Tekanan Darah Tinggi, Penyakit yang Menyerang Segala Usia
Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu penyakit yang cukup umum terjadi di seluruh dunia. Pada tahun 2024 lalu, World Health Organization (WHO) memperkirakan ada sekitar 1,4 miliar orang berusia 30-79 tahun yang mengalami tekanan darah tinggi. Dulu, penyakit ini lebih sering menyerang orang tua. Namun, kini semakin banyak anak muda yang juga mengalaminya. Salah satu buah yang sering dihindari oleh penderita tekanan darah tinggi adalah durian.
Durian dikenal sebagai buah yang kontroversial. Banyak orang menyukainya karena rasanya yang lezat dan menjulukinya sebagai “raja buah”. Namun, bagi yang tidak suka, bahkan mencium aromanya saja bisa membuat mual. Di sisi lain, banyak orang percaya bahwa penderita tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari durian karena konsumsinya bisa meningkatkan tekanan darah. Apakah benar demikian?
Tekanan Darah Tinggi Tidak Selalu Menunjukkan Gejala
Penyakit umumnya memiliki gejala yang bisa memberi tahu kita bahwa sesuatu tidak berjalan dengan baik. Namun, dalam kasus tekanan darah tinggi, gejalanya seringkali tidak terlihat. Dilansir dari Cleveland Clinic, tekanan darah tinggi terjadi ketika kekuatan darah yang mendorong dinding arteri terlalu tinggi secara konsisten. Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jantung, serta berujung pada komplikasi seperti serangan jantung atau stroke.
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya berada di atas 120/80 mm Hg. Sayangnya, banyak kasus tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala sampai komplikasi serius terjadi. WHO melaporkan bahwa hanya sebagian kecil penderita yang sudah didiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Sementara itu, banyak orang masih belum menyadari bahwa mereka menderita tekanan darah tinggi.
Penyebab Tekanan Darah Tinggi
Pada sebagian orang, penyebab tekanan darah tinggi dapat diketahui. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder dan biasanya muncul akibat penyakit lain seperti gangguan ginjal, diabetes, atau apnea tidur obstruktif. Namun, dalam banyak kasus, penyebabnya tidak jelas.
Menurut British Heart Foundation, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, antara lain:
- Berusia di atas 65 tahun
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi
- Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Konsumsi garam yang tinggi tanpa diimbangi buah dan sayuran
- Kurangnya aktivitas fisik
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Menggunakan obat perangsang tanpa resep dokter
Jika kamu atau anggota keluarga memiliki faktor-faktor tersebut, penting untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Semakin cepat diagnosis dilakukan, semakin cepat pula pengobatan bisa dilakukan.

Benarkah Durian Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?
Setelah mengetahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, mungkin kamu bertanya-tanya apakah durian bisa memicu peningkatan tekanan darah. Dilansir dari National Nutrition Council Philippines, hingga saat ini belum ada bukti bahwa konsumsi durian dalam jumlah rata-rata 250 gram memengaruhi tekanan darah atau jantung. Namun, konsumsi durian sebanyak 500 gram atau lebih dikhawatirkan dapat memengaruhi detak jantung.
Durian mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti kalsium, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Satu porsi durian seberat 100 gram juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan energi. Selain itu, durian mengandung glukosa dan fruktosa. Meskipun tidak menyebabkan tekanan darah tinggi, konsumsi durian secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes.

Tips Konsumsi Durian yang Bijak
Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa durian menyebabkan tekanan darah tinggi, konsumsinya tetap harus dilakukan dengan bijak. Buah ini memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini berlaku tidak hanya bagi penderita diabetes atau tekanan darah tinggi, tetapi juga bagi semua orang.
Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat, risiko tekanan darah tinggi dapat diminimalkan. Jika kamu merasa khawatir, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran yang tepat.






