Ratusan Ribu Jemaah NU Memadati Stadion Gajayana Malang
Ribuan jemaah Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, untuk memperingati Harlah 1 Abad NU. Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme jemaah tidak surut dan terlihat sangat luar biasa. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah NU yang telah berdiri sejak tahun 1926 silam.
Persiapan dan Pengamanan yang Ketat
Pengamanan di setiap titik dilakukan secara ketat oleh personel gabungan TNI, Polri serta anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Pintu masuk stadion, mulai dari sisi timur hingga pintu VIP di sisi barat, tampak dipadati jemaah yang didominasi pakaian serba putih dan hijau. Arus jemaah mengalir dari segala penjuru, menunjukkan semangat yang tinggi untuk ikut serta dalam perayaan akbar ini.
Antusiasme Jemaah Meski Hujan
Meski hujan sempat mengguyur area stadion, antusiasme jemaah tetap terjaga. Salah satu pemandangan menarik adalah kedatangan rombongan Muslimat dari Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Mereka datang dengan konvoi 20 armada angkutan kota (mikrolet). “Kami berangkat pukul 19.00 WIB. Alhamdulillah, meskipun hujan, semangat ibu-ibu tetap luar biasa demi mendapatkan berkah di 1 Abad NU ini,” kata Afifah, salah satu jemaah asal Batu.
Fakta-Fakta Kehadiran Jemaah
Berikut beberapa fakta tentang kehadiran jemaah di Stadion Gajayana:
* Jemaah datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, minibus, hingga angkot.
* Akses masuk dibagi menjadi beberapa ring untuk menghindari penumpukan di pintu utama.
* Petugas Banser melakukan penyaringan jemaah di area luar stadion untuk memastikan ketertiban.
* Panitia menyediakan posko kesehatan di beberapa titik strategis di sekitar Stadion Gajayana.
Pembatasan Kapasitas dan Solusi Digital
Ketua PCNU Kota Malang, KH Dr Isroqunnajah, menjelaskan bahwa kapasitas Stadion Gajayana sangat terbatas, yakni hanya mampu menampung sekitar 30.000 orang. Oleh karena itu, PWNU Jatim menerapkan sistem kuota sebesar 30 persen dari total estimasi jemaah masing-masing kabupaten/kota. Untuk memfasilitasi jemaah yang tidak bisa masuk, terutama bagi ‘Romli’ atau rombongan liar yang datang tanpa undangan resmi, panitia telah menyiapkan solusi digital. Sedikitnya 8 titik videotron dipasang di luar Stadion Gajayana. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Malang mengerahkan mobil videotron keliling untuk menjangkau jemaah di titik terjauh.
Jadwal Lengkap Rangkaian Acara
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan agenda yang padat sebagai berikut:
1. Sabtu, 7 Februari 2026 (21.00 – 24.00 WIB):
* Selawat bersama Majelis Selawat se-Malang Raya.
2. Ahad, 8 Februari 2026 (00.00 – 01.00 WIB):
* Khotmil Quran 999 kali bersama Qori Nasional dan Internasional.
3. Ahad, 8 Februari 2026 (01.00 – 04.00 WIB):
* Salat Tahajud, Salat Hajat, dilanjutkan dengan Mujahadah dan Ijazah Kubro.
4. Ahad, 8 Februari 2026 (05.00 – 08.00 WIB):
* Gajayana Berselawat dan Puncak Resepsi yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.
Imbauan untuk Jemaah
Bagi jemaah yang hadir, disarankan untuk tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri masuk ke area stadion jika sudah penuh. Mengingat kerumunan yang sangat padat, jemaah disarankan tidak membawa anak kecil demi keamanan dan kenyamanan bersama. Pastikan membawa jas hujan plastik serta menjaga kebersihan di area Stadion Gajayana.




