Rihlah Ilmiah: Kegiatan Akademik yang Berbeda dari Study Tour
SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, rutin melaksanakan kegiatan akademik yang diberi nama Rihlah Ilmiah. Berbeda dengan study tour yang biasanya diadakan di akhir tahun pelajaran, Rihlah Ilmiah diselenggarakan sesuai dengan kalender akademik yang telah ditetapkan.
Menurut kepala SMP PCI, Beni Saputro, S.Pd., M.Pd., Rihlah Ilmiah merupakan bagian dari kegiatan akademik yang terencana, terprogram, dan berjenjang. “Kami mengemas kegiatan ini dalam satu rangkaian akademik, bukan sekadar piknik,” ujarnya.
Pemilihan destinasi untuk setiap kelas juga berbeda-beda. Untuk kelas 7, Rihlah Ilmiah dilakukan dalam lingkup lokal, yaitu ke Jakarta dengan mengunjungi Gedung DPR/MPR, Kantor Sekretariat Negara, Museum Nasional, Monumen Nasional, hingga Masjid Istiqlal. Nuansa edukasinya sangat kental.
Untuk kelas 8, Rihlah Ilmiah dilaksanakan dalam lingkup nasional dengan tujuan Yogyakarta. Sedangkan untuk kelas 9, kegiatan ini dilakukan dalam lingkup internasional, seperti ke Malaysia dan Singapura.
Agenda Rihlah Ilmiah sudah disampaikan kepada para orang tua sejak awal masuk sekolah di semester pertama kelas 7. Secara umum, orang tua menyepakati agenda ini, dan hampir semua siswa mengikutinya, kecuali ke luar negeri yang tidak semuanya ikut.
Tahun 2026 ini, dua minggu lalu kelas 9 melaksanakan Rihlah Ilmiah ke Singapura dan Malaysia. Kini giliran kelas 8 yang melakukan perjalanan ke Yogyakarta, mulai tanggal 26 hingga 30 Januari 2026.
Destinasi Rihlah Ilmiah di Yogyakarta
Beberapa objek yang menjadi destinasi Rihlah Ilmiah di Yogyakarta antara lain:
- Hari Pertama:
- Mengunjungi Akademi Militer dan SMA Taruna Nusantara di Magelang.
- Diakhiri dengan wisata sejarah ke Candi Borobudur.
Malam harinya, siswa menonton langsung sendratari Ramayana di Purawisata Yogyakarta.
Hari Kedua:
- Mengunjungi museum dan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.
- Kemudian ke Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat.
Diakhiri dengan wisata sejarah ke Candi Prambanan.
Hari Ketiga:
- Dijadwalkan ke pusat industri Bakpia, yaitu di Bakpia Wong Keraton, jalan HOS. Cokroaminotono No. 149 Tegalrejo Yogyakarta.
- Di tempat ini, siswa diajari cara dan praktik pembuatan bakpia serta melihat proses pembuatannya secara langsung.
- Sebagai penutup, siswa diajak off road dengan jip di Pantai Parangtritis.
Tujuan dan Manfaat Rihlah Ilmiah
Selama tiga hari di Yogyakarta, para siswa mendapatkan pengalaman yang lengkap, mulai dari edukasi, tradisi, hingga wisata. Mereka mengunjungi Akademi Militer dan SMA Taruna Nusantara untuk menambah wawasan akademik. Candi Borobudur dan Candi Prambanan dikunjungi agar siswa lebih memahami sejarah peradaban masa lalu.
Selain itu, siswa juga diajak ke Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Keraton Yogyakarta untuk lebih mengenal sistem pemerintahan tradisional dan modern. Melalui kunjungan ke lokasi pembuatan bakpia, mereka juga belajar tentang UMKM dan makanan khas Yogyakarta.
Fasilitas yang Disediakan
Selama perjalanan, siswa diberikan fasilitas akomodasi di hotel berbintang yang nyaman. Hal ini menjadi salah satu perbedaan utama antara Rihlah Ilmiah di SMP PCI dengan study tour di sekolah lain.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda, yang tidak hanya sekadar liburan, tetapi juga bermanfaat secara pendidikan dan pengalaman hidup,” pungkas Pak Lugie.







