Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat

    26 April 2026

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat
    • Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam
    • Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United
    • Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri
    • Izin tambang bermasalah segera dituntaskan, Prabowo beri tenggat waktu ke Bahlil
    • Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas, Apa Itu Dinasti Politik? PDIP: Setiap Orang Berhak
    • Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Minggu 19 April: Leo Tersinggung, Sagitarius Makan Biji Labu
    • KBRI Tunis Perkenalkan Kopi Indonesia di Pameran Terbesar Tunisia
    • Mengungkap Tata Kelola Dana Pendidikan: Harapan Orang Tua dan Penjelasan SMPN 1 Ciasem Subang
    • 12 Tips Menabung Cepat untuk Berangkat Haji
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Apa Itu Saham Gorengan Saat IHSG Turun?

    Apa Itu Saham Gorengan Saat IHSG Turun?

    adm_imradm_imr4 Februari 202618 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengertian dan Ciri-Ciri Saham Gorengan

    Istilah saham gorengan kembali menjadi perbincangan hangat setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perhatiannya terhadap pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi beberapa hari terakhir. Meskipun sebagian besar pihak mengaitkan anjloknya IHSG dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), Purbaya juga menyoroti adanya saham-saham gorengan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia mengingatkan pentingnya membersihkan bursa dari saham-saham yang tidak memiliki dasar fundamental yang kuat.

    Saham gorengan sering kali menjadi sorotan karena sifatnya yang sangat volatil dan tidak didukung oleh informasi atau data yang jelas. Berikut adalah beberapa ciri-ciri saham gorengan yang perlu diketahui:

    1. Pergerakan Harga yang Sangat Cepat



    Harga saham gorengan kerap bergerak naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat. Misalnya, harga saham X yang awalnya Rp100 bisa tiba-tiba melonjak ke Rp500, namun dalam hitungan jam bisa anjlok kembali ke Rp50 per lembar saham. Investor perlu waspada terhadap saham-saham seperti ini karena pergerakan harganya tidak wajar dan biasanya tidak didukung oleh analisis pasar yang jelas.

    2. Dibangkitkan oleh Rumor



    Saham gorengan sering kali digerakkan oleh desas-desus atau rumor. Para bandar sering mengembangkan isu-isu tertentu untuk menarik investor ritel membeli saham tersebut. Contohnya, munculnya isu akuisisi antara dua perusahaan dapat membuat harga saham melonjak drastis. Namun, setelah bandar menjual sahamnya, harga kembali anjlok. Investor disarankan untuk mempelajari analisis teknikal dan fundamental sebelum membeli saham, agar tidak terjebak hanya oleh isu belaka.

    3. Tidak Likuid dan Sering Bermasalah



    Saham gorengan biasanya tidak likuid, artinya sulit untuk dicairkan. Selain itu, saham ini jarang aktif dalam perdagangan harian. Masalah lain yang sering ditemukan pada saham gorengan adalah adanya utang yang besar, penundaan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia, atau ketidaktransparanan informasi. Kapitalisasi pasar saham gorengan juga biasanya lebih kecil dibanding saham lainnya. Misalnya, saham B memiliki kapitalisasi Rp100 miliar, sedangkan saham C mencapai Rp1 triliun.

    Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham perusahaan. Misalnya, jika saham B memiliki 1 miliar lembar saham dengan harga Rp100 per lembar, maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp100 miliar. Saham dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp1 triliun sering kali menjadi target para bandar untuk dimanipulasi.

    FAQ Seputar Saham Gorengan

    Apa itu saham gorengan?

    Saham gorengan adalah saham yang volumenya dipompa secara tidak wajar sehingga terlihat banyak dibeli atau dijual dalam waktu singkat, padahal tidak didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat. Saham seperti ini sering manipulatif dan berisiko tinggi.

    Apa ciri-cirinya?

    Ciri-ciri saham gorengan termasuk volume perdagangan yang tiba-tiba melonjak drastis, harga yang bergerak tidak wajar tanpa berita fundamental, likuiditas rendah, dan sering dikaitkan dengan manipulasi pasar.

    Mengapa saham gorengan sering dikaitkan dengan kasus Jiwasraya dan Asabri?

    Dalam kasus Jiwasraya dan Asabri, banyak investasi dana dilakukan pada saham yang bersifat gorengan, sehingga ketika harga saham anjlok, kerugian besar pun terjadi. Hal ini menjadi sorotan karena dana pensiun tercatat menempatkan investasi di saham high-risk yang menipu performa sebenarnya.

    Bagaimana cara membedakan saham gorengan dengan saham normal?

    Saham normal biasanya memiliki fundamental perusahaan kuat, laporan keuangan yang jelas, serta volume perdagangan yang konsisten. Sebaliknya, saham gorengan cenderung naik turun tajam tanpa alasan fundamental dan seringkali didukung oleh rumor atau spekulasi.

    Apakah aman berinvestasi di saham gorengan?

    Investasi di saham gorengan berisiko sangat tinggi karena pergerakan harga yang tidak rasional dan mudah dimanipulasi. Investor pemula umumnya disarankan fokus pada saham dengan fundamental kuat dan strategi investasi jangka panjang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Orang Lahir 3 Bulan Ini Dikatakan Sukses Finansial, Apakah Anda Termasuk?

    By adm_imr26 April 20262 Views

    Microsoft dan Meta PHOTOKAN Ribuan Karyawan Saat Investasi AI Capai Ratusan Miliar Dolar

    By adm_imr26 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat

    26 April 2026

    Surat Somasi untuk Jusuf Kalla Terkait Video Ceramah Diduga Menista Agama: 2×24 Jam

    26 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persik Kediri vs Persita Tangerang, Bali United vs Malut United

    26 April 2026

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?