Ringkasan Berita
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, memberikan apresiasi terhadap sikap dewasa dan tertib Aremania selama laga kandang ke-11 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Laga melawan Semen Padang menjadi tolak ukur keamanan sebelum menghadapi Derby Jawa Timur melawan Persebaya.
Polres Malang mengerahkan 652 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemkab untuk memastikan kelancaran pertandingan dengan pendekatan preventif dan humanis. Kondusivitas stadion menjadi modal penting bagi Arema FC menjelang laga besar berikutnya.
Modal Kanjuruhan Kondusif
Kesuksesan penyelenggaraan laga kandang ke-11 Super League 2025/26 antara Arema FC melawan Semen Padang FC di Stadion Kanjuruhan menjadi catatan positif bagi manajemen tim Singo Edan. Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aremania yang menunjukkan sikap dewasa dan tertib sepanjang pertandingan.
Kondusivitas ini dinilai sebagai modal mental dan keamanan yang sangat krusial bagi Panpel sebelum menjamu rival abadi mereka, Persebaya Surabaya, dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April mendatang. Sejak persiapan hingga pertandingan berakhir, laga antara Arema FC Vs Semen Padang FC berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Erwin Hardiyono menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan laga tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara panitia, aparat keamanan, ofisial pertandingan, serta seluruh elemen pendukung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk Aremania yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya,” ujar Erwin dalam rilis resmi Arema FC.
Antusiasme pembelian tiket yang tinggi, serta perilaku tertib baik di luar maupun di dalam stadion, menjadi bukti bahwa pertandingan dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif.
Modal Penting Menuju Derby Jawa Timur
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa kelancaran laga ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan menuju penyelenggaraan pertandingan yang semakin baik di kandang Arema FC. Panpel terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar seluruh pertandingan kandang dapat terlaksana dengan standar keamanan dan kenyamanan yang optimal.
“Lancar dan suksesnya pertandingan ini adalah bentuk proses yang terus kami lalui ke arah yang lebih baik,” ujar Erwin. “Harapannya, seluruh pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan ke depan dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan sukses.”
Erwin juga berharap tren positif yang saat ini ditunjukkan oleh tim di lapangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan sikap dan kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antara tim dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.
“Kami berharap bukan hanya tim Arema FC yang berada dalam tren positif, tetapi juga didukung oleh perilaku suporter yang semakin baik dan tertib,” ucapnya. “Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan.”
Sebagai penutup, Ketua Panpel menegaskan keberhasilan ini menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan bergengsi lainnya, termasuk laga Derby Jawa Timur melawan Persebaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April bulan mendatang.
Skema Pengamanan Berlapis di Kanjuruhan
Untuk mengamankan pertandingan Arema FC vs Semen Padang, Polres Malang menyiagakan 652 personel di Stadion Kanjuruhan. Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polres Malang, Brimob, Pemerintah Kabupaten Malang, serta petugas pengamanan internal stadion.
Taat menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari area luar stadion, pintu masuk, tribune penonton, hingga pengawalan arus kedatangan dan kepulangan suporter. “Kami susun skema pengamanan dengan mengacu pada pola pertandingan sebelumnya. Yakni mengedepankan langkah preventif dan humanis,” kata Taat.
Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan telah dibekali arahan teknis dan ditempatkan pada titik strategis untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas. “Kami telah berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan pengamanan internal stadion untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dipatuhi,” bebernya.
Mantan Kapolres Blitar ini pun mengimbau kepada seluruh suporter yang hadir agar mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Dengan pengamanan ketat dan sinergi lintas instansi, pertandingan Arema FC kontra Semen Padang diharapkan dapat berlangsung lancar, aman, dan kondusif hingga akhir laga,” tegasnya.
Sinyal Bahaya dari Madura United
Madura United mengirimkan sinyal bahaya bagi Arema FC menjelang duel bertajuk Derby Jatim di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan pada Sabtu (21/2/2026) mendatang. Meski masih terjebak dalam tren negatif tanpa kemenangan di enam laga terakhir, pelatih Carlos Parreira menegaskan Laskar Sapeh Kerrab kini berada dalam kondisi mental yang jauh lebih kuat.
Keberhasilan memecah kebuntuan lini serang saat menahan imbang Persis Solo menjadi modal berharga bagi tim kebanggaan masyarakat Madura ini untuk bangkit. Laga ini juga menjadi misi wajib meraih poin penuh demi menjauh dari ancaman zona degradasi yang kian menghimpit di sisa musim kompetisi.
Madura United tercatat masih berpuasa kemenangan dalam enam pertandingan terakhirnya. Dari rangkaian laga tersebut, Laskar Sapeh Kerrab harus menelan empat kali kekalahan dan dua kali hasil imbang, termasuk skor 2-2 saat bertandang ke markas Persis Solo pada laga terakhir.
“Kami menjadi semakin kuat di setiap pertandingan. Saya yakin, kami percaya diri untuk pertandingan selanjutnya melawan Arema,” kata Carlos Parreira. Pelatih asal Brasil itu menjelaskan bahwa salah satu indikasi kebangkitan tim adalah mulai terbukanya kran gol ketika menghadapi Persis Solo.
Hal ini menjadi catatan penting mengingat dalam lima laga sebelumnya, Madura United tidak satu pun menciptakan gol. Tidak hanya untuk menghadapi Arema FC, Carlos Parreira menyebut perkembangan positif tim menjadi modal penting dalam menyambut rentetan jadwal ketat melawan tim-tim kuat di bulan Ramadan.
Setelah menjamu Arema FC, Madura United dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung (26/2/2026), kemudian menjamu Malut United (3/3/2026), dan terakhir menyambangi kandang Persita Tangerang (7/3/2026). “Tentu saja kami menghormati semua lawan, semua tim,” kata Carlos Parreira. “Tetapi seperti yang saya katakan, kami menjadi semakin kuat, dan kami akan bersaing melawan tim-tim ini. Ini tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya.
Misi Bangkit Laskar Sapeh Kerrab dari Zona Merah
Madura United yang saat ini berada di peringkat 14, atau dua strip di atas zona degradasi dengan koleksi 19 poin, dituntut tampil prima di sisa kompetisi musim ini yang menyisakan 13 pertandingan. Jika tidak, Laskar Sapeh Kerrab rawan terlempar ke jurang degradasi karena selisih poin dengan tim-tim di bawahnya sangat tipis.
Saat ini, Madura United hanya berjarak dua poin dari PSBS Biak yang berada tepat di bawah mereka. Selain itu, Madura United hanya terpaut empat poin dari dua tim yang menghuni zona degradasi, yakni Semen Padang dan Persijap Jepara.






