Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    25 September 2026
    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    25 September 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 26 September 2026
    Trending
    • Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa
    • Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis
    • Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka
    • Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?
    • Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?
    • Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya
    • Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari
    • Menikmati Kesegaran Pagi Melalui Olahraga Ringan yang Mengubah Kualitas Hidup dan Produktivitas Kerja
    • Seni Menjaga Stamina dan Rotasi Pemain di Tengah Gempuran Jadwal Padat Eropa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Undang-Undang»Kapolres Bangka Belitung: Revisi KUHP-KUHAP dan Perubahan Budaya Hukum

    Kapolres Bangka Belitung: Revisi KUHP-KUHAP dan Perubahan Budaya Hukum

    adm_imradm_imr4 Februari 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penjelasan Kapolda Babel Mengenai Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

    Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, memberikan penjelasan terkait penerapan KUHP dan KUHAP baru yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026. Penjelasan ini diberikan secara eksklusif dalam sesi dialog dengan Bangka Pos Group, yang dipandu oleh host Edy Yusmanto, Jumat (30/1/2026) sore.

    Urgensi Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

    Pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru merupakan langkah penting dalam sejarah hukum Indonesia. KUHP lama adalah produk kolonial Belanda yang telah digunakan sejak 1946. Dalam rentang waktu lebih dari 70 tahun, kondisi masyarakat kita telah mengalami perubahan signifikan, baik dari sisi sosial, budaya, teknologi, maupun kesadaran hukum. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan hukum pidana nasional yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter masyarakat Indonesia saat ini.

    Perbedaan Mendasar antara KUHP Lama dan Baru

    Perbedaan paling mendasar adalah perubahan paradigma penegakan hukum. KUHP lama menitikberatkan pada pendekatan retributif, yaitu siapa yang bersalah harus dipidana dengan penjara. Dalam KUHP baru, pendekatan tersebut bergeser ke arah korektif, rehabilitatif, dan restoratif. Artinya, tidak semua perbuatan pidana harus berakhir dengan pemenjaraan. Yang diutamakan adalah pemulihan hak korban, perbaikan perilaku pelaku, serta keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan sosial.

    Proses Perubahan KUHP dan KUHAP yang Memerlukan Waktu Panjang

    Perubahan KUHP dan KUHAP memerlukan waktu sangat panjang karena Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Kita memiliki banyak suku, budaya, agama, dan hukum adat yang hidup di masyarakat. Pembahasan sudah dimulai sejak tahun 1990-an dan melibatkan akademisi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sipil. Banyak pasal yang harus dikaji ulang agar tidak bertentangan dengan hak asasi manusia, konstitusi, dan dinamika sosial.

    Posisi Hukum Adat dalam KUHP Baru

    KUHP baru mengakui hukum yang hidup di masyarakat atau living law. Hukum adat dapat menjadi dasar penyelesaian perkara sepanjang diatur dalam peraturan daerah dan tidak bertentangan dengan hukum nasional serta hak asasi manusia. Hal ini penting karena di beberapa daerah, penyelesaian perkara melalui mekanisme adat masih lebih efektif dalam menjaga keharmonisan sosial.

    Peran Polri dalam Perumusan KUHP dan KUHAP Baru

    Polri dilibatkan sebagai pelaksana undang-undang di lapangan. Kami memberikan masukan agar aturan yang dibuat dapat diterapkan secara praktis dan tidak menimbulkan kebingungan dalam proses penyidikan. Selain Polri, kejaksaan, kehakiman, akademisi, serta organisasi masyarakat juga terlibat aktif melalui diskusi publik dan uji materi.

    Sistem Pembuktian dalam KUHAP Baru

    Sistem pembuktian kini bersifat terbuka. Alat bukti tidak hanya terbatas pada keterangan saksi dan ahli, tetapi juga meliputi bukti elektronik dan barang bukti yang dapat berdiri sendiri. Namun tetap berlaku prinsip minimal dua alat bukti yang sah. Hal ini menuntut penyidik memiliki kemampuan teknis dalam memverifikasi keabsahan bukti digital agar tidak terjadi rekayasa atau manipulasi.

    Pelatihan Khusus bagi Penyidik

    Ya, tentu. Pedoman teknis penyidikan akan diperbarui. Peraturan Kapolri juga akan disesuaikan dengan KUHAP baru. Pelatihan khusus terkait digital forensik, pembuktian elektronik, serta penerapan keadilan restoratif akan diperkuat agar penyidik tidak salah menerapkan hukum.

    Pengaturan tentang Penangkapan dan Penahanan dalam KUHAP Baru

    Penahanan menjadi lebih selektif. Pada prinsipnya, penahanan dilakukan terhadap perkara dengan ancaman pidana di atas lima tahun atau perkara yang menimbulkan keresahan dan risiko melarikan diri. Hakim juga didorong untuk tidak selalu menjatuhkan pidana penjara, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pelaku tindak pidana karena kelalaian.

    Keadilan Restoratif dalam KUHP Baru

    Keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara pidana dengan mengedepankan dialog antara korban dan pelaku untuk mencapai kesepakatan yang adil. Tujuannya adalah memulihkan hubungan sosial dan mengembalikan keadaan seperti semula, bukan semata-mata menghukum pelaku. Namun, tidak semua perkara dapat diselesaikan secara restoratif. Kejahatan berat, tindak pidana yang merugikan negara, dan kejahatan berulang tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan ini.

    Perkara Pertambangan dalam KUHP Baru

    Jika perkara pertambangan menimbulkan kerugian negara atau berdampak besar terhadap lingkungan, maka tidak dapat diselesaikan secara restoratif. Namun, jika kasusnya kecil dan tidak berdampak luas, maka bisa dipertimbangkan secara kasuistik dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat.

    Pasal Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden

    Kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak termasuk tindak pidana. Yang dapat dipidana adalah penghinaan yang bersifat personal dan tidak berkaitan dengan kepentingan publik. Pasal ini merupakan delik aduan, sehingga hanya Presiden atau Wakil Presiden yang berhak melaporkan.

    Pengaturan tentang Perzinaan dalam KUHP Baru

    Perzinaan merupakan delik aduan. Yang berhak melapor adalah suami atau istri yang sah, atau orang tua jika pelaku belum menikah. Aparat tidak boleh melakukan penindakan tanpa adanya laporan resmi dari pihak yang berhak.

    Konsep Pidana Mati dalam KUHP Baru

    Pidana mati bersifat pidana percobaan selama 10 tahun. Jika terpidana menunjukkan perilaku baik, hukumannya dapat diubah menjadi penjara seumur hidup. Ini merupakan jalan tengah antara kepentingan keadilan dan prinsip hak asasi manusia.

    Dampak KUHP dan KUHAP Baru terhadap Budaya Hukum Masyarakat

    Undang-undang ini akan mengubah cara masyarakat memandang hukum. Tidak semua masalah harus diselesaikan di pengadilan. Ada ruang dialog, mediasi, dan pemulihan. Masyarakat juga harus lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak karena hukum sekarang lebih rinci mengatur batasan hak dan kewajiban.

    Uji Materi di Mahkamah Konstitusi

    Pengujian undang-undang adalah bagian dari dinamika demokrasi. Putusan Mahkamah Konstitusi akan menjadi penyempurnaan dari undang-undang yang berlaku. Tidak ada undang-undang yang sempurna dan tidak ada hukum yang bersifat abadi.

    Pesan kepada Masyarakat Bangka Belitung

    Setiap warga negara dianggap mengetahui hukum. Polisi menegakkan hukum berdasarkan undang-undang, bukan kehendak pribadi. Kami terbuka terhadap kritik dan dialog. Paradigma hukum sekarang memberi ruang koreksi, rehabilitasi, dan restorasi agar tercipta masyarakat yang tertib, aman, dan berkeadilan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Eksepsi Paulus Dinilai Tidak Sesuai KUHAP, JPU Beri Tanggapan Pekan Depan

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Pemantauan tata kelola pemda, Kemenkum Jabar selaraskan rancangan peraturan Bupati Cirebon

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    25 September 2026
    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    25 September 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    25 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?