Kue Tradisional dan Modern di Ummurais Culinary, Bandar Lampung
Di tengah perkembangan industri kuliner yang pesat, Ummurais Culinary menjadi salah satu tempat yang menawarkan berbagai jenis kue yang menarik perhatian masyarakat. Pada Sabtu (18/4/2026), pengunjung dapat menemukan beragam pilihan kue mulai dari jajanan pasar tradisional dengan cita rasa khas hingga kue bolu lembut dengan varian rasa yang beragam.
Awal Mula Bisnis yang Menginspirasi
Rafika Utami Putri (40 tahun), selaku pemilik Ummurais Culinary, mengungkapkan bahwa bisnis ini lahir dari situasi ekonomi yang menurun saat pandemi covid-19. Saat itu, toko handphone miliknya harus tutup sementara waktu. Namun, kondisi tersebut justru menjadi titik balik yang membuka peluang baru bagi keluarganya.
“Saat itu kami melihat bahwa kebutuhan makanan tidak pernah berhenti. Justru saat pandemi, permintaan kuliner meningkat, terutama untuk kiriman makanan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sejak dulu dirinya memiliki hobi memasak, namun baru fokus mengikuti kelas masak sejak 2021. Dari pengamatan tersebut, ia memulai langkah kecil dengan membuka usaha donat bernama Doremi Donut, yang menjadi cikal bakal brand Ummurais Culinary.
Perkembangan Usaha yang Pesat
Dari awal yang sederhana, Ummurais Culinary terus berkembang. Pada tahun 2022 hingga 2023, Vika mulai memperluas usaha ini ke berbagai jenis kue bakery dan jajanan pasar. Kini, di tahun 2026, Ummurais Culinary telah memiliki ratusan varian produk, mulai dari lemper, risoles, pastel, hingga aneka kue manis seperti onde-onde, dadar gulung, dan sus.
Tidak hanya itu, produk harian seperti dimsum, pempek, dan donat juga menjadi andalan yang selalu dicari pelanggan. Produksi jajanan pasar bisa mencapai 500 hingga 1.000 potong dalam sehari, sedangkan donat sekitar 300 buah.
Tantangan dan Strategi dalam Bisnis Kuliner
Meskipun peluang besar terbuka di industri kuliner, Vika tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kualitas dan pelayanan.
“Bisnis kuliner itu peluangnya besar, tapi risikonya juga tinggi. Kita harus terus mengikuti tren, rajin promosi, dan yang paling penting menjaga kualitas serta pelayanan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan keahlian, Vika juga mengikuti berbagai kursus memasak dan baking, terutama setelah pandemi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memberikan jaminan kualitas kepada konsumen.
Pendapatan dan Distribusi Produk
Dalam hal pendapatan, Vika mengaku mampu menghasilkan omzet harian berkisar antara Rp.3 juta hingga Rp.5 juta, meskipun angka tersebut fluktuatif tergantung kondisi pasar. Distribusi produk saat ini masih difokuskan di wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan, termasuk daerah seperti Natar.
Untuk pengiriman jarak jauh, Ummurais Culinary mulai mengembangkan produk frozen seperti pempek dan dimsum. Meski belum memiliki toko di jalan utama dan masih berbasis rumahan (hidden gem), pelanggan tetap berdatangan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan pelanggan menjadi kunci utama keberhasilan usaha ini.







