Penyebab Tekanan Darah Rendah dan Efek Kopi serta Daging Kambing
Tekanan darah rendah memiliki berbagai penyebab yang bisa bervariasi, seperti kekurangan cairan, stres, dan kelelahan. Oleh karena itu, penanganannya harus disesuaikan dengan faktor pemicunya. Banyak orang percaya bahwa minum kopi atau makan daging kambing bisa menjadi cara cepat untuk meningkatkan tekanan darah. Namun, apakah anggapan ini benar?
Kafein dalam Kopi dan Pengaruhnya pada Tekanan Darah
Kopi, terutama kopi hitam yang mengandung kafein, dapat memberikan efek sementara pada sistem kardiovaskular. Menurut dr. Marcellino Mettafortuna S, Sp.PD, AIFKO-K, konsumsi kopi dalam jumlah wajar (satu hingga dua cangkir) bisa membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat untuk sementara waktu.
“Kopi terutama kopi hitam yang sesuai takaran ya satu sampai dua cangkir itu sebenarnya juga bagus itu untuk kesehatan jantung utamanya,” ujarnya.
Namun, kopi bukan merupakan terapi utama untuk mengatasi tekanan darah rendah. Konsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan ketidakstabilan tekanan darah. “Kalau berlebihan ya misalkan tiga sampai empat itu tidak disarankan malah memicu ya tekanan darah yang tidak stabil,” tambahnya.
Efek kafein dalam kopi membuat seseorang merasa lebih segar dan tidak mengantuk, tetapi ini tidak berarti kopi bisa dijadikan solusi utama untuk tekanan darah rendah. Jadi, meskipun kopi bisa memberikan efek sementara, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan lainnya.
Daging Kambing dan Anggapan Masyarakat
Selain kopi, daging kambing sering dianggap sebagai makanan yang bisa meningkatkan tekanan darah. Hal ini muncul karena banyak orang merasa tubuh menjadi lebih hangat setelah mengonsumsinya. Namun, dr. Marcellino menjelaskan bahwa peningkatan tekanan darah setelah makan daging kambing tidak selalu berarti makanan tersebut adalah pengobatan khusus untuk tekanan darah rendah.
Ia menyoroti bahwa cara pengolahan daging kambing juga memengaruhi efeknya pada tubuh. “Daging kambing sebelumnya juga kita telusuri kalau ternyata daging kambing itu sifatnya panas ya. Jadi kadang-kadang kalau kita makan daging kambing tuh bawaannya tuh berkeringat gitu ya,” katanya.
Daging kambing yang dimasak dengan banyak garam atau dikonsumsi bersama bagian yang tinggi lemak dapat memengaruhi tekanan darah. “Itu juga terkait daripada sifat daripana daging kambing itu sendiri yang di mana kalau kita kadang-kadang tadi masak menggunakan garam yang tinggi, lalu berikutnya sifat dagingnya yang terutama kadang-kadang disertai lemak ya atau jeroan kadang-kadang ya itu pasti lemaknya tinggi otomatis jadi tekanan darinya ikut meningkat gitu,” jelasnya.
Secara tidak langsung, daging kambing bisa memberikan efek yang terlihat seperti peningkatan tekanan darah, tetapi ini lebih bersifat sugesti dari masyarakat daripada terapi medis yang efektif.
Pentingnya Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah
Menurut dr. Marcellino, langkah pertama ketika seseorang mengalami tekanan darah rendah adalah mengetahui penyebabnya. Kekurangan cairan, stres, dan kelelahan adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah.
“Kita harus tahu dulu nih tekanan darah rendahnya penyebabnya apa. Bisa satu ya karena kurangnya cairan ya atau stres,” ujarnya.
Pada kondisi tertentu, jika penurunan tekanan darah disebabkan oleh kelelahan dan bukan masalah kesehatan serius, istirahat cukup bisa membantu tubuh pulih. Namun, jika gejala berulang atau disertai kondisi lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya.
Jangan Mengandalkan Makanan untuk Menangani Darah Rendah
Jangan langsung mengandalkan makanan atau minuman untuk mengatasi tekanan darah rendah. Penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh.
Kopi dalam jumlah wajar mungkin memberikan efek sementara pada tekanan darah, tetapi bukan berarti semakin banyak kopi akan semakin baik. Begitu pula daging kambing tidak seharusnya dianggap sebagai obat untuk tekanan darah rendah.
Pada akhirnya, memahami kondisi tubuh menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar mengikuti anggapan yang beredar. Tekanan darah yang rendah sebaiknya dinilai berdasarkan penyebab dan kondisi masing-masing. Sehingga penanganannya tidak hanya berorientasi pada membuat angka tekanan darah naik, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.






