memiliki kesamaan.
Berbagai use caseyang dimaksud dapat memberikan manfaat kepada berbagai perusahaan di Indonesia, bukan hanya dalam menerapkan AI, tetapi juga mendapatkan dampak positif nyata dari penggunaan AI bagi perkembangan bisnis. Berbagaiuse caseitu melengkapi berbagai pengetahuan lain serta solusi TI yang disediakan Metrodata bersama mitra-mitranya. Berbagai pengetahuan dan solusi TI terkait tentu juga dapat membantu perusahaan di Indonesia dalam menerapkan AI serta memperoleh manfaat nyata dari AI yang positif bagi bisnis.
Mitra Global
Seperti yang telah diungkapkan, Metrodata memiliki banyak mitra. Namun, tidak hanya jumlahnya yang banyak, tetapi juga banyak di antaranya merupakan vendor TI internasional. Mitra-mitra ini secara alami menjadi kekuatan tambahan bagi Metrodata. Karena itu, mereka tidak hanya membuat Metrodata mampu menawarkan solusi TI yang komprehensif, tetapi juga banyak yang berkelas dunia. Demikian pula dengan pengetahuan masing-masing mitra yang luas cakupannya secara global.
Pada Metrodata Solution Day 2026, Metrodata menyatakan bahwa lebih dari 30 vendor TI global turut serta dalam acara tersebut. Beberapa di antaranya menjadi pembicara dalam sesi umum maupun sesi khusus—yang lebih terbatas. Sementara yang lain hanya berbagi solusi dan pengetahuan melalui sesi khusus saja. Berbagai solusi dan wawasan yang disampaikan dalam Metrodata Solution Day 2026 dapat membantu perusahaan di Indonesia dalam menerapkan AI serta memperoleh manfaat nyata dari pemanfaatan AI dalam bisnis mereka.
Tiga dari mitra internasional yang ikut serta dalam Metrodata Solution Day 2026 adalah Red Hat, Salesforce, dan Palo Alto Networks.
Berbasiskan open source, Red Hat menekankan tiga elemen yang dianggapnya sebagai fondasi utama dari proyek AI yang berhasil. Ketiga elemen tersebut yaitu konsistensi platform, konsistensi operasional, dan fleksibilitas. Red Hat menyatakan mampu menyediakan ketiga aspek tersebut bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.
“Jadi, dari platform consistency, operational consistency, serta fleksibilitas,” kata Vony Tjiu (Country Manager, Red Hat Indonesia). “Di Red Hat kami percaya bahwa masa depan AI adalah itu adalahopen. Open artinya lahir dari komunitas open source, namun tetap di-support dengan enterprise open source support dari Red Hat. Open artinya ada pilihannya, bisa running any model, any cloud, any accelerator.”
Salesforce antara lain menyorot agentic AI. Salesforce meyakini agentic AIbisa menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk memperluas bisnisnya. Salesforce percayaagentic AIdapat membantu perusahaan di Indonesia meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta memperluas cakupan bisnis hingga tingkat regional bahkan global. Dengan Agentforce—agentic AISalesforce, Salesforce mengklaim mempermudah perusahaan di Indonesia dalam memanfaatkanagentic AI.
“Agentic AIbenar-benar mengubah cara bisnis membangun, menjalankan, dan berkembang. Sebagai contoh, agen-agen AI kini menjadi ujung tombak dalam layanan pelanggan. Mereka mampu merespons berbagai panggilan telepon, membalas beragam pesan teks, serta menanggapi berbagai pertanyaan.e-mail, serta menyelesaikan berbagai permasalahan secarareal-time, 24/7, dengan bahasa yang alami,” kata Pravar Gautam (Wakil Presiden, Alliances & Channels, ASEAN di Salesforce).Agentic AIjuga memungkinkan [melepaskan] manusia untuk melakukan hal-hal yang menjadi keistimewaan mereka.”
Di sisi lain, Palo Alto Networks fokus pada keamanan siber. Palo Alto Networks menyebutkan bahwa para pelaku kejahatan siber saat ini menggunakan AI untuk melakukan serangan siber, dan AI juga mampu mengidentifikasi lebih banyak celah keamanan serta menemukan celah tersebut dengan lebih cepat. Akibatnya, perusahaan di Indonesia membutuhkan platform keamanan siber yang terintegrasi dan didukung oleh AI, seperti yang disediakan oleh Palo Alto Networks, agar dapat melindungi sumber daya secara lebih menyeluruh dan cepat, termasuk AI yang digunakan.
jadi, menurut kami menjaga keamanan AI bukanlah tentang menambahkantoolsbaru, bukan hanya tentang mengadopsi pendekatan platform yang terintegrasi untuk keamanan siber,” tambah Arthur Siahaan (Solutions Consulting Manager, Palo Alto Networks).





