Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Monday, 12 October 2026
    Trending
    • Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital
    • Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal
    • Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
    • Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga
    • Evaluasi Kurikulum Nasional Terbaru: Menimbang Beban Mengajar Guru dan Daya Tangkap Siswa
    • Seni Mengelola Stamina dan Rotasi Skuad dalam Perburuan Gelar Liga Top Eropa
    • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi
    • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Dampak Pelemahan Rupiah pada Masyarakat

    Dampak Pelemahan Rupiah pada Masyarakat

    adm_imradm_imr15 April 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Nilai tukar rupiah terus berada di kisaran 17.000 per dolar Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Menurut pendapat Guru Besar Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga barang-barang impor dan mempercepat inflasi secara bertahap.

    Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, rupiah melemah ke level 17.104 per dolar AS atau turun 0,08 persen dibanding hari sebelumnya. Syafruddin mengatakan bahwa jika rupiah tetap berada di kisaran 17 ribu per dolar AS dalam jangka panjang, masyarakat akan merasakan tekanan langsung pada biaya hidup.

    Dampak pertama dari pelemahan rupiah terasa pada kenaikan harga pangan impor, bahan baku makanan, obat-obatan, alat kesehatan, elektronik, pakan ternak, dan barang kebutuhan rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan langsung dengan rantai pasok global.

    Tekanan tersebut semakin kuat karena harga energi dunia masih tinggi. Di pasar yang sama, harga minyak Brent mencapai US$ 96,48 per barel dan WTI di US$ 98,72 per barel. Kenaikan biaya energi biasanya cepat merambat ke ongkos transportasi dan distribusi, sehingga memengaruhi harga barang di pasar tradisional maupun ritel modern.

    Syafruddin menekankan bahwa rumah tangga miskin dan kelas menengah akan menjadi yang paling terdampak karena porsi belanja mereka terkonsentrasi pada makanan, transportasi, dan kebutuhan rutin.

    Jika rupiah tetap stabil di level 17 ribu per dolar AS, kenaikan harga barang tidak akan terjadi secara serentak, melainkan secara bertahap. Laju inflasi bergantung pada struktur biaya masing-masing sektor, namun sinyal pasar menunjukkan bahwa tekanan ini tidak akan hilang dengan cepat.

    Salah satu indikatornya adalah USD/IDR spot yang berada di 17.085, lalu 1-month forward di 17.100 dan 3-month forward di 17.128. Struktur ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat rupiah lemah dalam beberapa bulan ke depan.

    Situasi global juga masih sulit. Di Amerika Serikat, inflasi masih tinggi, sehingga suku bunga negara tersebut belum akan turun dalam waktu dekat. Dengan demikian, dolar berpotensi tetap kuat dan terus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

    Pengusaha juga menghadapi tekanan karena kenaikan biaya produksi akibat bahan baku impor yang mahal di tengah kenaikan dolar. Dalam kondisi seperti itu, produsen besar mungkin menahan sebagian kenaikan harga untuk menjaga penjualan, terutama saat daya beli rumah tangga rapuh. Namun, kemampuan menahan harga sangat terbatas jika bahan baku impor, energi, dan biaya pembiayaan tetap tinggi.

    Pabrik-pabrik kemungkinan tidak akan langsung membebankan kenaikan ongkos produksi ke konsumen, tetapi akan menaikkannya secara bertahap. Produsen akan menyerap sebagian biaya di awal, lalu menaikkan harga secara selektif ketika depresiasi kurs berlangsung lebih lama dan stok lama mulai habis. Masyarakat tetap akan merasakan inflasi, terutama pada pangan olahan, obat, transportasi, dan barang konsumsi tahan lama.

    Penjelasan Syafruddin sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. Di tengah penguatan dolar AS yang menekan biaya produksi, produsen dengan margin keuntungan besar masih bisa menahan untuk menaikkan harga di tingkat konsumen.

    Namun, kebanyakan justru tidak memiliki margin tebal dan perlu melakukan penyesuaian terhadap standar produknya. Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi kelengkapan produk atau mengurangi ukuran. Tujuannya untuk menekan atau merasionalisasi production cost tanpa menaikkan harga pasar terlalu tinggi. Jika semua opsi di atas tidak memungkinkan, perusahaan harus menaikkan harga jual pasar dengan risiko penurunan kinerja penjualan atau perubahan daya serap pasar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ramalan Keuangan Gemini Jumat 28 Agustus 2026: Bersabar Hadapi Kenaikan Finansial

    By adm_imr28 August 20263 Views

    5 Hal yang Sering Terlupakan dalam Mencapai Kemandirian Keuangan Muda

    By adm_imr27 August 20263 Views

    Telin Dorong Perusahaan Terus Eksplorasi AI

    By adm_imr27 August 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    12 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?