BMW Passato, Karya Modifikasi Indonesia yang Berangkat ke SEMA Show 2026
BMW Passato, sebuah proyek modifikasi karya builder Indonesia, resmi dilepas menuju SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Mobil ini berangkat pada momentum HUT ke-81 RI, membawa misi memperkenalkan kemampuan industri modifikasi dan aftermarket Indonesia ke panggung dunia. Proyek ini merupakan kolaborasi antara National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI), yang resmi melepas mobil tersebut untuk tampil di ajang otomotif dan modifikasi bergengsi.
SEMA Show 2026 akan berlangsung pada 3-6 November 2026 di Las Vegas Convention Center, Nevada, Amerika Serikat. Seremoni pelepasan digelar di Gedung Joang ’45, Jakarta, pada 19 Agustus 2026. Pemilihan lokasi tersebut memiliki makna khusus karena Gedung Joang ’45 merupakan bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Lokasi tersebut juga menyimpan kendaraan bersejarah yang pernah digunakan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Dari tempat yang memiliki kaitan erat dengan sejarah bangsa itu, BMW Passato diberangkatkan sebagai simbol karya generasi baru Indonesia menuju panggung internasional.
Tema “From the Spirit of ’45 to the Global Stage”
Proyek NMAA-IMI SEMA Project 2026 mengusung tema “From the Spirit of ’45 to the Global Stage”. Kehadiran BMW Passato di Amerika Serikat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan industri modifikasi dan aftermarket Indonesia. BMW 320 menjadi basis dari BMW Passato. Mobil ini dikembangkan dengan menggabungkan engineering, craftsmanship builder lokal, serta unsur desain yang mengambil inspirasi dari budaya Nusantara.
Konsep digarap oleh Andre Mulyadi, Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat, bersama Raindy Igas dari Rain Works. Proyek ini juga melibatkan sejumlah pelaku industri modifikasi dan aftermarket Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Musartwork, Tomi Airbrush, Lamban, Garasi Drift, Racing Fire Killer, 54 Metal Craft, AirBFT, WetGloss, SecretProjex, Demonsta, Sekutomotif, Artmotive Performance, dan Max Performance.
Tidak hanya mengandalkan builder lokal, BMW Passato juga menggunakan sejumlah produk aftermarket dalam negeri, termasuk lampu dari Pro7 dan cat Spider ABCA. Unsur budaya Indonesia turut diperkuat melalui busana bernuansa batik karya desainer lokal Shizka Prive. Busana tersebut disiapkan untuk mendampingi BMW Passato selama mengikuti SEMA Show 2026.
Bukan Sekadar Mobil Modifikasi
Keikutsertaan BMW Passato di SEMA Show 2026 tidak hanya bertujuan menampilkan sebuah mobil modifikasi. Proyek ini membawa misi memperkenalkan kemampuan sumber daya manusia, produk aftermarket, dan industri kreatif Indonesia ke pasar global. Andre Mulyadi mengatakan, keberangkatan BMW Passato menjadi bagian dari semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui karya.
“Semangat kemerdekaan para modifikator ditunjukkan lewat karya yang menembus batas dunia. Pelepasan BMW Passato menuju SEMA Show 2026 hari ini adalah bukti bahwa modifikasi anak bangsa memiliki kualitas dan daya saing di tingkat internasional,” ujar Andre.
Menurutnya, perkembangan ekosistem Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) juga ikut mendorong lahirnya modifikator dan pelaku industri kreatif otomotif baru di Indonesia. Hal senada disampaikan Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto. Menurutnya, pengiriman BMW Passato ke Amerika Serikat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar otomotif, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki daya saing global.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi terhadap proyek tersebut. Ia menilai industri modifikasi melibatkan banyak talenta kreatif, mulai dari builder, desainer, teknisi hingga produsen komponen aftermarket. “Yang dibawa bukan hanya sebuah mobil, tetapi juga cerita tentang kreativitas dan kualitas,” kata Teuku Riefky.
Pengiriman BMW Passato ke SEMA Show 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian IMX 2026: Next Gen Culture yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. NMAA sebelumnya juga telah membawa sejumlah mobil modifikasi karya Indonesia ke berbagai pameran otomotif internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan car culture Indonesia sekaligus membuka peluang bagi produk aftermarket lokal.
Pengiriman dan Kolaborasi
BMW Passato dijadwalkan segera menjalani proses pengiriman ke Amerika Serikat. Waktu logistik dan pengapalan yang cukup panjang membuat mobil tersebut harus diberangkatkan lebih awal agar dapat tiba sebelum SEMA Show 2026 berlangsung. Proyek ini turut menggandeng Passato Garage sebagai pemilik kendaraan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem modifikasi Indonesia dan membuka peluang lebih besar bagi builder serta produk aftermarket lokal untuk masuk ke pasar global.
Dengan tampilnya BMW Passato di Las Vegas, NMAA dan IMI ingin menunjukkan bahwa industri modifikasi Indonesia semakin berkembang. Bukan hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga kemampuan engineering, craftsmanship, dan produk aftermarket yang berpotensi bersaing di tingkat internasional.







