Mitos atau Fakta? Benarkah Bayi Laki-Laki Lebih Banyak Menyusu daripada Perempuan?
Bagi para orang tua yang baru saja memiliki anak, mungkin sering mendengar berbagai mitos mengenai cara merawat bayi. Salah satu mitos yang sering dibicarakan adalah tentang kebutuhan menyusu bayi laki-laki yang lebih besar dibandingkan bayi perempuan. Banyak orangtua percaya bahwa bayi laki-laki membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak, sehingga kebutuhan menyusui mereka juga dianggap lebih tinggi.
Namun, benarkah hal tersebut? Apakah bayi laki-laki benar-benar lebih banyak menyusu daripada perempuan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat fakta dan penelitian yang ada.
Kebutuhan Nutrisi untuk Bayi
Bayi perempuan maupun laki-laki membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang sama agar bisa tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Sebelum bisa mengonsumsi makanan padat, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pemberian ASI.
Menurut penjelasan Dr. Jacqueline Kent dan tim dalam laman Medela, seorang bayi dapat mengonsumsi ASI antara 54 ml hingga 234 ml dalam satu sesi menyusui. Artinya, si Kecil bisa minum susu sebanyak 500 ml hingga 1.356 ml per hari. Namun, angka ini tidak selalu pasti karena setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda.
Dalam penelitiannya, Dr. Jacqueline melaporkan bahwa rata-rata bayi laki-laki minum ASI sebanyak 76 ml lebih banyak dari pada bayi perempuan setiap harinya. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa semua bayi laki-laki akan selalu menyusu lebih banyak dari bayi perempuan.
Pentingnya Mengenali Kebutuhan Bayi
Poin utama dari penelitian tersebut adalah bahwa kebutuhan ASI tiap bayi bisa berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh laju tumbuh kembang yang berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Beberapa bayi berkembang secara cepat, sementara yang lain mungkin lebih lambat. Oleh karena itu, Mama tidak perlu terlalu terpaku pada jumlah ASI yang diminum bayi.
Frekuensi Pemberian ASI
Mayoritas ibu bisa menyusui bayinya antara 4 hingga 13 kali dalam sehari. Setiap sesi menyusui biasanya berlangsung antara 12 menit hingga satu jam. Namun, hal ini tidak berarti Mama harus mengikuti aturan tersebut.
Frekuensi menyusui antara satu anak dengan anak lain tidak perlu disamakan, kecuali jika penyamarataan dilakukan dalam hal memompa ASI. Jadi, atur frekuensi pemberian ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika Mama merasa payudara penuh tapi si Kecil belum lapar, Mama bisa memompa ASI dan menyimpannya sebagai cadangan.

Kesimpulan
Secara umum, bayi laki-laki bisa jadi lebih banyak menyusu dari pada perempuan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua bayi. Setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dalam hal jumlah ASI yang dibutuhkan maupun frekuensi menyusui. Oleh karena itu, Mama perlu lebih memahami kebutuhan bayi secara individu, termasuk tanda-tanda kelaparan yang ia tunjukkan.
Tips Tambahan untuk Ibu Menyusui
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui, seperti:
- Puting yang keras dan sakit saat menyusui bisa disebabkan oleh posisi menyusui yang tidak tepat. Pastikan bayi menghisap bagian puting dengan benar.
- Saat bepergian, posisi menyusui di mobil harus aman untuk bayi. Pastikan kursi bayi ditempatkan dengan benar dan tidak mengganggu pengemudi.
- Ada 5 tanda hamil saat menyusui yang kerap tidak disadari. Jika Mama merasa lelah, perubahan suasana hati, atau nyeri payudara, kemungkinan besar itu adalah tanda-tanda kehamilan.







