Kehidupan di Dusun Long Jok: Kreativitas Menghadapi Keterbatasan
Di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur, warga Dusun Long Jok, Kutai Timur, Kalimantan Timur, menunjukkan kekuatan dan kreativitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu tokoh yang menjadi perhatian adalah Emak Farida, seorang ibu rumah tangga yang viral melalui media sosial karena membagikan pengalamannya menghadapi tantangan hidup tanpa akses listrik PLN.
Mencari Solusi dengan Kreativitas
Salah satu masalah utama dalam kehidupan tanpa listrik adalah pengawetan bahan makanan. Emak Farida menunjukkan cara unik untuk menjaga kesegaran ikan tanpa kulkas. Ia menggunakan termos sebagai alat penyimpanan dingin. Dengan membawa es batu dari kampung seberang, ia menyusun ikan segar di dalam termos besar. Cara ini memungkinkan ikan tetap segar hingga semalaman.
“Di kampung Emak sebenarnya bukan tidak mampu beli kulkas. Banyak juga yang sanggup. Tapi listrik PLN belum masuk, jadi kulkasnya mau dicolok ke mana, Nak?” tulisnya dalam unggahan Instagram. Meski biaya transportasi cukup tinggi, Emak Farida tetap yakin bahwa solusi ini efektif dan hemat.
Energi Mandiri: Panel Surya dan Genset
Untuk kebutuhan energi, warga Dusun Long Jok telah mengadopsi sistem mandiri. Ada dua sumber utama: panel surya dan mesin genset. Panel surya digunakan untuk kebutuhan ringan seperti pengisian daya ponsel dan kipas angin. Namun, untuk pekerjaan rumah tangga berat, mereka mengandalkan genset.
Genset digunakan secara bijak. Emak Farida mengatur penggunaannya agar tidak terbuang percuma. Misalnya, saat mesin genset dinyalakan untuk mencuci baju, pompa air juga dinyalakan bersamaan. Setelah pekerjaan selesai, mesin dimatikan untuk menghemat biaya bensin.
Perjalanan Pembangunan di Dusun Long Jok
Dulu, warga Dusun Long Jok menggunakan mesin dompeng, sebuah mesin diesel yang sangat bising dan digunakan untuk berbagai keperluan. Saat itu, solar masih murah dan tersedia banyak. Namun, kini harga solar meningkat dan langka, sehingga warga lebih memilih bensin untuk genset atau beralih ke panel surya.
Emak Farida memiliki prinsip bahwa setiap energi memiliki harga. Oleh karena itu, masyarakat di sana belajar untuk menggunakan energi secukupnya, bukan semaunya. Kehidupan di Dusun Long Jok saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun silam.
Harapan untuk Pemerataan Pembangunan
Meski telah berhasil menghadapi tantangan, Emak Farida tetap berharap listrik dan pembangunan bisa merata hingga ke pelosok desa. “Harapan kami tetap sama: semoga listrik dan pembangunan bisa merata sampai ke pelosok-pelosok kecil seperti kampung Emak,” pungkasnya.






