Ringkasan Berita:
- Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, menggunakan sepeda motor dan pikap untuk menghadiri rapat tepat waktu.
- Kemacetan total terjadi di Jalan Nasional Sibutar karena tiang listrik PLN roboh dan melintang di tengah jalan.
- Denny Febrian Roza menunjukkan komitmen yang kuat sebagai pejabat pemerintah dengan melakukan perjalanan estafet
- Pertemuan dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten tetap berlangsung meskipun terlambat karena terjebak kemacetan
Infomalangraya.com, KUTACANE– Usaha seorang pejabat pemerintah dalam memenuhi janjinya kepada masyarakat.
Di tengah kemacetan yang parah akibat tiang listrik roboh di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., memutuskan untuk menggunakan sepeda motor dan pikap agar bisa tiba tepat waktu dalam memimpin rapat.
Peristiwa tersebut dimulai pada Rabu (26/8/2026) kemarin, sekitar pukul 15.06 WIB.
Sebuah tiang listrik milik PT PLN roboh melintang di badan Jalan Nasional di wilayah Sibutar, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Akibat jatuhnya tiang listrik PLN menyebabkan lalu lintas terhenti sepenuhnya, mengakibatkan antrian kendaraan yang sangat panjang dari arah Medan menuju Kutacane, Aceh Tenggara, dan sebaliknya.
Dari tempat kejadian ke Kutacane, Aceh Tenggara, sekitar 80 km, dengan jarak tempuh biasanya membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Di antara ribuan pengendara yang terdampak, terlihat Denny Febrian Roza bersama anggota DPRK Aceh Tenggara, Satria Abadi, S.AP., juga mengalami kemacetan.
Keduanya menunggu dengan sabar di bawah terik matahari bersama para sopir dan warga lainnya selama lebih dari satu jam.
Boncengan Tiga hingga Numpang Pikap
Mengenali jadwal rapat penting dengan Banggar TAPK (Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten) yang dijadwalkan pukul 16.00 WIB, sudah mendekati batas waktu, Denny tidak tinggal diam.
Ia membuat keputusan yang cepat dan tidak biasa agar dapat melewati kemacetan.
Tanpa merasa malu, ia bersama temannya naik sepeda motor warga—bahkan pernah berboncengan tiga—untuk menghindari kemacetan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil pick-up dan angkutan umum pedesaan untuk mengejar sisa perjalanan menuju Kutacane.
Akhirnya mereka tiba dan langsung mengadakan rapat pada pukul 18.45 WIB.
“Kami sempat mengalami kemacetan selama satu jam karena tiang listrik PLN roboh ke jalan raya. Alhamdulillah, setelah naik sepeda motor, kami melanjutkan perjalanan dengan mobil pikap dan angkutan umum, akhirnya kami bisa menghadiri rapat di DPRK Aceh Tenggara pada sore hari,” kata Denny kepadaInfomalangraya.com, Rabu (26/8/2026).
Bagi anggota Partai Golkar ini, rintangan di jalan bukanlah alasan untuk menghindari tanggung jawab.
“Yang menjadi tanggung jawab harus terus diperjuangkan, karena ini merupakan amanah dari rakyat,” tegasnya.
Jejak Karier Panjang Pejabat hingga Menjadi Pemimpin DPRK
Perbuatan berani ini seketika mengangkat kembali nama Denny Febrian Roza menjadi perhatian masyarakat.
Di balik komitmennya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Bambel, Semadam, Lawe Sumur, dan Bukit Tusam, pria yang memiliki tiga anak ini ternyata memiliki latar belakang karier yang sangat matang, baik dalam dunia birokrasi maupun kepemimpinan organisasi.
Lahir di Perapat Hulu pada 13 Februari 1984, pria ini juga menantu mantan Bupati Aceh Tenggara dua periode, almarhum Ir. H. Hasanuddin B., MM. Ia memulai kariernya di bidang pemerintahan dari bawah dengan menjadi staf di Departemen Dalam Negeri sejak tahun 2002.
Saat masih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), berbagai posisi penting di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara pernah dipegangnya, mulai dari Ajudan Bupati, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan WH, hingga Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, dan Informasi pada tahun 2015.
Di dunia politik dan organisasi, suami dari Intan Permatasari (anggota Partai Golkar) yang juga merupakan anggota DPRK Aceh Tenggara ini sangat giat berpartisipasi, antara lain pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Aceh Tenggara, Sekretaris DPD II Partai Golkar, hingga memimpin Kosgoro Aceh Tenggara pada periode 2022–2027.
Dengan kombinasi pengalaman yang kuat dan semangat dedikasi yang telah teruji di lapangan—bahkan sampai rela naik pikap untuk menghadiri rapat—tidak heran jika sosoknya tetap dipercaya oleh masyarakat dalam menjunjung aspirasi di Bumi Sepakat Segenap. (*)





