Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    11 October 2026

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    10 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda
    • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    • Rahasia Menabung Efektif Melalui Pengelolaan Kebiasaan Kecil yang Sering Terabaikan
    • Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba Melalui Kebiasaan Sederhana Sehari-hari
    • Menagih Janji Kesejahteraan Guru Honorer demi Masa Depan Pendidikan Sekolah Negeri Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Cara Mengatasi Kebutuhan Pangan Dunia di Tengah Perubahan Iklim

    Cara Mengatasi Kebutuhan Pangan Dunia di Tengah Perubahan Iklim

    adm_imradm_imr20 August 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Laboratorium Futuristik untuk Mengembangkan Tanaman Tahan Iklim

    Di dalam laboratorium-laborik yang penuh teknologi canggih, para ilmuwan sedang melakukan eksperimen dengan tanaman. Tujuan mereka adalah menghasilkan varietas unggul yang mampu bertahan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan global.

    Di ruangan khusus yang dirancang untuk meniru kondisi iklim di India, tanaman tomat muda ditempatkan di bawah pengawasan ketat. Meskipun usianya masih muda, mereka telah terpapar berbagai faktor stres seperti panas, salinitas, dan malam beku. Para ilmuwan memantau setiap perubahan kecil pada warna, suhu, dan proses fotosintesis tanaman.

    Rick van de Zedde, manajer program di Netherlands Plant Eco-phenotyping Centre (NPEC), menjelaskan bahwa laboratorium ini dirancang untuk mensimulasikan hampir semua kondisi lingkungan di Bumi. “Kami bisa mengatur suhunya, memberikan fase stres panas, mendinginkannya sebentar, atau mensimulasikan night frost,” ujarnya. “Kami juga memperkenalkan mereka pada salinitas dengan menambahkan garam.”

    Para peneliti percaya bahwa dengan menguji tanaman di bawah berbagai kondisi stres, mereka dapat mengidentifikasi sifat genetik yang membuat tanaman lebih tahan terhadap perubahan iklim. Proses ini disebut sebagai “gym” bagi tanaman, di mana mereka dilatih untuk menghadapi tantangan lingkungan.

    Pentingnya Penelitian Tanaman

    Pertanian tradisional bergantung pada musim dan kondisi cuaca yang dapat diprediksi. Namun, perubahan iklim telah mengganggu pola ini. Gelombang panas, kekeringan, dan banjir semakin sering terjadi, mengancam produksi pangan.

    Diperkirakan populasi global akan mencapai 10 miliar pada tahun 2050, sehingga tekanan untuk memproduksi pangan yang cukup semakin besar. Selain itu, permintaan akan bahan bakar nabati dan konsumsi daging yang meningkat juga memengaruhi kebutuhan pangan.

    Bagi para peneliti, pertanyaannya bukan lagi bagaimana menanam lebih banyak tanaman, tetapi bagaimana melakukannya di tengah kondisi yang semakin menantang.

    Teknologi Tinggi dalam Pertanian

    Belanda, yang sering disebut sebagai “Silicon Valley” pertanian, telah menjadi pemimpin dalam inovasi pertanian. Di dalam rumah kaca Universitas Wageningen, para ilmuwan menciptakan kondisi lingkungan seperti kekeringan, kelembapan tropis, atau malam beku. Mereka menggunakan berbagai teknologi untuk memantau tanaman secara akurat.

    Selama beberapa minggu, timbangan otomatis mencatat berat spesies pohon setiap tiga menit untuk mengetahui jumlah air yang dibutuhkan. Pemindai canggih melacak gerakan daun sebagai bagian dari proses pencatatan fenotipe.

    Van de Zedde menjelaskan bahwa sebelumnya, pengukuran dilakukan secara manual dan memakan waktu. “Sekarang, kami dapat meneliti ribuan tanaman dalam satu eksperimen,” katanya.

    Eksperimen di Lapangan

    Meskipun laboratorium sangat canggih, kondisi dunia nyata tetap sulit ditiru. Faktor seperti badai es, angin kencang, atau perbedaan suhu tanah tidak dapat sepenuhnya direplikasi di dalam ruangan.

    Di dekat universitas, ladang percobaan gandum menjadi sarana penting untuk menguji kondisi nyata. Di sana, para peneliti menggunakan teknologi pencitraan bergerak dan sistem GPS untuk mengumpulkan data mengenai ratusan varietas tanaman.

    Dengan membandingkan hasil di rumah kaca dan di lapangan, mereka dapat mengidentifikasi sifat-sifat tanaman yang lebih baik. Data ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi profil DNA yang terkait dengan ketahanan terhadap stres. Dengan persilangan antar varietas, mereka dapat menghasilkan keturunan yang tahan banting.

    Kritik dan Perdebatan

    Namun, proses ini mendapat kritik dari beberapa pihak. Alan Pauls, seorang kandidat Ph.D. di Laboratorium Genetika, mengatakan bahwa generasi yang lebih tua sering meragukan pendekatan ini. “Mereka langsung menghubungkannya dengan GMO,” katanya.

    Organisme hasil rekayasa genetika (GMO) memiliki gen yang diubah secara artifisial. Di Uni Eropa, modifikasi genetik diatur secara ketat. Di Wageningen, hanya 5% eksperimen melibatkan tanaman transgenik. Sebagian besar fokus pada pemilihan sifat-sifat alami melalui phenotyping.

    Pauls berargumen bahwa kritik terhadap intervensi teknologi sudah ketinggalan zaman. “Apakah kita menganggapnya artifisial karena melibatkan mesin? Apakah kita menganggapnya artifisial karena prosesnya cepat, atau karena dilakukan di laboratorium?” tanyanya. “Saya masih bisa memanen padi dengan sabit, tapi apakah itu cukup untuk memberi makan satu miliar orang tepat waktu? Tidak.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Vitalitas Harian

    By adm_imr7 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    Rahasia Kebugaran Tubuh dari Kekayaan Rempah Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat Modern

    By adm_imr4 October 20262 Views
    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh

    By adm_imr3 October 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    11 October 2026

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    10 October 2026
    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    10 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?