Kematian Lula Lahfah yang Mencurigakan
Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air, setelah selebgram dan kekasih musisi Reza Arap, Lula Lahfah, dilaporkan meninggal secara mendadak. Penemuan jenazahnya di kamar apartemennya memicu berbagai pertanyaan mengenai penyebab kematiannya yang dianggap misterius.
Lula ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Saat itu, ia sedang tinggal bersama asisten rumah tangganya, Asiah, di apartemen pribadinya. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Lula masih belum dapat dipastikan secara medis.
Seiring dengan kabar tersebut, muncul fakta bahwa pihak keluarga memilih untuk tidak melanjutkan proses autopsi terhadap jenazah almarhumah. Keputusan ini menjadi perhatian publik, karena biasanya autopsi digunakan untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah.
Penolakan autopsi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima surat permohonan resmi dari orang tua Lula yang menyatakan keberatan dilakukan autopsi. Dengan adanya permohonan tersebut, proses penyelidikan lanjutan melalui autopsi dihentikan.
Keputusan keluarga itu secara otomatis membatasi langkah aparat untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah secara medis. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak keluarga terkait alasan penolakan autopsi.
Kronologi Penemuan Jenazah
Diwartakan sebelumnya, pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Cindy Azzahra Putri, asisten pribadi Lula, meninggalkan apartemen untuk menuju Fatmawati guna menjaga bazar pakaian milik almarhumah. Di apartemen, Lula tinggal bersama asisten rumah tangga, Asiah.
Sepanjang hari, Lula berada di dalam kamar dengan pintu terkunci. Asiah merasa khawatir karena kondisi kesehatan Lula yang memang sedang menurun. Diketahui, pada malam sebelumnya, korban baru saja berobat didampingi oleh asisten pribadinya. Karena merasa curiga dan khawatir korban dalam keadaan sakit parah, Asiah meminta bantuan pihak manajemen apartemen untuk membuka paksa pintu kamar.
Sekitar pukul 18.00 WIB, pintu berhasil dibuka oleh petugas keamanan dan pihak manajemen. Saat masuk ke dalam kamar, Asiah menemukan Lula dalam posisi terlentang di atas kasur. Saat dievakuasi, kondisi fisik Lula menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen yang cukup jelas. Lula tergeletak di atas tempat tidur dengan bibir kebiruan dan saat dilakukan pengecekan denyut nadi, Lula dipastikan sudah meninggal dunia.
Pihak kepolisian dari Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan yang dipimpin Ipda Soleh tiba di TKP pada pukul 20.20 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pada saat yang sama, ditemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari RS Pondok Indah (RSPI).
Meskipun polisi telah mengonfirmasi keaslian dokumen kesehatan yang ditemukan di lokasi, detail mengenai penyakit atau riwayat medis Lula tetap dirahasiakan. Hal ini merujuk pada UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menjamin kerahasiaan kondisi kesehatan pribadi setiap warga negara.
Di sisi lain, media sosial sempat dihebohkan dengan penyebab kematian yang menyebutkan indikasi henti napas dan henti jantung. Alih-alih mengonfirmasi, pihak kepolisian menyerahkan penjelasan teknis tersebut kepada pihak rumah sakit yang mengeluarkan dokumen.







