Peristiwa Tragis Bocah 12 Tahun yang Gantung Diri di Demak
Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Kamis (12/2/2026). Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Hasil visum dari Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menunjukkan bahwa korban meninggal akibat gantung diri. Pemeriksaan medis mengungkapkan adanya luka akibat kekerasan tumpul berupa jejas atau lecet gantung pada leher. Selain itu, ditemukan tanda mati lemas. Waktu kematian diperkirakan antara 2 hingga 6 jam sebelum pemeriksaan visum dilakukan.
Tangkapan Layar Percakapan WhatsApp yang Menyebabkan Kekhawatiran
Menurut informasi yang dihimpun, tangkapan layar percakapan WhatsApp antara korban dan ibunya berisi kata-kata kasar dan makian. Unggahan tersebut diposting oleh korban beberapa hari sebelum peristiwa tragis terjadi. Dalam tangkapan layar tersebut, korban juga menulis keterangan: “Di balik tawa gua disisi lain aku juga cape”.
Unggahan ini kemudian tersebar luas di media sosial, termasuk dibagikan oleh akun Instagram @infodemakraya. Meski tidak ada bukti langsung bahwa ucapan tersebut menjadi penyebab utama tindakan korban, hal ini memicu kekhawatiran terhadap hubungan antara korban dan orang tuanya.
Kronologi Kejadian Berdasarkan CCTV
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), insiden pertama kali diketahui oleh ibu korban. Ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB. Setelah masuk ke rumah, ia menemukan anaknya dalam kondisi tergantung. Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
Pada pukul 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak meminta bantuan. Warga sekitar segera datang dan membantu. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan oleh tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.
Hasil Pemeriksaan Forensik dan Penjelasan Polisi
Dari hasil pemeriksaan forensik, ditemukan tanda-tanda kematian akibat gantung diri. Polisi menyatakan bahwa tidak ada indikasi pembunuhan oleh ibu korban. Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban masuk ke rumah pada pukul 18.01 WIB dan keluar pada pukul 18.03 WIB. Rentang waktu sekitar 1,5 hingga 2 menit tidak cukup untuk melakukan tindakan pembunuhan.
Selain itu, aktivitas terakhir di HP korban yaitu pukul 16.25 WIB. Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah.
Imbauan untuk Orang Tua
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, mengakui bahwa sebelumnya ibu korban beberapa kali mengirim pesan bernada marah dan mengandung kata-kata kasar kepada korban. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti tindakan korban tidak dapat disimpulkan hanya dari percakapan tersebut.
“Memang sebelumnya ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar. Tetapi penyebab korban gantung diri tidak bisa kita simpulkan karena hal itu, karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman,” ujar Anggah.
Ia berharap para orang tua lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anaknya. Selain itu, selalu perhatikan dan awasi aktivitas media sosial anak-anaknya sehingga anak merasa bahwa ada orang tua yang selalu hadir dan mendengarkan dirinya.
Catatan Redaksi
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Beberapa saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri. Bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo Semarang telp (024) 6722565 atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang telp (0293) 363601.







