Sejarah dan Perkembangan Zenvin Art Stone
Muh Zaenal telah berkecimpung di dunia patung batu sejak tahun 1994. Awalnya, ia menjadi pemasok patung untuk wilayah Bali, yang dinilainya sebagai pasar yang sangat prospektif. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 2004, ia membangun usaha kerajinan pahat batu bernama Zenvin Art Stone di Muntilan, Magelang.
Zenvin Art Stone kini memasarkan produknya ke berbagai negara Eropa seperti Jerman, Belgia, Belanda, Inggris, dan Italia. Seni kerajinan pahat batu menjadi salah satu ikon dan sentra industri di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di sepanjang Jalan Pemuda Muntilan, banyak toko menjajakan beragam hasil kerajinan pahat batu, mulai dari patung batu, relief ukiran batu, umpak, cobek dan ulekan batu, hingga kijing makam.
Salah satu toko tersebut adalah Zenvin Art Stone, yang merupakan toko kerajinan pahat batu milik Muh Zaenal. Pria berusia 59 tahun ini mulai menekuni dunia patung batu sejak 1994. Ia memilih mengambil jalur seni dan kerajinan pahat batu, berbeda dengan orang tuanya yang berjualan kue.
Ketekunan itu pun berbuah manis. Pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1997 hingga 2008, Zenvin Art Stone mengalami lonjakan pesanan yang signifikan. Saat pesanan membeludak, Zaenal mampu mempekerjakan hingga 12 orang di workshop. Selain itu, bapak tiga anak ini juga melibatkan sejumlah pekerja rumahan, dengan sistem pembagian kerja sesuai spesialisasi patung.
Produksi Patung Batu yang Terus Berjalan
Produksi berjalan nyaris tanpa jeda, mengikuti permintaan pasar dalam dan luar negeri. Zaenal menjelaskan bahwa saat pesanan ramai, ada 12 orang yang bekerja di sini, sedangkan dari rumah (home industry) ada banyak pekerja. Setiap pesanan dibagi sesuai spesialisasi patung.
Pasar internasional menjadi salah satu kekuatan Zenvin Art Stone. Pelanggan datang dari berbagai negara Eropa seperti Jerman, Belgia, Belanda, Inggris, dan Italia. Pesanan utama dari luar negeri adalah patung Buddha, disusul gapura, lampion, hiasan hotel, hingga ornamen taman.
Zaenal pernah mendapat pesanan patung berukuran raksasa. Salah satunya adalah patung naga sepanjang 10,5 meter dengan tinggi 3,5 meter yang dikirim ke Amerika Serikat. Patung itu dikerjakan selama kurang lebih enam bulan. Sementara itu, patung dengan ukuran kecil hanya butuh waktu pengerjaan selama 10 hari.

Pesanan Besar dan Kualitas yang Terjaga
Pesanan dari luar negeri biasanya datang melalui email atau sambungan telepon. Pada masa jayanya, Zenvin Art Stone rutin mengirim pesanan kepada pelanggan tetap dari Belgia sebanyak satu hingga dua kontainer setiap dua bulan. Nilai satu kontainer kala itu bisa mencapai sekitar Rp100 juta, tergantung jenis patung yang dipesan.
Selain pasar luar negeri, Zenvin Art Stone juga menerima pesanan lokal yang biasanya datang dari wihara dan tempat wisata. Zaenal menyebut bahwa kerajinan pahat batu yang dijualnya dibuat menggunakan bahan dari batu alami dari Gunung Merapi. Ia menjaga kualitas patung secara maksimal agar pelanggan tidak kecewa.








