Infomalangraya.com.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 15 juta orang. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2020 dan berhasil memenuhi target pemerintah yang berada di kisaran 14,6–16 juta kunjungan.
“Secara kumulatif untuk wisman pada tahun 2025, total kunjungan wisman mencapai 15,39 juta kunjungan, atau meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian kunjungan wisman 2025 merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.
Meskipun angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada 2025 masih belum melampaui total wisman sebelum masa pandemi Covid-19. Tercatat, jumlah wisman pada 2019 mencapai 16,11 juta kunjungan.
Berikut rincian perkembangan jumlah wisman dari tahun ke tahun:
* Pada 2020, jumlah wisman anjlok akibat pandemi menjadi hanya 4,05 juta kunjungan.
* Kondisi tersebut berlanjut pada 2021 dengan penurunan menjadi 1,58 juta kunjungan.
* Kunjungan mulai meningkat pada 2022 menjadi 5,89 juta wisman.
* Naik menjadi 11,68 juta wisman pada 2023.
* Terus meningkat menjadi 13,89 juta wisman pada 2024.
* Dan akhirnya mencapai 15,39 juta kunjungan pada 2025.
Berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), disusul Singapura (14,5 persen), dan Australia (11 persen). Wisman yang paling banyak masuk ke Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, terutama didominasi wisman berkebangsaan Australia.
“Sepanjang 2025, dari sekitar 15,4 juta kunjungan wisman ke Indonesia, sekitar 6,4 juta di antaranya berasal dari kawasan ASEAN, atau 41,3 persen. Jumlah ini mengalami peningkatan tertinggi, yakni naik 32,8 persen dibandingkan tahun 2024,” terang Ateng.
Mengenai pengeluaran wisman per kunjungan, BPS mencatat rata-rata pengeluaran pada 2025 mencapai 1.267,07 dolar AS. Proporsi pengeluaran wisman terbesar adalah akomodasi sekitar 30 persenan, disusul makan dan minum hampir 20 persen, serta belanja dan cinderamata di kisaran belasan persen. Selebihnya digunakan untuk hiburan, paket tur lokal, transportasi lokal, hingga kesehatan dan kecantikan.
Namun, kendati jumlah kunjungan terbanyak berasal dari kawasan ASEAN, pengeluaran terbesar justru berasal dari wisman asal kawasan Eropa.
Wisnus Jauh Melampaui Sebelum Pandemi
Ateng melanjutkan, data jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) atau wisatawan domestik menunjukkan capaian signifikan. Pada 2025, jumlah wisnus mencapai 1,2 miliar perjalanan, atau meningkat 17,55 persen dibandingkan tahun 2024.
“Wisnus pada 2025 mencapai 1,2 miliar perjalanan. Ini sangat potensial dalam mendorong arus mobilisasi dan perkembangan wilayah yang dikunjungi. Jumlah perjalanan wisnus 2025 merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, bahkan sudah jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi,” jelasnya.
Tercatat, jumlah wisnus pada 2019 mencapai 722 juta perjalanan. Saat pandemi merebak, jumlah tersebut turun menjadi 604 juta pada 2020, 613 juta pada 2021, kemudian meningkat menjadi 734 juta pada 2022, 839 juta pada 2023, dan 1 miliar perjalanan pada 2024. Pada 2025, jumlahnya menembus 1,2 miliar perjalanan.
BPS juga meninjau sejumlah peristiwa sepanjang 2025, di antaranya lonjakan perjalanan ke luar kota saat Lebaran 2025 dan Natal-Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Jumlah perjalanan ke luar kota pada Lebaran 2025 mencapai 84,6 juta perjalanan, sementara pada periode Nataru 2025/2026 tercatat 73,7 juta perjalanan.
“Menariknya, puncak perjalanan ke luar kota pada masa Lebaran 2025 terjadi pada H+1, yakni sebanyak 11,7 juta perjalanan. Hal ini karena setelah Lebaran sebagian besar masyarakat melakukan silaturahmi ke keluarga terdekat. Sementara pada masa Nataru 2025/2026, puncak perjalanan terjadi pada H+7 dengan 6,5 juta perjalanan,” terang Ateng.
Sementara itu, jumlah wisatawan nasional (wisnas) sepanjang 2025 tercatat mencapai 9,16 juta perjalanan, meningkat 2,45 persen dibandingkan tahun 2024. Capaian tersebut juga menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Tujuan utama perjalanan wisnas pada 2025 adalah Malaysia (29,25 persen), disusul Arab Saudi (18,05 persen), dan Singapura (13,41 persen). Sekitar 54,84 persen wisnas Indonesia melakukan perjalanan ke negara-negara kawasan ASEAN, disusul Timur Tengah sebesar 20,27 persen, dan Asia lainnya 16,94 persen.







