Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati

    26 April 2026

    1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen

    26 April 2026

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati
    • 1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen
    • 4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!
    • Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang
    • Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti
    • Ratusan warga Surabaya ikuti pelatihan keselamatan dasar
    • Microsoft dan Meta PHOTOKAN Ribuan Karyawan Saat Investasi AI Capai Ratusan Miliar Dolar
    • Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Keluarga Tuduh Kelalaian Medis
    • 7 Kekerasan yang Diderita Seong Hui Ju di Perfect Crown, Malang!
    • Rawon, Makanan Legendaris Jawa Timur Berusia Ribuan Tahun
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»DBD Mengancam Saat Hujan, Ini Tanda dan Pencegahannya

    DBD Mengancam Saat Hujan, Ini Tanda dan Pencegahannya

    adm_imradm_imr26 Januari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Cuaca dan Risiko Penyakit DBD di Indonesia

    Perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan pola musim hujan sulit diprediksi. Hal ini berdampak pada meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, hingga 28 Juli 2025 terdapat 95.018 kasus dengue di Indonesia dengan angka kematian mencapai 398 orang. Kasus tersebut tersebar di 460 kabupaten/kota pada 34 provinsi, yang menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat secara luas.

    Kasus DBD sering kali terjadi di wilayah padat penduduk, terutama di kawasan perkotaan dan semi-perkotaan. Di daerah-daerah ini, akses informasi kesehatan terbatas, dan lingkungannya mendukung perkembangbiakan nyamuk penular dengue.

    Penyebab dan Gejala DBD

    DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Terutama di lingkungan rumah yang lembap dan minim sirkulasi udara.

    Sebagian infeksi dengue hanya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Namun, dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi berat dan berujung pada komplikasi serius hingga kematian. Gejala DBD umumnya tidak muncul secara langsung setelah terinfeksi. Tanda-tanda biasanya baru terasa dalam rentang 4–10 hari setelah gigitan nyamuk pembawa virus.

    Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain:

    • Demam tinggi hingga 39–40 derajat Celsius
    • Sakit kepala dan nyeri di belakang mata
    • Nyeri otot dan sendi
    • Mual, muntah, dan ruam kemerahan pada kulit

    Penurunan demam tidak selalu menjadi tanda kesembuhan pada penderita DBD. Pada sebagian kasus, fase tersebut justru menandai masuknya penyakit ke tahap kritis.

    Tahap Kritis dan Tanda Bahaya

    Pada fase kritis, kebocoran pembuluh darah dapat terjadi dan menyebabkan penurunan jumlah trombosit. Kondisi ini berisiko memicu perdarahan, kerusakan organ, hingga dengue shock syndrome (DSS) yang mengancam nyawa.

    Masyarakat perlu mewaspadai sejumlah tanda bahaya yang mengindikasikan kondisi darurat dan memerlukan penanganan medis segera, seperti:

    • Muntah terus-menerus
    • Mimisan atau gusi berdarah
    • Darah pada muntahan, tinja, atau urin
    • Sesak napas, lemas, dan gelisah

    Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan khusus untuk menyembuhkan dengue. Penanganan utama berfokus pada deteksi dini, pemantauan ketat, dan akses cepat ke fasilitas kesehatan.

    Pencegahan DBD dengan Gerakan 3M Plus

    Pencegahan DBD masih sangat bergantung pada pengendalian vektor nyamuk. Upaya paling sederhana dan efektif dilakukan melalui penerapan gerakan 3M Plus di lingkungan sekitar.

    Berikut langkah-langkah dalam gerakan 3M:

    • Menguras tempat penampungan air secara rutin
    • Menutup rapat wadah air dan mengubur barang bekas
    • Mendaur ulang limbah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk

    Selain itu, langkah pencegahan tambahan atau “Plus” juga perlu diterapkan. Beberapa di antaranya adalah memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, memperbaiki saluran air, hingga menggunakan larvasida pada tempat yang sulit dibersihkan.

    Kesimpulan

    DBD masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Oleh karena itu, kewaspadaan sejak dini melalui pengenalan gejala, pemeriksaan medis tepat waktu, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci mencegah kondisi yang lebih berat. Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, risiko penyebaran DBD dapat diminimalisir.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati

    By adm_imr26 April 20262 Views

    Pengorbanan Arya Khan: Jual Dua Mobil untuk Biaya Pengobatan Anak Tiri di Singapura

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Bahaya Vitamin D Berlebih: Mulai dari Suplemen hingga Risiko Serius

    By adm_imr25 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati

    26 April 2026

    1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen

    26 April 2026

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026

    Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?