Komentar dari Banyak Tokoh terhadap Tuntutan Nadiem Makarim
Beberapa tokoh ternama di Indonesia, termasuk artis dan figur publik, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap tuntutan 18 tahun penjara yang diberikan kepada Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Mereka menilai bahwa tuntutan tersebut tidak adil dan tidak sesuai dengan fakta yang terungkap selama persidangan.
Maudy Ayunda, Jerome Polin, dan Inul Daratista Menyuarakan Kekesalannya
Maudy Ayunda, Jerome Polin, dan Inul Daratista adalah beberapa nama yang mengungkapkan perasaan mereka melalui media sosial. Mereka merasa bahwa tuntutan terhadap Nadiem Makarim bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi para pemuda yang ingin berkontribusi untuk bangsa ini.
Jerome Polin mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menulis bahwa kasus ini bisa membuat orang-orang berkualitas takut bekerja sama dengan pemerintah. Hal ini justru akan mengisi pemerintahan dengan orang-orang yang korupsi.
“Jika Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung-ujungnya semua orang berkualitas dan berintegritas takut masih ke/bekerja sama dengan pemerintah, akhirnya diisi oleh orang2 yang korup. Kita semua akan binasa, bukan?” tulis Jerome.
Ia juga menyampaikan impian pribadinya untuk menjadi Menteri Pendidikan, tetapi sekarang ia merasa sedih dan patah hati karena melihat kasus Nadiem. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nadiem dan keluarganya. Saya yakin banyak orang yang memiliki panggilan untuk berkontribusi bagi Indonesia akan takut dan tidak mau ambil risiko jika berakhir seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, Maudy Ayunda juga menyampaikan kekecewaannya dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan bahwa hal ini sangat memilukan dan membuat marah. “Hatiku hancur untuk Nadiem dan Izan. Aku tidak bisa membayangkan kemarahan dan kesedihan mereka,” tulis Maudy.
Inul Daratista juga ikut menyuarakan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa hal ini membuat dirinya tidak pernah mau ditawari menjadi anggota DPR RI. Meskipun sering dirayu masuk parlemen dan dijanjikan uang miliaran, ia menolak karena tidak ingin menyakiti hati rakyat.
“Mungkin kalau saya masuk parlemen, saya akan dijanjikan uang miliaran, tapi saya tidak mau karena tidak ingin menyakiti hati rakyat,” tulis Inul.
Penjelasan Nadiem Makarim tentang Tuntutan yang Diterimanya
Dalam wawancara usai sidang, Nadiem Makarim menyebut tuntutan yang diterimanya sebagai hal yang sangat mengecewakan dan tidak masuk akal. Ia menilai bahwa tuntutan terhadap dirinya lebih berat dibanding pelaku kejahatan lain.
“Rekor, lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain,” ujar Nadiem. Ia juga mempertanyakan alasan tuntutan terhadap dirinya disebut lebih berat dibanding pelaku kejahatan berat lainnya.
“Nah, ini mungkin adalah karena di dalam alur persidangan ini sudah terang benderang bahwa saya tidak bersalah,” ucap dia.
Selain itu, Nadiem mengaku tersakiti dengan adanya tuntutan uang pengganti yang nilainya mencapai triliunan rupiah. “Dan yang lebih menyakiti hati saya, dan ini hal yang saya tidak mengerti karena saya sudah mengabdikan diri saya 9-10 tahun kepada negara ini, bahwa ada uang pengganti,” ujar Nadiem.
Ia menjelaskan bahwa jumlah uang pengganti yang dituntut mencapai Rp 5 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki uang sebesar itu. “Dan mereka tahu saya tidak punya uang itu,” ujar Nadiem.
Nadiem juga khawatir terhadap dampak kasus ini bagi generasi muda Indonesia. “Tapi, yang ini terus terang hari ini, dengan efektif pidana 18 tambah 9 berarti 27 ya. 27 tahun pidana, saya sudah tidak tahu lagi apa harapan bagi anak-anak muda di negara ini,” ujar dia.
Ia juga mempertanyakan apakah tuntutan berat tersebut merupakan konsekuensi karena dirinya melawan dakwaan di persidangan. “Kalau saya melawan balik, kalau saya membuka kebenaran di dalam sidang, apakah ini hukuman saya? Mungkin itu yang terjadi,” tambah Nadiem.







