Sekolah Maung: Inisiatif Baru untuk Pelajar Berprestasi di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah meluncurkan inisiatif baru dalam dunia pendidikan dengan membentuk Sekolah Manusia Unggulan atau dikenal sebagai Sekolah Maung. Sekolah ini khusus ditujukan bagi pelajar yang memiliki prestasi baik secara akademik maupun nonakademik. Penerimaan siswa baru akan dimulai pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama dan sederajat.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, Gubernur ingin menciptakan sekolah unggulan yang mampu memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan layanan khusus. “Tujuannya adalah memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi siswa berprestasi,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 26 April 2026.
Sekolah Maung akan dibuka di beberapa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang tersebar di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Di Kota Bandung, misalnya, dipilih SMAN 3 dan 5 yang memiliki gedung sekolah yang berdempetan dan dikenal sebagai sekolah favorit. Sementara untuk Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN), Sekolah Maung hanya terbatas pada 13 kota dan kabupaten yang mewakili cabang dinas. Purwanto menyatakan bahwa konsep Sekolah Maung sedang dalam pengembangan, dengan masukan dari perguruan tinggi seperti ITB, Unpad, UPI, serta praktisi pendidikan dan alumni sekolah.
Rencananya, proses pendaftaran Sekolah Maung akan dimulai pada Mei 2026, sebelum tahapan SPMB biasa yang berlangsung antara Mei hingga Juni 2026. Purwanto menjelaskan bahwa Sekolah Maung tidak menggunakan gedung baru, tetapi memanfaatkan sekolah yang sudah ada. “Ini merupakan sekolah transformasi yang akan kita upgrade dan diubah beberapa variabelnya secara bertahap,” katanya.
Seleksi siswa Sekolah Maung hanya dilakukan melalui jalur prestasi. Untuk jalur akademik, seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor dan tes kemampuan akademik (TKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan diakumulasikan. Sedangkan untuk jalur nonakademik, seleksi berdasarkan minat dan bakat dengan prestasi di bidang olahraga, kesenian, dan inovasi. Contohnya, siswa yang menemukan inovasi baru dan sudah mendapat hak atas kekayaan intelektual bisa diberi afirmasi.
Daya tampung Sekolah Maung direncanakan sebanyak 32 orang per kelas, lebih sedikit dibandingkan sekolah reguler yang berkisar antara 36 hingga 42 orang. Total kelas maksimal adalah 12 kelas. “Ini juga merupakan aspirasi guru dan masyarakat yang membutuhkan layanan khusus pada satuan pendidikan,” ujar Purwanto.
Bagi pendaftar Sekolah Maung yang tidak lolos seleksi, mereka dapat mendaftar ke sekolah negeri reguler. Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga ingin menjalin kerja sama dengan SMA dan SMK swasta untuk menampung pendaftar yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung.
Biaya Sekolah Maung berasal dari bantuan operasional sekolah (BOS), bantuan operasional pendidikan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, dan skema lainnya. “Kita juga bisa membuka ruang partisipasi untuk masyarakat membiayai Sekolah Maung,” kata Purwanto. Diharapkan para siswa memiliki keunggulan karakter, akademik, dan keterampilan, hingga berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri atau bekerja di dunia industri bagi lulusan SMK.
Tujuan dan Kontribusi Sekolah Maung
Ketua 1 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Jawa Barat, Agam Supriyanta, mengatakan bahwa tujuan Sekolah Maung adalah mencetak generasi kompetitif dengan kurikulum berbasis minat dan bakat. Total ada 40 sekolah perwakilan SMA dan SMK negeri di Jawa Barat yang akan melaksanakan program Sekolah Maung. “Semua sekolah idealnya bisa menjadi Sekolah Maung, punya kesempatan dan kontribusi positif untuk berperan serta meningkatkan hasil tujuan pendidikan,” kata Agam, Ahad 26 April 2026. Menurut dia, sekolah lain bisa menjadikan Sekolah Maung sebagai contoh.
Sementara itu, aktivis pendidikan Iwan Hermawan setuju dengan Sekolah Maung namun tidak sepakat dengan tempat sekolahnya. “Seharusnya Sekolah Maung dari sekolah tidak unggul menjadi unggul dan ditugaskan mencari siswa tidak mampu yang cerdas,” ujarnya. Dari data daftar calon Sekolah Maung se-Jawa Barat yang dimilikinya, penunjukannya mengarah ke sekolah-sekolah unggulan dan difavoritkan masyarakat.







