Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal MotoGP 2026 Live Trans7, Marc Marquez Siapkan Strategi Baru

    15 Februari 2026

    Trotoar CSB Mall Cirebon akan dipagari, akhiri masalah parkir liar

    14 Februari 2026

    Apa Itu Sistem Idling Stop? Ini Penjelasan Singkatnya

    14 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 15 Februari 2026
    Trending
    • Jadwal MotoGP 2026 Live Trans7, Marc Marquez Siapkan Strategi Baru
    • Trotoar CSB Mall Cirebon akan dipagari, akhiri masalah parkir liar
    • Apa Itu Sistem Idling Stop? Ini Penjelasan Singkatnya
    • Dewan Damai dan Tantangan Tata Kelola Global: Analisis Piagam BoP
    • Surat Terbuka Amnesty untuk DPR, Minta 3 Hal Soal Partisipasi Indonesia dalam BoP
    • 6 tips hindari kambuhnya diabetes saat Imlek
    • Pedro Neto Cetak Hattrick, Chelsea Kalahkan Hull City 4-0 di Putaran Keempat Piala FA
    • 5 resep masakan ibu hamil kaya asam folat
    • Horoskop Libra, Scorpio, Sagitarius Hari Ini: Cinta, Karier, Kesehatan
    • 10 Kultum Ramadan Singkat dengan Makna Mendalam
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Bolehkah Muslim Rayakan Imlek? Ini Jawabannya

    Bolehkah Muslim Rayakan Imlek? Ini Jawabannya

    adm_imradm_imr5 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pandangan tentang Apakah Muslim Boleh Merayakan Imlek

    Anak Mama pulang dengan wajah sumringah sambil membawa amplop merah. Ia dengan antusias bercerita bahwa temannya memberinya angpao. Di kesempatan lain, Mama menerima undangan makan malam ke rumah saudara atau tetangga yang sedang merayakan Imlek. Dalam kondisi seperti ini, Mama mulai mempertimbangkan batasan dalam merayakan tradisi tertentu sebagai seorang muslim.

    Berikut adalah beberapa pandangan mengenai apakah Muslim boleh merayakan Imlek atau tidak:

    Mengucapkan “Selamat Imlek” memiliki dua pandangan

    Dalam perayaan Imlek, ada kalimat yang biasa diucapkan yaitu “Gong Xi Fa Cai”. Arti dari “Gong Xi Fa Cai” adalah “Semoga kekayaanmu bertambah”. Ini merupakan doa yang baik.

    Perspektif yang membolehkan melihat kalimat ini hanya sebagai doa baik, terlepas dari unsur keagamaannya. Menurut Ustaz Ahong yang pernah berbicara di podcast bersama Habib Jafar, ada umat muslim yang tidak merasa ada masalah ketika mengucapkan selamat Imlek karena mereka melihat Imlek sebagai kebudayaan, bukan ritual keagamaan. Jika imannya kuat dan mengucapkannya tidak membuat imannya terganggu, maka tidak ada masalah.

    Sebaliknya, perspektif yang melarang menganggap bahwa mengucapkan selamat itu adalah bagian dari ritual keagamaan, jadi sebaiknya dihindari. Hal serupa juga berlaku untuk menerima angpao, ada yang melihatnya hanya sebagai hadiah biasa seperti Ali bin Abi Thalib yang menerima hadiah dari perayaan Nairuz, tapi ada juga yang khawatir bisa menimbulkan fitnah. Ini kembali lagi ke bagaimana Mama melihat Imlek itu sendiri, apakah sebagai budaya atau keagamaan.

    Imlek sebagai Perayaan Budaya atau Keagamaan Jadi Kunci Perbedaan

    Jika melihat sejarahnya, Imlek atau Tahun Baru China pada dasarnya adalah perayaan pergantian tahun berdasarkan kalender lunar Tiongkok. Ini adalah perayaan bangsa Tiongkok untuk menyambut tahun baru mereka, mirip seperti menyambut tahun baru Hijriyah atau tahun baru Masehi setiap 31 Desember.

    Di Indonesia, Imlek baru diakui sebagai hari libur nasional sejak era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak saat itulah, sebagian orang mulai melihat Imlek tidak hanya sebagai perayaan budaya, tapi juga sebagai hari raya keagamaan, khususnya terkait dengan agama Konghucu yang diakui sebagai agama resmi keenam di Indonesia.

    Perdebatan budaya dengan keagamaan ini sangat penting karena dalam Islam ada perbedaan hukum yang jelas. Jika Imlek itu murni perayaan budaya seperti perayaan panen atau festival kebudayaan lainnya, maka hukumnya bisa lebih longgar. Tapi jika Imlek dianggap sebagai hari raya keagamaan dari agama lain, maka ada dalil-dalil yang melarang umat muslim untuk ikut merayakannya.

    Pandangan yang Melarang Muslim Merayakan Imlek

    Perspektif yang melarang ini adalah pandangan yang dianut oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) karena dianggap bisa mencampuradukkan akidah. Pandangan ini mengacu pada hadis yang sering dikutip, yaitu “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” Hadis ini dijadikan dasar untuk konsep yang disebut tasyabbuh, yaitu larangan menyerupai orang kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khas keagamaan mereka.

    Yang dilarang bukan hanya ikut ritual keagamaannya, tapi juga hal-hal seperti menggunakan atribut khas Imlek, mengucapkan selamat dengan ucapan khas Imlek, dan hadir dalam acara perayaan terutama yang melibatkan ritual keagamaan. Buya Yahya dalam ceramahnya di Al-Bahjah TV juga menegaskan pandangan serupa. Beliau membedakan antara mengucapkan selamat untuk urusan pribadi seperti pernikahan atau bangun rumah yang diperbolehkan, dengan mengikuti syiar keagamaan yang dilarang.

    Imlek dianggap sebagai syiar karena mencakup rangkaian kegiatan selama 15 hari, bukan sekadar pergantian tahun semata. Beliau juga menekankan pentingnya umat Islam memiliki pendirian dalam beragama tanpa harus mengikuti perayaan keagamaan agama lain.

    Perlu Mama pahami bahwa pandangan ini disampaikan dengan niat melindungi akidah umat muslim berdasarkan kehati-hatian dalam menjaga kemurnian ibadah dan keyakinan, bukan untuk memusuhi agama lain.

    Pandangan yang Membolehkan Muslim Merayakan Imlek

    Perspektif yang membolehkan umat muslim terlibat dalam perayaan Imlek ini tentunya dengan syarat-syarat tertentu. Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah satu tokoh yang berpandangan bahwa Imlek pada dasarnya adalah perayaan budaya, bukan ritual agama. Beliau melihat Imlek sebagai tradisi pergantian musim tanam yang kemudian menjadi identitas budaya masyarakat Tionghoa, termasuk yang muslim.

    Pandangan yang membolehkan ini tetap memberikan batasan-batasan tegas. Tidak boleh ikut ritual keagamaan seperti sembahyang atau persembahan, tidak boleh sampai merusak akidah atau keyakinan Islam, harus jelas bahwa keterlibatannya hanya dalam aspek budaya bukan keagamaan, dan tidak berlebihan dalam merayakan. Pandangan ini juga membandingkan dengan perayaan budaya lainnya. Misalnya, banyak muslim yang merayakan tahun baru Masehi tanpa dianggap mengikuti ritual Kristen. Begitu juga dengan berbagai festival budaya lain yang ada di Indonesia.

    Bersilaturahmi di Momen Imlek Tetap Dapat Dilakukan dengan Batasan

    Mungkin Mama punya keluarga atau tetangga dekat yang merayakan Imlek dan ingin tetap menjaga hubungan baik. Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan panduan yang cukup jelas tentang hal ini. Menurut beliau, jika Mama datang sekedar untuk bersilaturahmi, maka tidak apa-apa. Yang penting adalah niatnya untuk menjaga tali kekeluargaan atau persahabatan, bukan untuk ikut ritual keagamaannya.

    UAS menyarankan agar kunjungan dilakukan setelah ritual keagamaan selesai. Misalnya, jika ada ritual sembahyang atau persembahan pada pagi atau siang hari, sebaiknya Mama datang beberapa hari setelahnya atau di waktu yang berbeda. Ini untuk menghindari kesan ikut dalam ritual keagamaan tersebut. Tujuannya murni bersilaturahmi.

    Mama juga perlu berhati-hati dengan makanan yang disajikan karena kemungkinan ada yang mengandung babi atau bahan-bahan haram lainnya. UAS menyarankan untuk makan dan minum sendiri (bawa bekal kalau perlu) atau pastikan dulu kehalalannya sebelum dimakan. Jika Mama merasa tidak enak untuk menolak makanan yang disajikan, Mama bisa menjelaskan dengan baik dan sopan tentang batasan makanan halal dalam Islam.

    Intinya, Ma, ada dua perspektif berbeda mengenai hal ini dan keduanya punya dasar argumentasi masing-masing. Yang terpenting adalah jangan sampai saling menghakimi sesama hanya karena berbeda pendapat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 resep masakan ibu hamil kaya asam folat

    By adm_imr14 Februari 20260 Views

    7 tempat sarapan Jogja murah meriah, enak dan praktis!

    By adm_imr14 Februari 20260 Views

    Daftar restoran Yogyakarta untuk buka puasa Ramadhan

    By adm_imr14 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal MotoGP 2026 Live Trans7, Marc Marquez Siapkan Strategi Baru

    15 Februari 2026

    Trotoar CSB Mall Cirebon akan dipagari, akhiri masalah parkir liar

    14 Februari 2026

    Apa Itu Sistem Idling Stop? Ini Penjelasan Singkatnya

    14 Februari 2026

    Dewan Damai dan Tantangan Tata Kelola Global: Analisis Piagam BoP

    14 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?